Menjadi first time Mama tentu dipenuhi momen menggemaskan sekaligus membanggakan terkait tumbuh kembang si Kecil.
6 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan pada Bayi 2 Bulan, Catat Ini Ma!

Bayi 2 bulan hanya dianjurkan mendapat ASI atau susu formula; makanan padat dan madu perlu dihindari karena pencernaan serta kekebalan tubuhnya belum siap.
Untuk tidur, bayi sebaiknya telentang di kasur rata dan cukup keras, serta tidak satu kasur dengan orangtua guna mengurangi risiko SIDS dan gangguan pernapasan.
Jangan mengguncang atau memaksakan bayi duduk; guncangan dapat memicu cedera serius, sementara otot leher, punggung, dan panggulnya masih berkembang.
Melihat si Kecil yang baru berusia 2 bulan, Mama mungkin jadi penasaran dengan berbagai hal tidak boleh dilakukan untuk mendukung tumbuh kembangnya. Bayi 2 bulan memang masih perlu perhatian ekstra dalam setiap aktivitasnya.
Supaya tidak salah langkah, yuk, catat 6 hal yang tidak boleh dilakukan pada bayi 2 bulan yang telah dirangkum Popmama.com berikut ini.
Table of Content
1. Memberikan makanan padat

Unsplash/hui sang Saat baru berusia 2 bulan, si Kecil belum boleh memakan makanan padat, ya, Ma.Â
Hal ini dikarenakan sistem pencernaan dan ginjalnya masih berkembang sehingga belum siap mengolah makanan selain ASI atau susu formula.
Selain itu, kemampuan bayi untuk memindahkan makanan ke belakang mulut juga belum sempurna. Memberikan makanan padat terlalu dini bisa meningkatkan risiko tersedak.
WHO melalui laman resminya turut menyampaikan bahwa bayi dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. ASI sudah sangat menyediakan nutrisi dan cairan yang dibutuhkan si Kecil untuk tumbuh dan berkembang.Â
Setelah berusia 6 bulan, Mama bisa mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) secara bertahap.
2. Menidurkan bayi dalam posisi tengkurap

Unsplash/Jonathan Borba Dilansir WebMD, bayi berusia 2 bulan sebaiknya selalu ditidurkan telentang di atas kasur yang rata dan permukaannya cukup keras.
Posisi tidur selain telentang, seperti tengkurap (perut di bawah) atau tidur miring ke salah satu sisi berisiko meningkatkan sudden infant death syndrome (SIDS).
Tidur posisi telentang sangat disarankan untuk bayi 2 bulan karena membantu menjaga saluran pernapasan tetap terbuka karena refleks menelan, bergerak, dan terbangun saat kesulitan bernapas bekerja lebih baik ketika bayi telentang.
3. Mengguncang bayi

Magnific/senivpetro Kalau si Kecil menangis rewel, Mama jangan pernah mengguncang badannya untuk meredakan tangisannya karena dapat menyebabkan shaken baby syndrome (SBS).
Melansir laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), shaken baby syndrome terjadi ketika otak pada bayi yang diguncang bergerak dan bergeser secara tiba-tiba akibat guncangan keras.
Tindakan ini dapat menyebabkan robekan pada saraf dan pembuluh darah hingga memicu perdarahan pada otak dan retina.
Selain itu, dilansir dari The Bump, bayi berusia di bawah 1 tahun, termasuk usia 2 bulan, rentan mengalami SBS karena belum memiliki otot leher yang cukup kuat untuk menopang kepalanya sendiri.
4. Memberikan madu

Unsplash/Benyamin Bohlouli Meski dikenal punya banyak manfaat, madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun, termasuk si Kecil yang baru berusia 2 bulan.
Madu berisiko mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat berkembang biak di usus bayi dan menghasilkan racun berbahaya.
Sistem pencernaan dan kekebalan tubuh bayi yang masih berkembang belum mampu melawan spora tersebut dengan baik.
Akibatnya, bayi bisa mengalami infant botulism atau botulisme pada bayi, yaitu keracunan serius yang dapat menyerang sistem saraf dan mengancam nyawa.
5. Memaksakan duduk

Pexels/Mengliu Di Si Kecil belum bisa duduk sendiri? Mama tidak perlu panik dan berujung melatih si Kecil duduk saat usianya baru 2 bulan.
Bayi usia 2 bulan masih memiliki otot leher, punggung, dan panggul yang belum cukup kuat untuk menopang tubuhnya dalam posisi tegak.
Memaksakan bayi duduk sebelum waktunya dapat membebani otot dan tulang belakangnya.
Mama bisa membiarkan si Kecil berlatih menggerakkan tubuhnya secara alami melalui tummy time. Dengan begitu, otot dan kemampuan motoriknya bisa berkembang secara bertahap sesuai usianya.
6. Tidur satu kasur dengan orangtua

Pexels/Sarah Chai Anggapan bayi yang tidur satu kasur dengan orangtuanya lebih aman karena akan lebih mudah mengurusi segala kebutuhan si Kecil terutama saat malam hari ternyata tidak benar, lho, Ma.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), seperti yang dilansir dari Baby Center, tidur satu kasur dengan orangtua (co-sleeping) dapat meningkatkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS).
Selain itu, bayi yang tidur bersama orang dewasa bisa meningkatkan risiko bayi tertindih tubuh orangtua, terjepit di antara kasur dan kepala ranjang, atau tertutup bantal maupun selimut hingga kesulitan bernapas.
Itulah 6 hal yang tidak boleh dilakukan pada bayi 2 bulan. Setelah mengetahui beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, Mama bisa lebih berhati-hati dalam merawat si Kecil.





















