- 6 bulan: Makanan dalam jumlah kecil yang dihaluskan hingga semi padat, meningkat secara bertahap
- 8 bulan: Mulai memberikan bayi figer food untuk belajar makan sendiri
- 12 bulan: Mengonsumsi makanan yang sama dengan makanan yang dikonsumsi keluarga.
Bayi MPASI Dikenalkan Makanan Keluarga atau Variatif Terlebih Dahulu?

- WHO dan Kemenkes RI menganjurkan MPASI dimulai pada usia 6 bulan, dengan tekstur, porsi, dan frekuensi yang disesuaikan perkembangan serta kemampuan cerna bayi.
- Bayi disarankan mengenal makanan variatif terlebih dahulu untuk memahami rasa dan tekstur; menjelang 12 bulan, mereka dapat bertahap mengikuti makanan keluarga yang aman dan sesuai tekstur.
- Menu MPASI perlu mencakup sayur, buah, protein, olahan susu tanpa gula, dan biji-bijian; alergen seperti telur atau kacang dikenalkan sambil memantau reaksi 3–5 hari dan berkonsultasi dokter.
MPASI merupakan tahapan penting untuk mengenalkan si Kecil pada makanan yang akan dikonsumsinya sehari-hari. Pada masa ini, bayi dapat diberikan makanan yang disesuaikan dengan kemampuan mencernanya.
Mengenalkan bayi pada berbagai jenis makanan juga akan mencegahnya tumbuh menjadi seorang picky eater atau terlalu memilih makanan. Jika si Kecil dapat mengonsumsi makanan yang beragam, kebutuhan nutrisinya akan terpenuhi, Ma.
Saat fase MPASI, tidak sedikit orangtua yang masih bingung harus mengenalkan makanan variatif terlebih dahulu atau makanan yang disajikan di atas meja makan keluarga.
Nah, simak penjelasan selengkapnya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini seputar bayi MPASI dikenalkan makanan keluarga atau variatif terlebih dahulu. Disimak, yuk, Ma!
Table of Content
Tahapan MPASI Bayi Menurut WHO

Ilustrasi bayi MPASI (Magnific/pressfoto) MPASI merupakan salah satu tahapan penting dalam tumbuh kembang bayi untuk mengenal rasa, tekstur, dan bentuk makanan. Menurut panduan WHO, bayi sebaiknya diberikan makanan pendamping saat usianya memasuki 6 bulan.
Panduan ini juga sejalan dengan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI, dimana usia 6 bulan merupakan waktu yang ideal untuk memberikan bayi MPASI, sebab bayi yang belum mencapai usia 6 bulan lebih berisiko mengalami alergi dan tersedak.
Tahapan pemberian MPASI juga disesuaikan dengan tumbuh kembang dan kemampuan mencerna bayi. WHO menganjurkan untuk menyesuaikan makanan bayi berdasarkan usia, berikut tahapannya:
Dikenalkan Makanan Keluarga atau Variatif Terlebih Dahulu?

Ilustrasi bayi makan MPASI (Pexels/Meruyert Gonullu) Konsistensi MPASI juga harus diberikan sesuai dengan usia dan kemampuan mencerna bayi. Frekuensi pemberian makanan juga perlu dilakukan bertahap, mulai dari 2–3 kali sehari antara 9-11 bulan, kemudian bertambah menjadi 3-4 kali pada usia 12-23 bulan.
Sementara itu, bayi sebaiknya dikenalkan makanan keluarga atau makanan variatif terlebih dahulu? Berdasarkan panduan WHO, bayi sebaiknya dikenalkan makanan variatif terlebih dahulu untuk mengenalkan berbagai rasa hingga tekstur.
Seiring bertambahnya usia, bayi dapat mulai dikenalkan dengan makanan yang dikonsumsi keluarga sehari-hari, baik yang teksturnya disesuaikan kemampuan hingga makanan yang sama dengan yang dihidangkan di meja makan keluarga.
Anjuran menu MPASI bayi ini juga divalidasi oleh dokter spesialis gizi klinik yang juga pencetus Nutri Health Indonesia, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK yang menganjurkan makanan keluarga diberi jelang bayi berusia 12 bulan.
”Menjelang usia 12 bulan, anak secara bertahap dapat mengikuti makanan keluarga yang disesuaikan tekstur dan keamanannya,” kata dokter yang juga aktif berpraktik di RS Primaya Kelapa Gading tersebut kepada Popmama.com.
Makanan Utama yang Perlu Dikenalkan pada Bayi

Ilustrasi anak sedang mengeksplore makanan finger food (pexels/Vanessa Loring) Saat memasuki fase MPASI bayi, Mama perlu mengenalkannya pada makanan yang bervariasi. Makanan tersebut tentu makanan yang sehat dan mengandung banyak nutrisi yang diperlukan bayi.
Untuk itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh bayi MPASI. Ada beberapa makanan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bayi, misalnya madu, ikan dengan merkuri tinggi, makanan setengah matang, hingga kacang.
The American Academy of Pediatrics mencatat kelompok makanan yang wajib dikenalkan pada bayi saat usianya memasuki 7-8 bulan, berikut daftarnya:
- Sayuran
- Buah-buahan
- Daging atau protein lainnya
- Olahan susu tanpa tambahan gula (yogurt atau keju)
- Biji-bijian utuh (ukuran kecil), seperti sereal bayi.
Kenalkan Makanan yang Mengandung Alergen

ilustrasi alergen (freepik.com/freepik) Beberapa makanan juga mengandung alergen yang dapat berdampak pada kondisi kesehatannya. Namun, Mama tetap harus mengenalkannya untuk mengetahui apakah si Kecil memiliki alergi yang perlu dihindari atau tidak.
Mengenalkan makanan dengan alergen membantu bayi mengetahui apa yang boleh dan perlu dihindari. Mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), makanan yang berpotensi menyebabkan alergi seperti telur, kerang, selai kacang, dan gandum perlu dikenalkan untuk mengetahui kondisi si Kecil.
Setelah mengenalkan makanan yang berpotensi memicu alergi, tunggu 3 hingga 5 hari untuk melihat reaksinya. Mama juga perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan dengan kondisi si Kecil sebelum mengenalkan makanan mengandung alergen secara lebih aman.
Itu dia penjelasan mengenai bayi MPASI dikenalkan makanan keluarga atau variatif terlebih dahulu.
Bayi MPASI dikenalkan makanan variatif terlebih dahulu sebelum akhirnya mengonsumsi makanan keluarga, Ma.





















