Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Campak Bisa Meningkatkan Risiko Pneumonia, Orangtua Harus Waspada!

Campak Bisa Meningkatkan Risiko Pneumonia, Orangtua Harus Waspada!
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI
Intinya Sih
  • Campak bukan sekadar ruam merah, tapi bisa menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia.

  • Pneumonia pada penderita campak menyebabkan peradangan paru-paru, gangguan pertukaran oksigen, dan dapat memperparah kondisi.

  • Pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada kasus campak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Campak sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyebabkan ruam merah pada kulit. Padahal, infeksi virus ini dapat menimbulkan dampak yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik. Selain ruam, campak juga bisa memicu berbagai komplikasi kesehatan.

Beberapa komplikasi yang cukup sering terjadi adalah infeksi telinga dan diare yang dapat membuat kondisi anak semakin lemah selama masa sakit. Dalam kasus yang lebih berat, campak bahkan dapat berkembang menjadi pneumonia.

Untuk memahami bagaimana campak bisa meningkatkan risiko pneumonia berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya. Yuk, simak informasinya, Ma!

Table of Content

1. Campak bisa meningkatkan risiko pneumonia

1. Campak bisa meningkatkan risiko pneumonia

Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI

Campak dapat menimbulkan komplikasi serius, salah satunya pneumonia atau radang paru-paru. Hal ini terjadi karena virus campak merusak lapisan pelindung tubuh yang disebut epitel, yaitu jaringan tipis yang melapisi saluran pernapasan, saluran pencernaan, hingga bagian dalam paru-paru.

Ketika virus menyerang, lapisan epitel pada saluran napas dan saluran pernapasan bagian bawah dapat mengalami kerusakan. Akibatnya, pertahanan alami paru-paru menjadi melemah sehingga kuman lain lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi. Kondisi inilah yang meningkatkan risiko terjadinya pneumonia pada anak yang terinfeksi campak.

2. Apa yang terjadi jika campak berkomplikasi menjadi pneumonia?

Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI

Ketika campak berkembang menjadi pneumonia, paru-paru akan mengalami peradangan. Jaringan paru-paru yang seharusnya berisi udara dapat terisi cairan, lendir, atau sel-sel imun yang sedang melawan infeksi.

Kondisi ini membuat paru-paru tidak dapat bekerja secara normal. Akibatnya, fungsi utama paru-paru untuk menukar oksigen dan karbon dioksida menjadi terganggu. Jika peradangan terjadi cukup luas, tubuh akan kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup untuk organ-organ penting seperti otak, jantung, dan jaringan tubuh lainnya.

Pada penderita campak, kondisi ini bisa menjadi lebih berat karena beberapa faktor yang menyertai selama masa sakit. Misalnya demam tinggi yang berlangsung lama, tubuh mengalami dehidrasi karena kurang cairan, atau kondisi gizi anak yang kurang baik sehingga daya tahan tubuh melemah.

Selain itu, sistem imun yang sudah terdampak oleh infeksi campak juga membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi pada paru-paru. Karena itulah pneumonia menjadi salah satu komplikasi paling serius pada penderita campak.

3. Bakteri komplikasi campak yang menyebabkan pneumonia

Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI

Infeksi campak tidak hanya berdampak pada tubuh saat virus aktif menyerang. Virus dari kelompok Morbillivirus ini juga dapat menimbulkan kondisi yang disebut immune amnesia, yaitu keadaan ketika sistem kekebalan tubuh kehilangan sebagian “ingatan” terhadap infeksi yang pernah dilawan sebelumnya.

Akibatnya, setelah seseorang terinfeksi campak, daya tahan tubuh menjadi lebih lemah dan lebih mudah terserang penyakit lain. Kondisi ini membuat tubuh rentan terhadap berbagai patogen, termasuk bakteri yang dapat memicu infeksi pada paru-paru atau pneumonia.

Karena itu, banyak kasus pneumonia pada penderita campak sebenarnya dipicu oleh infeksi bakteri sekunder. Beberapa bakteri yang paling sering menyebabkan komplikasi tersebut antara lain Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Haemophilus influenzae.

4. Kelompok yang berisiko mengalami komplikasi pneumonia dari campak

Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI

Tidak semua bayi yang penderita campak mengalami komplikasi pneumonia. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih rentan terhadap infeksi.

Bayi yang belum mendapatkan vaksin campak juga menjadi salah satu kelompok yang berisiko. Tanpa imunisasi, tubuh bayi belum memiliki antibodi untuk melawan virus campak. Akibatnya, saat terinfeksi, virus dapat berkembang lebih cepat dan meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi seperti pneumonia.

Bayi dan anak dengan malnutrisi, kekurangan nutrisi, terutama vitamin A, dapat melemahkan sistem imun sehingga tubuh tidak mampu melawan infeksi dengan baik. Kondisi ini membuat infeksi campak lebih mudah berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Anak atau orang dengan sistem imun lemah juga termasuk kelompok yang rentan. Misalnya penderita HIV atau pasien yang sedang menjalani terapi imunosupresif, seperti pengobatan tertentu yang menekan sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi ini, kemampuan tubuh melawan virus campak dan infeksi sekunder menjadi menurun sehingga risiko pneumonia meningkat.

5. Pneumonia penyebab kematian paling umum pada penderita campak

Campak Bisa Berkomplikasi Menjadi Pneumonia 5
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI

Dikutip dari penelitian yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine, campak masih menyerang jutaan orang di negara berkembang. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa komplikasi pada paru-paru menjadi faktor utama yang menyebabkan kematian pada penderita campak.

Sekitar 90 persen kematian pada penderita campak berkaitan dengan komplikasi paru, termasuk pneumonia. Karena itu, pneumonia menjadi salah satu komplikasi paling berbahaya dari campak dan sering menjadi penyebab kematian pada penderita penyakit ini, terutama jika infeksi tidak segera ditangani dengan baik.

Nah, itu dia penjelasan terkait campak bisa meningkatkan risiko pneumonia. Jangan sepelekan campak pada bayi, ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More