12 Benda Terlarang untuk Bayi, Orangtua Harus Hindari!

- Minyak kayu putih atau minyak telon dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan kulit bayi.
- Bedak bayi bisa menyebabkan iritasi atau gangguan pernapasan, sebaiknya diganti dengan krim khusus bayi.
- Empeng, bantal tebal, baby walker, gurita, sarung tangan, ayunan, sleep positioner, pelampung inflatable, kalung amber, dan perhiasan logam berisiko membahayakan keselamatan dan kesehatan bayi.
Memberikan kenyamanan pada bayi tentu menjadi prioritas setiap orangtua. Untuk itu, orangtua kerap menggunakan berbagai benda mulai dari minyak telon, bedak, hingga mainan atau alat bantu agar bayi merasa nyaman dan tenang.
Namun, tidak semua benda yang digunakan untuk kenyamanan bayi benar-benar aman bagi kesehatan dan perkembangannya. Beberapa benda yang tampak sepele ternyata menyimpan risiko bagi keselamatan dan pertumbuhan bayi, sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan dan sebaiknya dijauhkan dari jangkauan.
Untuk membantu Mama lebih waspada, Popmama.com telah merangkum 12 benda terlarang untuk bayi yang perlu orangtua ketahui. Apa saja?
Table of Content
1. Minyak kayu putih atau minyak telon

Minyak kayu putih atau minyak telon memang sering digunakan orangtua untuk menghangatkan atau memberikan aroma nyaman pada bayi. Namun, minyak kayu putih mengandung senyawa yang mudah menguap, dan uapnya bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan bayi.
Hal ini berpotensi membuat bayi mengalami batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya. Selain itu, penggunaan minyak kayu putih atau minyak telon secara langsung pada kulit bayi juga dapat menyebabkan iritasi dan kulit bayi yang masih sensitif lebih rentan terhadap reaksi alergi.
2. Bedak bayi

Bedak bayi biasanya digunakan untuk menjaga kulit bayi tetap kering dan mencegah ruam. Namun, bubuk halus pada bedak bisa terhirup dan masuk ke saluran pernapasan, yang berpotensi menyebabkan iritasi atau gangguan pernapasan.
Selain itu, jika bedak digunakan di area kemaluan untuk mencegah ruam, partikel bedak bisa masuk ke saluran kencing bayi, dan meningkatkan risiko infeksi atau iritasi. Sebagai alternatif yang lebih aman, orangtua disarankan menggunakan krim khusus bayi yang diformulasikan untuk mencegah ruam tanpa risiko mengganggu pernapasan atau saluran kencing.
3. Empeng

Bayi yang terlalu sering mengisap empeng bisa kesulitan menyusu dengan benar, sehingga asupan ASI berkurang dan proses menyusui menjadi tidak optimal. Selain itu, penggunaan empeng dalam jangka panjang dapat memengaruhi perkembangan gigi dan rahang.
Bayi yang terbiasa mengisap empeng dapat mengalami pertumbuhan gigi yang tidak rapi, gigi depan yang maju, atau bentuk rahang yang kurang ideal saat anak mulai tumbuh besar.
4. Bantal dan selimut tebal

Penggunaan bantal dan selimut yang terlalu tebal pada bayi sebaiknya dihindari, karena dapat meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi.
Bantal dan selimut tebal juga bisa mengganggu pernapasan bayi, karena bayi bisa tersangkut atau terhalang oleh bahan yang menutupi wajahnya.
5. Baby walker

Baby walker dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera pada bayi. Alat ini membuat posisi bayi lebih tinggi dan memudahkan bayi bergerak ke seluruh ruangan. Akibatnya, bayi bisa menjangkau benda-benda berbahaya yang sebelumnya tidak terjangkau.
Risiko cedera semakin tinggi jika baby walker jatuh dari tangga, terjungkal di lantai yang tidak rata, atau saat bayi meraih benda berbahaya. Cedera yang mungkin dialami meliputi patah tulang, cedera kepala atau otak, dan luka bakar.
Selain itu, baby walker tidak membantu bayi berjalan dengan cara yang tepat. Bayi cenderung bergerak dengan cara yang lebih mudah menggunakan alat ini, sehingga otot yang penting untuk berjalan, seperti otot paha dan pinggul, tidak terlatih dengan baik.
Bayi juga tidak belajar keseimbangan tubuh secara alami dan sering terbiasa berdiri dengan ujung jari kaki. Kebiasaan ini dapat mengganggu pola berjalan normal dan memperlambat kemampuan bayi untuk belajar berjalan sendiri.
6. Gurita bayi

Gurita bayi bekerja dengan mengikat dan menekan bagian perut bayi, sehingga perut tidak bisa mengembang secara optimal saat bayi menyusu. Akibatnya, bayi lebih mudah gumoh dan jumlah susu yang diminum menjadi lebih sedikit, sehingga kebutuhan nutrisinya bisa tidak tercukupi.
Gurita bayi juga membuat tekanan yang dapat mengganggu kenyamanan bayi dan memengaruhi pernapasannya. Bayi yang merasa tidak nyaman atau sesak cenderung rewel dan sulit tidur dengan nyenyak.
7. Sarung tangan bayi

Sarung tangan bayi sering digunakan oleh orangtua untuk mencegah bayi menggaruk wajah atau tubuh sendiri. Namun, menggunakan sarung tangan terlalu sering membuat bayi tidak dapat merasakan tekstur atau suhu benda yang disentuh melalui telapak tangan.
Padahal, sensori melalui tangan sangat penting untuk perkembangan motorik halus, koordinasi, dan kemampuan bayi mengenal lingkungan sekitarnya. Sebagai alternatif, orangtua bisa memotong kuku bayi secara rutin.
8. Ayunan bayi

Ayunan bayi memang sering digunakan untuk menenangkan atau menghibur bayi. Namun, penggunaan ayunan yang terlalu sering atau digoyang terlalu kencang dapat berisiko serius.
Guncangan yang keras pada bayi dapat menyebabkan cedera otak, termasuk pendarahan otak. Hal ini karena otak bayi masih lembut dan rapuh, sehingga getaran atau guncangan yang terlalu kuat bisa merusak jaringan otak.
9. Sleep positioner

Sleep positioner atau alat bantu tidur bayi sering digunakan dengan tujuan bayi tetap berada pada posisi tertentu saat tidur. Banyak Mama yang menggunakan alat ini dengan niat baik, misalnya untuk mencegah bayi berguling atau untuk mengurangi risiko SIDS.
Namun, penggunaan sleep positioner justru bisa menimbulkan risiko serius bagi keselamatan bayi. Bayi bisa terperangkap di antara bantalan atau sisi alat, sehingga pernapasan terganggu dan berisiko mengalami kematian akibat tercekik atau mati lemas.
Selain itu, sleep positioner juga bisa memberi rasa aman palsu bagi orangtua. Karena bayi dianggap aman berada di posisi tertentu, pengawasan bisa menjadi kurang, padahal bayi tetap memerlukan kontrol dan pengawasan terus-menerus saat tidur.
10. Pelampung inflatable

Pelampung bayi yang dipasang di leher atau lengan dan diisi udara sering digunakan untuk membantu bayi belajar mengapung saat berenang. Namun, penggunaan pelampung jenis ini sangat berisiko bagi keselamatan bayi.
Pelampung bisa kempes secara tiba-tiba, sehingga bayi berpotensi tenggelam. Posisi pelampung di leher atau lengan juga berisiko menyebabkan sesak napas atau tercekik, karena bayi belum mampu mengontrol posisi tubuhnya sendiri.
11. Kalung amber

Kalung ini biasanya dipakaikan pada bayi dengan tujuan mengurangi nyeri saat tumbuh gigi atau membantu proses pertumbuhan gigi menjadi lebih lancar. Namun, tidak ada bukti nyata yang mendukung klaim tersebut.
Sebaliknya kalung ini dapat berisiko karena terbuat dari manik-manik kecil yang bisa lepas atau putus sewaktu-waktu. Jika bayi tanpa sengaja memasukkan manik-manik ke mulut, risiko tersedak bisa terjadi dan membahayakan keselamatan bayi.
12. Perhiasan logam

Sebagian orangtua memang senang menghias bayi, terutama bayi perempuan, dengan perhiasan logam seperti anting, gelang, atau kalung. Namun, perhiasan logam sebaiknya dihindari pada bayi karena berisiko membahayakan keselamatannya.
Perhiasan logam dapat tersangkut pada tubuh bayi atau tertelan secara tidak sengaja, yang berpotensi menyebabkan tersedak atau luka serius. Selain itu, beberapa jenis logam dapat menimbulkan alergi pada kulit bayi, memicu ruam, gatal, atau iritasi yang membuat bayi merasa tidak nyaman.
Nah, itu dia benda terlarang untuk bayi. Jangan dianggap sepele, demi keamanan dan kenyamanan si Kecil, ya, Ma!


















