Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Benarkah Membiarkan Bayi Menangis Bisa Melatihnya Menenangkan Diri?

3 min read
Benarkah Membiarkan Bayi Menangis Bisa Melatihnya Menenangkan Diri?
Magnific
  • Membiarkan bayi menangis agar belajar menenangkan diri disebut sebagai anggapan keliru. Tangisan merupakan cara bayi menyampaikan kebutuhan dan ketidaknyamanan.

  • Merespons tangisan dengan cepat dapat membangun rasa aman, kepercayaan, memperkuat ikatan emosional orangtua dan anak, serta membantu mengurangi stres pada bayi.

  • Orangtua perlu mengenali penyebab tangisan, seperti lapar, lelah, popok penuh, suhu tidak nyaman, atau sakit, lalu memberi respons seperti menggendong, mengayun, dan memeriksa kondisi kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangisan menjadi salah satu cara bayi menyampaikan apa yang sedang dirasakan atau dibutuhkannya. Bayi belum bisa menyampaikan rasa lapar, lelah, tidak nyaman, atau keinginannya dengan kata-kata, sehingga menangis menjadi bentuk komunikasi yang paling mudah dilakukan.

Oleh karena itu, ketika bayi menangis, orangtua biasanya akan berusaha mencari tahu penyebabnya dan memberikan respons yang sesuai. Namun, ada anggapan bahwa bayi yang menangis sebaiknya dibiarkan agar ia belajar menenangkan dirinya sendiri.

Lantas, benarkah membiarkan bayi menangis bisa melatihnya menenangkan diri? Yuk, simak penjelasan yang telah Popmama.com rangkum untuk Mama di bawah ini.


  1. Membiarkan Bayi Menangis Bukan Cara agar Ia Belajar Menenangkan Diri

    Benarkah membiarkan bayi menangis bisa melatihnya menenangkan diri?
    Magnific

    Menurut Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K), dalam bukunya Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja, anggapan bahwa bayi yang menangis harus dibiarkan agar bisa belajar menenangkan diri adalah fakta yang keliru.

    Merespons tangisan bayi dengan cepat justru dapat membentuk rasa aman dan rasa percaya pada bayi. Tangisan menjadi cara alami bagi bayi untuk menyampaikan kebutuhannya, seperti rasa lapar, kelelahan, atau ketidaknyamanan.

    Beberapa penelitian dalam jurnal European Child & Adolescent Psychiatry juga menunjukkan bahwa responsif terhadap tangisan bayi dapat memperkuat hubungan emosional antara orangtua dan anak, serta mengurangi stres pada bayi.

  2. Kenali Arti Tangisan Bayi sebelum Membiarkannya

    Benarkah membiarkan bayi menangis bisa melatihnya menenangkan diri?
    Magnific

    Tangisan merupakan salah satu cara bayi menyampaikan kebutuhannya. Oleh karena itu, penting untuk memahami kemungkinan penyebabnya sebelum membiarkan bayi menangis.

    Beberapa hal yang mungkin ingin disampaikan bayi melalui tangisannya antara lain:

    1. Lapar, sehingga bayi membutuhkan makanan.
    2. Ingin mengisap sesuatu, yang bisa menjadi salah satu hal yang membuatnya menangis.
    3. Ingin digendong, terutama ketika bayi membutuhkan rasa nyaman.
    4. Kelelahan, yang dapat membuat bayi menjadi rewel dan menangis.
    5. Popok penuh, sehingga bayi merasa tidak nyaman. Ingin bergerak, terutama ketika bayi merasa kurang nyaman dengan posisinya.
    6. Ingin dibedong, ketika bayi merasa lebih nyaman dengan kondisi tersebut.
    7. Kedinginan atau kepanasan, yang dapat membuat bayi merasa tidak nyaman.
    8. Overstimulasi, ketika bayi mendapat terlalu banyak rangsangan.

    Memahami kebutuhan tersebut dapat membantu Mama memberikan respons yang sesuai dengan penyebab bayi menangis.

  3. Cara Menenangkan Bayi yang Sedang Menangis

    Benarkah membiarkan bayi menangis bisa melatihnya menenangkan diri?
    Magnific

    Mengatasi bayi yang menangis dapat dimulai dengan mencari tahu penyebabnya. Setelah mengetahui kebutuhannya, Mama bisa memberikan respons yang membantu bayi merasa lebih nyaman.

    Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

    1. Periksa kebutuhan dasar bayi. Pastikan bayi sudah diberi makan, popoknya tidak penuh, dan berada dalam posisi yang nyaman. Jika tangisan berkaitan dengan rasa sakit atau ketidaknyamanan, perhatikan juga kondisi bayi.
    2. Tenangkan dengan gerakan lembut. Mengayun atau membelai bayi secara perlahan dapat memberikan rasa nyaman dan membantu menenangkannya.
    3. Gunakan suara yang menenangkan. Suara lembut atau musik yang menenangkan, termasuk white noise, dapat membantu beberapa bayi merasa lebih nyaman.
    4. Periksa kondisi kesehatan bayi. Jika bayi terus menangis tanpa alasan yang jelas, perhatikan apakah terdapat tanda sakit atau ketidaknyamanan. Kondisi seperti kolik atau ruam juga dapat menjadi penyebab bayi menangis.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai anggapan bahwa membiarkan bayi menangis dapat melatihnya menenangkan diri. Merespons tangisan bayi dengan cepat justru dapat membantu membentuk rasa aman dan rasa percaya pada bayi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More