Orangtua tentu ingin benar-benar mengetahui dan memahami perkembangan si Kecil secara menyeluruh. Mulai dari si Kecil lahir hingga beberapa bulan pertama kehidupan, orangtua dan bayi seolah saling belajar satu sama lain.
Terutama untuk first parent, segala pertumbuhan dan perkembangannya bisa membuat penasaran hingga khawatir berlebihan. Di usia bayi 3-4 bulan, biasanya kelenjar air liurnya sudah mulai aktif dan memproduksi air liur dalam jumlah yang jauh lebih banyak.
Namun, di usia ini bayi belum memiliki kontrol yang baik terhadap otot-otot menelan dan struktur mulutnya belum sepenuhnya siap untuk menampung cairan tersebut, air liur akhirnya mengalir keluar atau ngiler. Tidak hanya itu, di usia ini juga mulut bayi mulai mengeksplorasi dunia sekitarnya dan mencari kenyamanan.
Bayi menemukan tangan dan jarinya sendiri, lalu memasukkannya ke dalam mulut sebagai bentuk stimulasi sensorik dan mekanisme menenangkan diri (self-soothing). Dua tanda ini dianggap orangtua menganggap sebagai tanda bayi siap memasuki makan pertamanya atau MPASI (Makanan Pendamping ASI).
Apakah itu benar? Rupanya tidak selalu, lho! Lewat unggahan Instagramnya @dryunianak, dr. Yuni Astria, Sp.A menjelaskan mengenai fenomena ini.
Untuk lebih lengkapnya, berikut Popmama.com rangkum informasinya agar Mama dan Papa tidak salah.
