- Lalu, kapan bayi harus dibawa ke dokter bila muncul ruam? Segera bawa bayi ke dokter bila muncul gejala berikut ini:
Ruam disertai demam sangat tinggi, anak tampak sangat lemas - Ruam dengan sesak/napas cepat, muntah terus, atau kejang
- Ruam yang tampak memar atau ungu dan tidak hilang saat ditekan
- Bayi minum sangat sedikit atau tanda dehidrasi
- Bayi <3 bulan dengan ruam dan demam
Cara Membedakan Ruam Merah Gejala Campak dan Penyakit Lainnya

- Ruam merah tidak selalu menandakan campak; bisa disebabkan oleh roseola, alergi, HFMD, atau infeksi virus lain dengan pola dan gejala berbeda.
- Ruam campak biasanya muncul saat demam tinggi 3–5 hari, dimulai dari belakang telinga lalu menyebar ke tubuh disertai batuk pilek dan mata merah.
- Orangtua perlu segera membawa anak ke dokter bila ruam disertai demam tinggi, sesak napas, muntah terus-menerus, kejang, tampak memar, atau tanda dehidrasi.
Salah satu gejala utama penyakit campak yang paling jelas terlihat adalah ruam di tubuh penderitanya.
Namun, ruam merah tidak selalu menjadi gejala penyakit campak saja. Ruam juga menjadi gejala penyakit lain, Ma. Bagaimana cara membedakannya, ya? Hal ini sangat penting supaya Mama bisa mengambil tindakan yang cepat dan tepat untuk si Kecil.
Ulasan Popmama.com berikut ini akan membahas tentang ruam merah bukan selalu campak dan bagaimana cara membedakannya. Semoga bisa membantu, ya, Ma.
1. Ruam campak

Salah satu gejala campak adalah ruam merah. Namun, munculnya ruam merah tidak selalu menjadi gejala penyakit campak, Ma. Bisa jadi si Kecil menderita penyakit lain yang memiliki gejala ruam.
Lalu bagaimana cara membedakannya, ya?
Dilansir dari unggahan dr. Agnes Tri Harjaningrum dr. SpA M.Sc di laman Instagram pribadinya @ meet.dr_agnes, ruam karena campak biasanya selalu diawali atau disertai dengan demam tinggi yang berlangsung selama 3 hingga 5 hari. Dan saat demam sedang tinggi-tingginya itulah biasanya ruamnya muncul.
Ruam muncul mulai dari belakang telinga, wajah, leher, kemudian turun ke dada kemudian baru ke badan.
Demam dan ruam juga biasanya disertai dengan batuk pilek, mata merah atau kadang ada diare.
2. Ruam roseola (Human Herpesvirus-6/7)

Bedakan antara ruam campak dengan ruam roseola. Pada roseola, si Kecil mengalami demam tinggi selama 3 hari.
Setelah demam tingginya turun, ruam merahnya muncul. Ruam muncul kadang di seluruh tubuh, namun tidak gatal dan anak tidak terlalu rewel dan masih aktif.
3. Ruam alergi atau urtikaria

Selain itu, ada ruam urtikaria atau ruam alergi.
Ruam ini biasanya berupa bentol besar, terasa gatal, dan muncul serta hilang secara tiba-tiba. Bila si Kecil mengalami ruam ini, biasanya ia masih aktif dan tidak mengalami demam.
Ruam ini tidak mengikuti pola menyebar tertentu. Biasanya dipicu makanan, infeksi virus, udara dingin, atau alergi lain.
Urtikaria biasanya tanpa demam. Kalau muncul bersamaan dengan demam, biasanya karena infeksi virus yang memicu urtikarianya, bukan urtikaria yang menyebabkan demam.
4. Ruam karena HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease)

Ada juga ruam yang menjadi gejala penyakit hand, foot, and mouth disease. Ruam merah ini biasanya muncul di tangan, kaki, atau selangkangan. Ruam ini biasanya muncul disertai dengan sariawan di mulut. Si Kecil juga mengalami demam dan tidak mau makan karena adanya sariawan di mulut.
Ruam tidak menyebar dari wajah turun, sehingga berbeda dari campak.
Selain itu, ada viral exanthem (ruam akibat virus non-campak). Infeksi virus umum (adenovirus, enterovirus, influenza, parainfluenza) dapat menimbulkan ruam tanpa pola khas, sering tidak terlalu gatal, dan anak tampak tidak terlalu sakit. Guideline AAP menyebutkan ruam jenis ini sering muncul saat flu dan biasanya self-limiting.
Kapan harus Membawa Bayi ke Dokter?

Menurut dr. Agnes, orangtua perlu mengetahui perbedaan antara tiap ruam agar orangtua tidak cepat panik dan juga bisa mengambil tindakan yang cepat untuk mengatasinya.
Ruam anak sering mirip satu sama lain, tapi pola dan urutan gejalanya membantu membedakan.
Itu penjelasan tentang ruam merah bukan selalu campak dan bagaimana cara membedakannya. Semoga bisa membantu Mama dalam membedakan ruam yang muncul pada bayi, ya.
















