- Penyakit mitokondriaSalah satu kondisi kesehatan yang jelas diwariskan mama adalah penyakit mitokondria. Kelainan bawaan ini terjadi ketika DNA mitokondria mengalami mutasi, karena mitokondria hanya diturunkan lewat sel telur. Penyakit ini bisa muncul sejak lahir hingga usia dewasa dan dapat memengaruhi berbagai organ penting seperti otak, saraf, otot, jantung, hingga pankreas. Beberapa penyakit seperti Alzheimer, distrofi otot, ALS, diabetes, hingga kanker juga dapat berkaitan dengan disfungsi mitokondria sekunder.
- Kondisi mata yang terkait gen dari mamaBeberapa gangguan penglihatan juga lebih besar peluangnya diturunkan dari mama. Misalnya, miopia patologis, di mana struktur mata dan kualitas penglihatan diwariskan secara genetik. Jika Mama memiliki miopia sejak kecil, si Kecil cenderung memiliki risiko yang sama. Selain itu, buta warna, terutama pada anak laki-laki, karena laki-laki hanya punya satu kromosom X, mereka lebih rentan mewarisi kondisi ini dari mama.
- Kemampuan menambah atau menurunkan berat badanPola metabolisme tubuh juga bisa diwariskan dari mama, lho! Anak dapat memiliki kecenderungan metabolisme cepat atau lambat sesuai dengan gen mama. Namun, para ahli menekankan bahwa genetika hanyalah salah satu faktor. Pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehari-hari memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dalam mengatur berat badan.
Inilah Hal yang Diturunkan Mama pada Anak, dari Gen hingga Fisik!

Pernahkah Mama melihat si Kecil melakukan sesuatu dan tiba-tiba merasa seperti melihat diri sendiri? Ternyata, banyak hal yang dapat diwariskan dari Mama kepada anak. Tidak hanya soal fisik, tapi juga karakter, kecenderungan emosi, hingga kondisi kesehatan.
Secara ilmiah, ada banyak faktor genetik dari pihak Mama yang berperan besar dalam membentuk fisik dan sifat anak. Selain DNA yang diturunkan sejak masa pembuahan, pengaruh epigenetik dan lingkungan selama kehamilan juga membuat peran Mama semakin penting dalam perkembangan si Kecil.
Menariknya, warisan ini tidak selalu terlihat secara langsung. Ada hal yang baru tampak ketika anak tumbuh besar, atau fisik tertentu yang baru terlihat setelah melewati fase perkembangan tertentu.
Berikut Popmama.com telah siapkan berbagai hal yang diturunkan mama pada anak, dilansir dari MedicineNet.
1. Gen atau kondisi kesehatan yang diturunkan mama kepada anak

Gen yang dimiliki Mama akan menurun atau diwariskan kepada si Kecil. Gen atau kondisi kesehatan tertentu yang telah dialami Mama kemungkinan besar juga dialami oleh anak.
2. Penampilan fisik yang diturunkan mama kepada anak

Mama juga menurunkan penampilan atau ciri fisik pada anak. Penampilan fisik seperti warna rambut, tekstur rambut, garis rambut, kulit, dan varises diwarisi dari mama kepada si Kecil.
3. Siklus tubuh yang diturunkan mama kepada anak, khususnya anak perempuan

Waktu menstruasi pertama dan usia menopause ternyata bisa diwariskan dari ibu ke anak perempuan. Jika Mama mengalami menarche atau menstruasi atau haid pertama lebih cepat atau lebih lambat dari rata-rata, besar kemungkinan anak perempuan akan memiliki pola yang mirip.
Hal yang sama berlaku untuk menopause. Anak perempuan cenderung memasuki masa menopause pada usia yang tidak jauh berbeda dari sang ibu. Meski begitu, gaya hidup dan kesehatan keseluruhan tetap berperan dalam memengaruhi siklus tubuh ini.
4. Kognitif dan kondisi psikologis yang diturunkan mama kepada anak

Kondisi kognitif dan psikologis anak ternyata juga dipengaruhi oleh genetik mama, lho! Berikut beberapa hal mengenai kognitif dan psikologis yang kemungkinan besar diwariskan:
- KecerdasanBeberapa penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan anak banyak dipengaruhi oleh mama. Studi dari Glasgow menemukan bahwa IQ anak hanya berbeda sekitar 15 poin dari IQ mama mereka. Faktor pendidikan dan lingkungan tetap berperan, tapi gen dari mama menjadi salah satu faktor terkuat.
- Pola tidurJika Mama mengalami insomnia atau kebiasaan tidur yang tidak teratur, akan membuat si Kecil tidur lebih larut dan memiliki durasi tidur lebih pendek. Pola ini sering terbentuk dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan keluarga.
- ADHDRisiko ADHD pada anak dapat meningkat jika Mama memiliki kadar serotonin rendah. Gen yang mengatur produksi serotonin, yaitu zat kimia yang berperan dalam fokus dan pengendalian impuls, diturunkan dari mama.
- Suasana hatiEmosi dan suasana hati juga bisa diwariskan, terutama jika Mama memiliki anak perempuan. Struktur otak yang mengatur emosi, seperti sistem kortikal limbik, lebih dominan diwarisi melalui garis mama. Oleh karena itu, kecenderungan terhadap perubahan atau gangguan suasana hati dapat serupa antara Mama dan si Kecil yang berjenis kelamin perempuan.
Itulah berbagai hal yang diturunkan mama pada anak. Apakah Mama sudah menyadari ada hal serupa pada si Kecil?


















