Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Penyebab Bibir Pecah-Pecah pada Bayi Baru Lahir

7 Penyebab Bibir Pecah-Pecah pada Bayi Baru Lahir
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Intinya Sih
  • Bibir pecah-pecah pada bayi baru lahir sering terjadi karena kulitnya masih sensitif dan sedang beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim.
  • Penyebab utamanya meliputi dehidrasi, perubahan cuaca, sensitivitas kulit, efek obat-obatan, kekurangan nutrisi, hingga kebiasaan menjilati bibir berlebihan.
  • Orang tua disarankan menjaga asupan cairan dan nutrisi bayi serta menyesuaikan perawatan kulit sesuai kondisi agar bibir tetap lembap dan sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bayi yang baru lahir cenderung mengalami kondisi bibir kering atau pecah-pecah yang tidak jarang membuat banyak orangtua merasa khawatir saat melihat kondisi tersebut.

Kondisi ini dapat terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari kulit bayi yang masih sangat sensitif hingga proses adaptasi terhadap perubahan lingkungan di luar rahim. Tentunya, kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman pada bayi.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memahami berbagai penyebab bibir pecah-pecah pada bayi baru lahir agar Mama dapat memberikan perawatan yang tepat dalam menjaga kesehatan kulit si Kecil.

Berikut Popmama.com telah merangkum penyebab bibir pecah-pecah pada bayi baru lahir. Yuk, Ma, simak selengkapnya.

Table of Content

1. Dehidrasi

1. Dehidrasi

Freepik/shurkin_son
Freepik/shurkin_son

Penyebab utama bibir pecah-pecah pada bayi baru lahir adalah dehidrasi atau kurangnya cairan dalam tubuhnya. Selain bibir pecah-pecah, dehidrasi juga dapat memicu kondisi lain, seperti mata cekung, kulit kering, hingga fontanel cekung.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memastikan kebutuhan cairan si Kecil selalu terpenuhi dengan baik. Mama dapat memberinya ASI atau susu formula sesuai kebutuhannya, terutama saat cuaca sedang panas.

2. Kerontokan kulit

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Saat bayi baru lahir, bayi akan mulai beradaptasi dengan lingkungan baru di luar rahim. Dalam proses penyesuaian ini, bayi dapat mengalami pengelupasan beberapa lapisan kulit secara alami, termasuk pada area bibir.

Kondisi ini masih tergolong normal karena kulit bayi menyesuaikan diri sehingga lapisan kulit lama dapat terkelupas, termasuk pada area bibir dari yang sebelumnya terlindungi oleh cairan ketuban di dalam kandungan.

3. Sensitivitas kulit

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Bayi yang baru lahir dengan kulit sensitif dapat memicu bibir pecah-pecah sebagai reaksi terhadap iritasi. Oleh karena itu, Mama perlu berhati-hati dalam berinteraksi dengan si Kecil agar tidak memicu iritasi pada kulitnya.

Misalnya bayi baru lahir sensitif dengan kosmetik, maka Mama perlu berhati-hati saat mencium bayi saat sedang menggunakan riasan wajah agar tidak memicu ruam, iritasi, hingga retakan pada bibirnya.

4. Obat-obatan

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Penggunaan obat-obatan tertentu pada bayi baru lahir dapat menimbulkan efek samping, salah satunya bibir menjadi kering hingga pecah-pecah.

Hal ini karena beberapa jenis obat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh atau kondisi kulit bayi yang masih sangat sensitif.

Oleh karena itu, Mama perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait penggunaan obat-obatan untuk si Kecil sebelum memberikan kepadanya agar penggunaannya lebih aman dan risiko efek samping dapat diminimalkan.

5. Perubahan cuaca

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Perubahan cuaca setelah bayi lahir dapat memengaruhi kondisi kulitnya, termasuk menyebabkan bibir menjadi kering dan pecah-pecah.

Perubahan suhu dan kelembapan udara dapat menarik kelembapan alami dari kulit bayi yang masih sangat sensitif. Kondisi ini biasanya lebih mudah terjadi saat cuaca dingin atau ketika udara terasa kering.

6. Kekurangan nutrisi

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Kondisi bibir pecah-pecah pada bayi baru lahir dapat menjadi tanda bahwa si Kecil mengalami kekurangan nutrisi tertentu, terutama kekurangan vitamin B12 atau zat besi yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit pada bayi baru lahir.

Oleh karena itu, Mama perlu melakukan konsultasi dengan dokter terkait pemenuhan nutrisi untuk memberikan penanganan yang tepat.

7. Menjilati bibir yang berlebihan

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Bayi yang baru lahir umumnya memiliki refleks mengisap yang cukup kuat. Karena refleks ini, bayi sering kali mengisap atau menjilati bibirnya lebih sering sehingga bibirnya menjadi kering.

Kondisi tersebut terjadi karena air liur yang menempel pada permukaan bibir akan menguap dengan cepat sehingga kelembapan pada area bibir akan berkurang dan bibir menjadi lebih kering daripada sebelumnya.

Refleks mengisap tersebut merupakan hal yang normal karena berkaitan dengan proses menyusu. Namun, kebiasaan ini membuat bibir bayi lebih mudah mengalami kekeringan.

Itu tadi penyebab bibir pecah-pecah pada bayi baru lahir. Untuk mencegah kondisi tersebut, Mama perlu memahami bahwa kulit bayi baru lahir masih sangat sensitif.

Oleh karena itu, Mama perlu memastikan kebutuhan cairan dan nutrisi si Kecil terpenuhi hingga mengenakan pakaian bayi yang sesuai dengan kondisi cuaca agar kulitnya tetap terlindungi.

Semoga artikel ini bermanfaat dalam menjaga kesehatan kulit si Kecil sekaligus mencegah kondisi bibir pecah-pecah pada bayi, ya, Ma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More