Kenapa Bayi Suka Menggeram? Kenali Penyebabnya

Bayi menggeram dapat berkaitan dengan kolik atau grunting syndrome, keduanya sama-sama memicu suara mengejan, tetapi memiliki tanda penyerta yang berbeda.
Grunting syndrome terjadi karena saluran cerna dan otot perut bayi belum sempurna. Bayi mengejan sebelum BAB, namun kotorannya tetap normal dan pijatan perut lembut dapat membantu.
Kolik umumnya ditandai geraman sambil menangis, wajah memerah, tangan mengepal, tubuh melengkung, serta sering muncul sore hingga malam. Bayi dapat ditenangkan dengan gendongan perlahan.
Bayi terkadang mengeluarkan suara seperti menggeram, terutama ketika sedang mengejan. Suara ini bisa membuat Mama khawatir, apalagi jika bayi terlihat tegang atau wajahnya memerah.
Namun, bayi yang menggeram bisa mengalami kondisi yang berbeda. Geraman dapat muncul ketika bayi mengalami kolik atau saat kesulitan mengoordinasikan otot untuk buang air besar.
Lantas, kenapa bayi suka menggeram? Berikut Popmama.com sudah merangkum beberapa penyebabnya yang perlu Mama kenali.
Table of Content
Bayi Suka Menggeram Bisa karena Kolik atau Grunting Syndrome

Magnific Bayi yang menggeram bisa mengalami kolik atau grunting syndrome. Meski sama-sama membuat bayi mengeluarkan suara seperti mengejan, keduanya memiliki tanda yang berbeda.
Pada bayi yang mengalami kolik, suara geraman biasanya disertai tangisan. Bayi juga dapat menunjukkan beberapa tanda seperti wajah memerah, tangan mengepal, kedua kaki dan tangannya terangkat ke arah perut, serta punggung melengkung.
Sementara itu, grunting syndrome lebih berkaitan dengan proses bayi saat buang air besar. Bayi akan terlihat lebih sering mengejan, ngulet, dan wajahnya tampak tegang hingga memerah sebelum BAB.
Bayi Menggeram Sebelum BAB Bisa Menandakan Grunting Syndrome

Magnific Grunting syndrome terjadi ketika bayi mengalami kesulitan saat buang air besar. Kondisi ini terjadi karena saluran cerna bayi yang masih belum sempurna dan otot perutnya yang belum kuat.
Biasanya, bayi akan menggeram dan mengejan sebelum BAB. Meski terlihat seperti kesulitan, setelah buang air besar kotorannya tetap terlihat normal.
Kondisi ini termasuk normal sehingga Mama tidak perlu khawatir. Untuk membantu bayi yang sering mengejan, Mama bisa memberikan pijatan lembut pada perutnya untuk merangsang usus dan membantu melemaskan otot.
Menggeram Disertai Menangis Bisa Berkaitan dengan Kolik

Magnific Berbeda dari grunting syndrome, bayi yang mengalami kolik biasanya menggeram sambil menangis. Wajahnya dapat terlihat memerah, tangan mengepal, kaki dan tangan terangkat ke arah perut, hingga punggung melengkung.
Geraman dan tangisan ini juga sering muncul pada sore menuju malam hari atau pada jam-jam tertentu.
Jika bayi mengalami kolik, Mama bisa membantu menenangkannya dengan menggendong dan menimang bayi secara perlahan. Salah satu posisi yang bisa digunakan adalah gendongan tiger on tree untuk memberikan rasa nyaman pada bayi.
Perhatikan Tanda yang Menyertai Bayi saat Menggeram

Magnific Suara geraman pada bayi perlu diperhatikan bersama dengan kondisi yang menyertainya. Mama dapat melihat apakah bayi menggeram sebelum BAB dan setelahnya mengeluarkan kotoran yang terlihat normal, atau justru menggeram disertai tangisan, wajah memerah, tangan mengepal, dan punggung melengkung.
Jika bayi menggeram sambil menggeliat, hal tersebut juga bisa berkaitan dengan rasa tidak nyaman, seperti perut kembung, tidak bisa bersendawa, atau terlalu lama berada dalam satu posisi.
Dengan memperhatikan tanda-tanda tersebut, Mama dapat melihat kondisi yang menyertai geraman bayi dan menentukan langkah yang perlu dilakukan selanjutnya.
Nah, itu dia beberapa penyebab bayi suka menggeram yang perlu Mama ketahui. Perhatikan juga tanda lain yang menyertai agar Mama bisa lebih memahami kondisi si Kecil.






















