Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenali Manfaat DHA dan ARA pada Susu Bayi untuk Tumbuh Kembang Optimal

Kenali Manfaat DHA dan ARA pada Susu Bayi untuk Tumbuh Kembang Optimal
Pexels/HÂN NGUYỄN
Intinya Sih
  • DHA dan ARA adalah asam lemak omega rantai panjang penting untuk perkembangan otak, mata, dan sistem kekebalan tubuh bayi, baik dari ASI maupun susu formula.
  • Penelitian menunjukkan kombinasi DHA dan ARA dalam susu formula meningkatkan fungsi kognitif, penglihatan, serta menurunkan risiko infeksi pernapasan dan alergi pada bayi.
  • Para ahli merekomendasikan 70–100 mg DHA per hari bagi bayi usia 0–24 bulan dengan jumlah ARA seimbang untuk mendukung pertumbuhan otak optimal di tahun-tahun awal kehidupan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Mama mungkin pernah mendengar tentang pentingnya asam lemak omega, atau lebih spesifiknya, DHA dan ARA untuk perkembangan bayi. Tetapi apa fungsi DHA bagi bayi? Dan bagaimana ARA membantu perkembangan si Kecil?

DHA dan ARA disebut juga asam lemak omega "rantai panjang". Bayi sangat membutuhkan asam lemak dari ASI dan susu formula. DHA dan ARA digunakan untuk mendukung perkembangan jaringan dalam tubuh bayi. Asam lemak membantu membentuk membran lemak, yang merupakan penyusun setiap sel dalam tubuh.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat DHA dan ARA pada susu bayi, Mama bisa menyimak ulasan Popmama berikut ini.

Apa Itu DHA dan ARA?

Manfaat DHA dan ARA pada susu bayi
Freepik/fabrikasimf

DHA dan ARA adalah apa yang disebut asam lemak omega "rantai panjang". Asam lemak ini cukup panjang: nama DHA adalah singkatan dari asam docosahexaenoic (sejenis omega-3), dan ARA, asam arachidonic (sejenis omega-6).

Asam lemak omega-3 dan omega-6 keduanya merupakan lemak tak jenuh yang penting. Keduanya berperan dalam perkembangan mata, mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan penting untuk meningkatkan struktur dan fungsi otak.

Selain sebagai asam lemak pendukung otak, studi tentang susu formula yang diperkaya DHA dan ARA menunjukkan bahwa susu formula tersebut juga membantu mendukung kesehatan pernapasan.

ARA berperan dalam fungsi semua sel, seperti pada sistem saraf, otot rangka, dan sistem kekebalan tubuh.

Baik ASI maupun susu formula merupakan sumber DHA yang baik; namun, keseimbangan DHA dan ARA yang tepat sangat penting untuk perkembangan otak si kecil.

Manfaat DHA dan ARA pada Susu Bayi

Manfaat DHA dan ARA pada susu bayi
Pexels/Duc Anh Nguyen

Berikut beberapa manfaat DHA dan ARA yang terkandung dalam susu bayi:

  • Manfaat kognitif

Penelitian menunjukkan bahwa diet ibu hamil yang kaya akan asam lemak omega-3, termasuk DHA, dapat menurunkan risiko kelahiran prematur hingga 58%, yang menyebabkan peningkatan berat badan lahir.

Bayi prematur diketahui memiliki masalah dengan kemampuan belajar. Setelah ibu mengonsumsi suplemen omega-3 DHA dan asam eicosapentaenoic (EPA) (sebagai minyak ikan), bayi menunjukkan peningkatan fungsi kognitif pada usia 2,5 tahun.

Salah satu penelitian pertama yang meneliti efek kognitif DHA dan ARA pada bayi menggunakan formula yang mengandung DHA dan ARA. Pada usia 10 bulan, bayi yang mengonsumsi formula uji (dengan keduanya) menunjukkan peningkatan dalam perilaku pemecahan masalah dasar, dibandingkan dengan bayi yang diberi formula tanpa DHA atau ARA.

  • Manfaat untuk fungsi mata

Manfaat omega-3 DHA juga meluas di luar fungsi kognitif. Bayi yang terdaftar dalam uji coba penelitian bertajuk “DHA Intake and Measurement of Neural Development (DIAMOND) Study” dan diberi susu formula yang mengandung setidaknya 0,32% DHA, dikombinasikan dengan ARA, menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam respons otak mereka terhadap stimulasi penglihatan. Peningkatan ini berlangsung selama 12 bulan pertama dan konsisten di berbagai lokasi tempat uji coba dilakukan.

  • Fungsi kekebalan tubuh

Bukti untuk DHA dan ARA juga mulai mengungkap fakta-fakta berbeda tentang perkembangan sistem kekebalan tubuh. Sebuah studi oleh Lapillone dkk. melaporkan bahwa secara signifikan lebih sedikit bayi yang diberi susu formula yang mengandung DHA dan ARA menderita bronkitis, croup, atau diare, dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula kontrol tanpa asam lemak ini.

Lebih lanjut, ketika bayi dari studi DIAMOND dianalisis ulang untuk profil alergi atau eksim mereka, terlihat penurunan angka mengi dan alergi kulit pada bayi yang diberi DHA, dibandingkan dengan yang tidak diberi DHA.

Berapa Jumlah DHA dan ARA yang Direkomendasikan untuk Bayi?

Manfaat DHA dan ARA pada Susu Bayi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
Pexels/Towfiqu barbhuiya

Para ahli merekomendasikan 70-100 mg DHA per hari untuk bayi berusia 0-24 bulan, dan penting bagi bayi dan balita untuk mendapatkan jumlah yang tepat selama masa perkembangan mereka.

Jika bayi mengonsumsi susu formula yang diperkaya DHA, para ahli juga merekomendasikan agar bayi mendapatkan setidaknya jumlah ARA yang sama. Bahkan, begitu si Kecil mencapai ulang tahun ketiganya, pertumbuhan otaknya akan mencapai 85% selesai.

Oleh karena itu, masuk akal untuk memberikan sebanyak mungkin nutrisi pendukung otak dalam makanan mereka sedini mungkin. Beberapa tahun pertama kehidupan yang berharga dan tak terlupakan ini adalah waktu ketika otak bayi tumbuh lebih cepat daripada di kemudian hari, sehingga DHA dan ARA sangat penting di awal kehidupan.

Dilaporkan bahwa rata-rata, balita hanya mendapatkan sekitar 25% dari DHA yang direkomendasikan para ahli dalam makanan sehari-hari mereka, jadi suplemen DHA dapat membantu mengisi kesenjangan nutrisi tersebut.

Bayi cukup bulan biasanya mengonsumsi DHA dan ARA secara bersamaan sebagai bagian dari ASI, dan oleh karena itu, keduanya dianggap penting. Meskipun kadar DHA dapat bervariasi dengan asupan setiap mama, kadar ARA relatif konstan dalam ASI manusia di seluruh dunia.

Selain itu, status DHA dan ARA ibu sebelum dan selama menyusui secara langsung memengaruhi kesehatan dan perkembangan di kemudian hari pada masa kanak-kanak, pada banyak tingkatan yang berbeda. Jadi, ARA dan DHA dianggap sebagai kombinasi penting sebagai bagian dari nutrisi bayi yang lengkap.

Sekarang Mama sudah mengetahui tentang manfaat DHA dan ARA pada susu bayi. Diskusikan lagi dengan dokter mengenai cara memenuhi kebutuhan DHA dan ARA pada bayi, ya, Ma.

Semoga si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik, Ma!

Share Article
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More