Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

1 Orang Campak Bisa Menularkan ke 12-18 Orang, Mama Perlu Waspada

1 Orang Campak Bisa Menularkan ke 12-18 Orang, Mama Perlu Waspada
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Intinya Sih

  • Campak disebabkan virus Morbillivirus yang sangat mudah menular, bahkan satu orang bisa menularkan ke 12–18 orang melalui udara atau droplet dari batuk dan bersin.
  • Penyakit ini berisiko tinggi pada bayi di bawah satu tahun karena sistem imun belum optimal, serta dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia dan radang otak.
  • Pencegahan utama dilakukan lewat vaksin MR gratis untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, sementara bayi di bawah 9 bulan masih terlindungi antibodi dari ibu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Campak merupakan salah satu penyakit menular dengan jumlah kasus cukup tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus yang dapat menyebar dengan sangat mudah.

Selain mudah menular, campak juga menimbulkan berbagai komplikasi serius yang dalam beberapa kasus dapat memicu kematian.

Kondisi ini tentu memerlukan perhatian khusus bagi Mama agar lebih waspada sekaligus melakukan langkah pencegahaan sejak dini untuk melindungi si Kecil dari risiko penularan.

Berikut Popmama.com telah merangkum bagaimana virus campak sangat berbahaya, bahkan 1 orang campak bisa menularkan ke 12-18 orang. Yuk, Ma, simak selengkapnya.

Table of Content

Mengapa Penyakit Campak Mudah Menular?

Mengapa Penyakit Campak Mudah Menular?

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Virus campak cepat menyebar melalui udara atau droplet nuclei, yaitu partikel sangat kecil yang berasal dari percikan batuk atau bersin penderita.

Partikel tersebut mampu bertahan di udara hingga sekitar dua jam meski penderita telah meninggalkan ruangan tersebut sehingga orang lain dapat tertular campak meski tidak melakukan kontak langsung dengan penderita.

Salah satu kelompok paling rentan terhadap campak adalah bayi yang masih belum berusia satu tahun dan belum mendapatkan vaksinasi.

Pada usia ini, sistem kekebalan tubuhnya masih belum terbentuk secara optimal sehingga risiko penularannya sangat tinggi, bahkan mencapai lebih dari 90 persen.

Akibat faktor tersebut, penyakit campak menjadi sangat mudah untuk menular dan tersebar.

Apakah Campak Berbahaya?

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Selain penyebarannya yang sangat cepat, campak juga memberikan rasa tidak nyaman bahkan berpotensi terhadap kematian. Menurut laman dari Johns Hopkins Medicine, campak dapat menyebabkan kematian pada sekitar 1 hingga 3 dari setiap 1.000 anak yang terinfeksi.

Pada umumnya, campak akan membaik dalam waktu sekitar satu minggu jika tidak disertai dengan komplikasi.

Komplikasi yang muncul dalam campak, meliputi dehidrasi, infeksi telinga, pneumonia, hingga radang otak.

Berbagai komplikasi tersebut tentu membahayakan bagi para penderita karena menyebabkan kerusakan tubuh yang lebih serius, seperti kerusakan neurologis permanen hingga berujung pada kematian.

Oleh karena itu, perlu penanganan medis untuk mendapatkan perawatan yang tepat untuk meredakan penyakit ini.

Gejala Penyakit Campak

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Tanda-tanda infeksi campak biasanya muncul sekitar 7–14 hari setelah seseorang telah terpapar virus.

Gejala awal dari penularan tersebut, meliputi demam hingga 40,6 derajat Celcius, batuk kering, pilek, hingga mata merah dan berair.

Setelah itu, mulai terdapat bintik-bintik putih kecil di dalam mulut si Kecil pada 2–3 setelah gejala awal tersebut muncul.

Si Kecil juga akan menunjukkan tanda ruam khas campak yang mulai muncul pada area wajah atau leher saat dua minggu setelah terpapar virus.

Setelah itu, ruam akan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti dada, lengan, dan kaki.

Apakah Bayi Boleh Mendapatkan Vaksin Campak?

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Hingga saat ini, masih belum terdapat pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan penyakit campak.

Meski begitu, penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi vaksi MR, yaitu vaksin untuk melindungi tubuh dari campak dan rubella.

Menurut laman Kementrian Kesehatan RS Hasan Sadikin, imunisasi vaksin MR diberikan secara gratis kepada anak-anak dengan usia minimal 9 bulan hingga 15 tahun.

Vaksin tersebut telah teruji aman dan efektif dalam membantu melindungi tubuh dari penularan penyakit campak tanpa efek samping.

Reaksi ringan, seperti demam ringan, ruam merah, bengkak ringan, atau rasa nyeri pada area suntikan merupakan kondisi normal dan dapat mereda dalam waktu sekitar 2–3 hari.

Bagaimana jika Bayi Usia Kurang dari 9 Bulan Terkena Campak?

Freepik/shurkin_son
Freepik/shurkin_son

Pemberian vaksin campak pada usia 9 bulan merupakan pertimbangan tepat karena bayi sedang memasuki masa transisi kekebalan daya tahan tubuh.

Namun, Mama tidak perlu khawatir jika bayi dengan usia kurang dari 9 bulan karena bayi masih mendapatkan antibodi maternal yang berasal dari ibu dan dapat bertahan hingga usia 6–9 bulan.

Bayi dengan usia kurang dari 9 bulan tidak memerlukan vaksin campak karena bayi masih mendapatkan antibodi maternal dan hanya menghambat kinerja vaksin sehingga efektivitasnya menjadi tidak optimal.

Apabila Mama masih merasa khawatir terhadap penularan penyakit campak, Mama dapat melakukan pencegahan lebih dini untuk meminimalisir dampak tersebut.

Mama juga perlu memastikan tidak ada anggota keluarga yang terinfeksi campak serta menghindari berkerumun dengan si Kecil saat kasus campak sedang tinggi.

Selain itu, pastikan Mama memenuhi kebutuhan ASI si Kecil terpenuhi agar antibodi dalam ASI membantu memperkuat daya tahan tubuh bagi bayi secara keseluruhan.

Itu tadi penjelasan terkait campak bisa menularkan ke 12-18 orang. Mama perlu lebih waspada terhadap kondisi ini karena campak sangat berbahaya, bahkan 1 orang campak bisa menularkan ke 12-18 orang.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk membantu Mama dalam mencegah penularan campak pada si Kecil, ya, Ma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More