Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Cara Mendiagnosis Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi
Freepik/freepik

Penyakit jantung bawaan (PJB) atau congenital heart disease merupakan kelainan pada jantung bayi yang diderita sejak dalam kandungan. Penyakit ini muncul akibat kegagalan proses pembentukan organ saat bayi di dalam kandungan. 

Salah satu faktor yang memengaruhi penyakit jantung bawaan dapat diderita si Kecil adalah kesehatan Mama selama hamil. Untuk itu, penting bagi ibu hamil mengonsumsi makanan bernutrisi serta selalu menjaga kebersihan. 

Ibu hamil juga perlu rutin menjalani vaksinasi sebagai bentuk perlindungan diri dari segala jenis virus dan bakteri yang mengancam kesehatan Mama dan si Kecil.

Deteksi secara dini juga perlu dilakukan agar penyakit jantung bawaan pada bayi dapat ditangani sebelum terlambat. Lantas, bagaimana cara mendiagnosis penyakit jantung bawaan yang berisiko pada bayi baru lahir?

Berikut ini Popmama.com telah merangkum informasi mengenai cara mendiagnosis penyakit jantung bawaan pada bayi. Disimak, yuk, Ma!

Cara Mendiagnosis Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

Freepik/freepik

Penyakit jantung bawaan dapat didiagnosis sebelum anak lahir dengan menggunakan USG yang dilakukan selama kehamilan. 

Bayi yang baru lahir juga biasanya akan diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui apakah ada penyakit bawaan lahir. 

Mengutip National Health, Lung, and Blood Institute USA, ada beberapa tes dan prosedur yang dilakukan untuk mendiagnosis risiko penyakit jantung bawaan. Berikut beberapa cara mendiagnosis pada ibu hamil dan bayi:

1. Tes pulse oximeter

Pixabay/charlykushu

Tes ini merupakan salah satu skrining yang dilakukan di rumah sakit saat si Kecil baru lahir atau sebelum bayi diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Tes ini dilakukan untuk menilai saturasi oksigen pada jari tangan kanan (perifer pre-ductal) dan jari kaki kiri atau kanan bayi (post-ductal).

Jika pemeriksaan saturasi perifer <95% dan terdapat hasil perbedaan >3% pada saturasi pre dan post ductal, dapat dilakukan pemeriksaan ekokardiografi untuk melihat struktur organ jantungnya.

2. Ekokardiografi

Freepik/dcstudio

Ekokardiografi merupakan tes menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar jantung bergerak.

Tes ini akan membantu dalam mengetahui apakah ada risiko penyakit jantung bawaan pada si Kecil atau tidak. Tes ini tidak sakit sebab menggunakan gelombang suara dan dapat dilakukan saat hamil, ya, Ma.

3. Elektrokardiogram

Freepik/freepik

Elektrokardiogram atau EKG merupakan pemeriksaan aktivitas listrik jantung untuk mengetahui adanya gangguan irama jantung, penebalan otot pada jantung, hingga penyempitan pada pembuluh darah koroner jantung.

Tes yang dilakukan pada si Kecil untuk mengevaluasi ritme detak jantung dan memeriksa aktivitas listrik pada jantung.

4. Kateterisasi jantung

Pixabay/eliola

Kateterisasi digunakan untuk mengukur tekanan dan tingkat oksigen di dalam jantung dan pembuluh darah si Kecil.

Dengan memasukkan kateter ke dalam jantung, dokter akan mengetahui apakah ada darah mengalir dari sisi kiri jantung ke kanan jantung, bukan ke seluruh tubuhnya.

5. Rontgen dada

Freepik.com/rawpixel.com

Rontgen dada dilakukan pada si Kecil untuk mengetahui apakah jantungnya membesar atau tidak.

Pemeriksaan ini juga dapat menunjukkan apakah ada paru-paru yang memiliki aliran darah berlebih atau cairan berlebih yang menjadi tanda gagal jantung.

6. Uji genetik

freepik/gpointstudio

Selain faktor bawaan sejak dalam kandungan, kondisi genetik dari orangtua juga dapat membuat bayi berisiko mengalami penyakit jantung bawaan. Untuk itu, uji genetik dilakukan pada orangtua untuk mengetahui apakah ada riwayat PJB sebelumnya.

7. MRI jantung

Freepik

MRI atau Magnetic Resonance Imaging dapat dilakukan pada si Kecil untuk mengetahui dan melihat anatomi jantung dan fungsi pompa jantung apakah berfungsi dengan baik atau tidak.

Pemeriksaan ini juga dapat mendiagnosis kelainan jantung dan perkembangannya dari waktu ke waktu.

Ciri-Ciri Bayi Menderita Penyakit Jantung Bawaan

freepik/freepik

Penyakit jantung bawaan merupakan penyakit yang dapat mengancam kesehatan anak terutama bayi baru lahir. Untuk itu, penyakit ini harus segera dideteksi sedini mungkin agar penanganannya bisa lebih cepat. 

Bayi yang menderita penyakit jantung bawaan dapat dideteksi lewat ciri-ciri pada tubuhnya yang tampak tidak normal seperti bayi pada umumnya. Meski sebelumnya telah dilakukan USG dan pemeriksaan saat hamil, penyakit jantung bawaan bisa saja baru muncul atau diketahui setelah bayi lahir.

Berikut beberapa gejala dan ciri-ciri penyakit jantung bawaan pada bayi yang dapat Mama perhatikan:

  • Area bibir, kulit, kaki, dan jari tangan berwarna kebiruan,
  • Bayi terlihat kesulitan bernapas,
  • Berat badan lahir rendah,
  • Detak jantung berdebar atau lebih cepat,
  • Pertumbuhannya lebih lambat.

Ciri-ciri di atas dapat dijadikan penanda dan cara deteksi awal penyakit jantung bawaan yang dapat Mama lakukan di rumah. Jika si Kecil memiliki ciri-ciri tersebut, Mama dapat periksa kondisinya ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Nah, itu dia informasi mengenai cara mendiagnosis penyakit jantung bawaan pada bayi dan ciri-ciri bayi menderita penyakit jantung bawaang. Mama dapat lakukan pemeriksaan dengan melihat ciri-ciri pada tubuh si Kecil terlebih dahulu.

Jika ada indikasi penyakit jantung bawaan pada si Kecil, segera periksa ke dokter agar si Kecil mendapatkan penanganan dan diagnosis resmi. 

Semoga informasi di atas bermanfaat, Ma!

Editorial Team