Tidur bersama si Kecil terkadang membuat Mama harus bertahan dalam satu posisi agar tidak mengganggu tidur bayi. Lama-kelamaan, punggung Mama bisa terasa pegal dan ingin berbalik membelakangi bayi.
Kenapa Tidak Boleh Membelakangi Bayi saat Tidur?

Membelakangi bayi saat tidur dapat membuat orangtua terlambat menyadari bayi bergerak, menangis, kesulitan bernapas, atau wajahnya tertutup selimut.
Berbagi kasur dengan bayi meningkatkan risiko tertindih dan SIDS, terutama karena kasur dewasa lebih empuk serta dapat mengganggu pernapasan bayi.
Bayi sebaiknya tidur telentang di tempat terpisah namun sekamar dengan orangtua, tanpa benda lunak; hindari tidur bersama di sofa, saat lelah, merokok, atau minum alkohol.
Terkait membelakangi bayi saat tidur, Mama mungkin pernah mendengar mitos bayi yang menjadi rewel karena orangtuanya tidur membelakangi. Ternyata, mitos tersebut bisa menjadi cara untuk menyampaikan larangan, lho, Ma.
Larangan membelakangi bayi lebih berkaitan dengan pentingnya memperhatikan keselamatan si Kecil selama tidur, terutama ketika Mama dan bayi berbagi tempat tidur.
Lantas, benarkah membelakangi bayi saat tidur berbahaya? Simak penjelasannya dalam artikel Popmama.com berikut tentang kenapa tidak boleh membelakangi bayi saat tidur?
Table of Content
Kenapa Tidak Boleh Membelakangi Bayi saat Tidur?

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI Saat tidur bersama bayi, orangtua disarankan untuk tidak membelakangi bayi. Alasan utamanya menyangkut keselamatan si Kecil itu sendiri.
Posisi tidur orangtua yang membelakangi bayi dapat membuat orangtua lebih sulit menyadari ketika bayi bergerak, menangis, atau mengalami kesulitan bernapas.
Selain itu, dilansir dari WebMD, bayi yang tidur di kasur yang sama dengan orang dewasa berisiko tertindih orangtua saat tidur dan mengalami sudden infant death syndrome (SIDS).
Risiko Membelakangi Bayi saat Tidur

Magnific/cookie_studio Seperti yang sudah dijelaskan, salah satu risiko terbesar jika orangtua membelakangi bayi saat tidur adalah keterbatasan pandangan orangtua dalam mengawasi si Kecil selama tidur.
Kondisi ini dapat membuat Mama terlambat menyadari jika bayi mengalami kesulitan bernapas, wajahnya tertutup selimut, atau posisinya berubah menjadi telungkup atau miring ke samping yang tidak aman.
Tak hanya itu, dilansir dari Mayo Clinic, berbagi kasur dengan bayi ternyata dapat meningkatkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS) karena kasur orang dewasa cenderung lebih empuk dan berisiko membuat bayi susah bernapas ketika posisinya telungkup dan belum mampu mengangkat kepalanya sendiri.
Cara Tidur yang Lebih Aman Bersama Bayi

Pexels/Polina Tankilevitch Untuk menjaga keselamatan si Kecil selama tidur, orangtua perlu memperhatikan kondisi lingkungan tidurnya.
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
Tempatkan bayi di tempat tidur terpisah, tetapi tetap berada di kamar yang sama dengan orangtua agar lebih mudah dipantau.
Jika sewaktu-waktu Mama dan bayi tidur di kasur yang sama setelah menyusui, jangan pernah membalikkan badan membelakangi bayi. Lebih baik pindahkan bayi terlebih dahulu ke tempat tidurnya kembali.
Tidurkan bayi dalam posisi telentang setiap kali tidur.
Hindari penggunaan bantal, selimut longgar, boneka, dan benda lunak lainnya di area tidur bayi untuk mengurangi risiko wajah tertutup.
Hindari tidur bersama bayi di sofa atau kursi, karena permukaannya dapat meningkatkan risiko bayi terjepit atau terjatuh.
Jangan berbagi tempat tidur dengan bayi ketika orangtua sedang kelelahan, merokok, atau mengonsumsi alkohol.
Itulah mengenai kenapa tidak boleh membelakangi bayi saat tidur. Jika saat tidur bersama bayi Mama memiliki keinginan untuk mengubah posisi membelakangi bayi, sebaiknya pindahkan si Kecil terlebih dahulu ke tempat tidurnya, ya, Ma.





















