Takut Kehabisan Kuota, Bayi Usia 7 Hari Didaftarkan ke SD Muhammadiyah Kutoarjo

- Bayi berusia 7 hari didaftarkan ke SD Muhammadiyah Kutoarjo untuk tahun ajaran 2032/2033, karena orangtua memanfaatkan sistem inden agar tidak kehabisan kuota.
- Kuota tahun ajaran 2027/2028 telah penuh dengan 168 pendaftar; pendaftaran juga sudah masuk hingga 2032/2033, yang tercatat memiliki empat calon siswa.
- Sekolah membangun kepercayaan melalui layanan bagi keluarga, pendidikan akademik, agama, akhlak, karakter, serta lingkungan siswa beragam yang mendukung pembelajaran sosial.
Setiap orangtua berusaha untuk memberikan pendidikan terbaik untuk buah hatinya. Selain di rumah, si Kecil pun mendapatkan pendidikan formal di sekolah.
Salah satu cara agar si Kecil mendapatkan pendidikan berkualitas adalah memiliki sekolah terbaik.
Nah, agar tidak kehilangan kesempatan bersekolah di sekolah pilihannya, orangtua bahkan tidak segan-segan untuk mendaftarkan si Kecil segera. Di Kutoarjo, SD Muhammadiyah menjadi sekolah favorit. Para orangtua berlomba-lomba untuk mendaftarkan anaknya di sekolah itu sesegera mungkin agar tidak kehabisan kuota.
Bahkan, bayi usia 7 hari didaftarkan ke SD Muhammadiyah Kutoarjo untuk tahun ajaran 2032/2033. Kok bisa? Mama bisa menyimak rangkuman informasinya pada ulasan Popmama berikut ini.
1. Orangtua mendaftarkan bayi berusia 7 hari di SD Muhammadiyah Kutoarjo

Tahukah Mama jika muncul fenomena tidak lazim di SD Muhammadiyah Kutoarjo? Disebabkan oleh tingginya kepercayaan orangtua terhadap SD Muhammadiyah Kutoarjo, seorang bayi yang baru berusia 7 hari tercatat telah didaftarkan oleh orangtuanya sebagai calon peserta didik di sekolah tersebut. Padahal, bayi tersebut baru akan mendapatkan pendidikan formal sekitar 6 tahun lagi.
Kepala SD Muhammadiyah Kutoarjo, Suprayitno, mengungkapkan fenomena itu. Suprayitno menjelaskan tingginya antusiasme masyarakat terhadap sistem pendaftaran inden yang diterapkan sekolah.
Suprayitno menambahkan jika orangtua bahkan rela mendaftarkan anak sejak masih bayi agar tidak kehabisan kuota ketika memasuki usia sekolah dasar. Berdasarkan catatan, bayi yang lahir pada 20 Mei 2026 telah didaftarkan oleh orangtuanya pada 27 Mei 2026.
Peristiwa itu pun menjadi salah satu contoh tingginya minat masyarakat terhadap SD Muhammadiyah Kutoarjo. Namun tidak hanya si Bayi yang mendaftar lebih awal, sekolah tersebut telah menerima pendaftaran calon siswa hingga beberapa tahun ajaran ke depan.
2. Sistem inden membuat orangtua bisa mendaftarkan putra-putrinya lebih awal di SD Muhammadiyah

Menurut Suprayitno, untuk tahun ajaran 2027/2028, kuota telah terpenuhi. Pendaftar sudah mencapai 168 calon peserta didik.
Sementara itu, tahun ajaran 2028/2029 sudah ada 88 pendaftar, tahun ajaran 2029/2030 sebanyak 32 pendaftar, tahun ajaran 2030/2031 sebanyak 20 pendaftar, tahun ajaran 2031/2032 berjumlah 17 pendaftar dan tahun ajaran 2032/2033 tercatat 4 pendaftar. Dari jumlah 4 pendaftar tersebut, bayi yang baru berumur 7 hari ini termasuk di dalamnya.
Namun, mengapa orangtua bisa mendaftar lebih awal di sekolah itu? Sistem pendaftaran lebih awal atau inden ini bukan bertujuan untuk mengistimewakan kelompok tertentu, menurut Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Kutoarjo itu. Sebaliknya, sistem ini merupakan salah satu bentuk pelayanan sekolah untuk masyarakan yang ingin mendapatkan kepastian mengenai pendidikan anaknya di masa depan.
Sekolah ini memberikan kesempatan bagi orangtua yang ingin mendaftar lebih aal. Dan rupanya, pendaftaran lebih awal itu menarik minat orangtua. Mereka pun berbondong-bondong mendaftarkan anaknya sebagai peserta didik walau membutuhkan waktu beberapa tahun lagi bagi si Kecil untuk bersekolah. Termasuk bayi yang baru berusia 7 hari itu.
Tingginya minat masyarakat itu menunjukkan jika mereka percaya terhadap kualitas pendidikan sekolah itu.
3. Keberagaman di SD Muhammadiyah Kutoarjo

Ada keberagaman latar belakang siswa di SD Muhammadiyah Kutoarjo. Hal itu juga menjadi nilai lebih bagi sekolah. Peserta didik sekolah tersebut berasal dari berbagai wilayah dengan kondisi sosial yang berbeda. Ada yang berasal dari kawasan perkotaan, pedesaan, atau daerah paerbukitan. Dan ada peserta didik yang berasal dari keluarga dengan beragam profesi seperti petani, pedagang, dan nelayan.
Menurut Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Kutoarjo, keberagaman tersebut justru menjadi sarana pembelajaran sosial bagi anak-anak. Mereka bisa belajar menghargai perbedaan sejak usia dini, salah satunya di sekolah.
Setiap anak memiliki pengalaman hidup yang berbeda-beda. Saat berada di sekolah, anak-anak pun akan belajar memahami bahwa kehidupan setiap orang itu tidak sama. Termasuk kehidupannya dan teman-temannya. Hal ini pun menjadi bagian dari pendidikan karakter yang ditanamkan di SD Muhammadiyah Kutoarjo.
4. SD Muhammadiyah Kutoarjo membangun budaya pelayanan

Namun, kepercayaan orangtua itu tidak muncul tiba-tiba, Ma. Semua itu merupakan buah dari usaha SD Muhammadiyah Kutoarjo untuk membangun budaya pelayanan.
Budaya pelayanan di sekolah ini berorientasi pada kepuasan orangtua dan kebutuhan peserta didiknya. Suprayitno menjelaskan jika sekolah yang dikelolanya itu tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik saja. Sekolah juga memperhatikan pendidikan agama, pembentukan akhlak, pengembangan karakter, serta prestasi siswa di berbagai bidang.
Setiap orangtua pasti berharap agar anaknya berprestasi. Di sisi lain, mereka pun ingin anaknya mendapatkan pendidikan agama yang baik dan berakhlak mulia. Hal itulah yang berusaha dipenuhi oleh SD Muhammadiyah dan masih terus dikembangkan hingga kini.
Budaya pelayanan juga diterapkan oleh seluruh pengajar dan petugas di sekolah. Mereka semua didorong untuk membangun hubungan yang baik dengan keluarga peserta didik. Salah satu contohnya adalah para guru menyambut kedatangan peserta didik di gerbang sekolah setiap hari. Mereka menyalami murid dan ada juga yang mengantarkan muridnya menuju ke kelas.
Meski sederharna, menurut Suprayitno, kebiasaan itu menjadi bagian dari budaya pelayanan SD Muhammadiyah. Ia berharap agar budaya itu terus bertahan.
Itu informasi mengenai bayi usia 7 hari didaftarkan ke SD Muhammadiyah Kutoarjo untuk tahun ajaran 2032/2033. Tingginya minat masyarakat terhadap SD Muhammadiyah Kutoarjo menunjukkan tingginya kepercayaan mereka terhadap sekolah.
Apakah Mama juga sudah merencanakan pendidikan si Kecil?


















-2PKCu83GH2l6QK0fAvwsLvfTOzGUMc3I.jpg)

