Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Suka Pura-pura Batuk? Ketahui Penyebabnya!

3 min read
Kenapa Bayi Suka Pura-pura Batuk? Ketahui Penyebabnya!
Magnific/magnifigc
  • Bayi dapat pura-pura batuk sebagai bagian dari belajar membuat dan meniru suara yang didengar, sebelum mampu berkomunikasi dengan kata-kata.

  • Suara batuk juga bisa muncul saat bayi mengeksplorasi bunyi atau air liur, terutama ketika kelenjar ludah lebih aktif dan kemampuan menelan belum matang.

  • Bayi mungkin menggunakan batuk untuk bermain, berinteraksi, atau mencari perhatian karena respons orang dewasa membuatnya mengulangi perilaku tersebut, orangtua perlu memantau gejala penyerta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi memiliki berbagai cara untuk mengenali lingkungan dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Salah satunya dengan membuat suara, termasuk menirukan batuk.

Kebiasaan ini terkadang membuat orangtua khawatir, terutama jika si Kecil terlihat batuk berulang kali tanpa menunjukkan gejala lain. Namun, bayi yang pura-pura batuk belum tentu sedang mengalami gangguan kesehatan.

Ada beberapa alasan di balik kebiasaan tersebut, mulai dari proses belajar membuat suara hingga keinginan untuk mendapatkan perhatian. Lantas, kenapa bayi suka pura-pura batuk?

Berikut Popmama.com sudah merangkum beberapa penyebabnya untuk Mama. Yuk, disimak sampai habis!

  1. 1. Bayi sedang belajar membuat suara

    Bayi sedang belajar membuat suara
    Magnific/magnific

    Salah satu alasan bayi suka pura-pura batuk adalah karena sedang belajar menghasilkan suara. Pada tahap perkembangan sebelum bisa berbicara, bayi mulai mencoba berbagai suara yang didengarnya dari lingkungan sekitar.

    Misalnya, si Kecil sering mendengar Mama atau Papa batuk. Ia mungkin akan mencoba menirukan suara tersebut karena menganggapnya sebagai bagian dari proses belajar berkomunikasi.

    Dengan begitu, batuk yang terdengar seperti disengaja bisa menjadi salah satu cara bayi mengeksplorasi suara sebelum mampu mengucapkan kata-kata.

  2. 2. Bayi menyukai suara batuk yang didengarnya

    Bayi menyukai suara batuk yang didengarnya
    Magnific/magnific

    Bayi mulai belajar mendengar sejak masih berada di dalam kandungan, sekitar usia kehamilan 25-26 minggu. Kemampuan mendengar ini berperan penting dalam perkembangannya, terutama pada beberapa bulan pertama setelah lahir ketika penglihatannya belum berkembang dengan jelas.

    Oleh karena itu, suara menjadi salah satu hal yang menarik perhatian bayi. Ia mungkin mencoba mengulang suara tertentu, termasuk batuk, hanya karena merasa tertarik dengan suara yang dihasilkannya atau yang pernah didengarnya.

    Jadi, bayi bisa saja pura-pura batuk karena sedang bereksplorasi dengan suara, bukan karena benar-benar mengalami batuk.

  3. 3. Kelenjar ludah bayi mulai aktif

    Kelenjar ludah bayi mulai aktif
    Pexels/Dobromir Dobrev

    Memasuki usia dua bulan ke atas, kelenjar ludah bayi menjadi semakin aktif. Namun, pada tahap ini, si Kecil belum sepenuhnya memahami cara mengelola air liur yang dihasilkan tubuhnya.

    Bayi mungkin belum terbiasa menelan air liur dengan baik atau mengatur gerakan mulutnya. Akibatnya, ia bisa bermain dengan air liur hingga akhirnya terbatuk.

    Kondisi tersebut dapat membuat bayi terlihat seperti sengaja batuk, padahal suara itu muncul ketika ia sedang bereksplorasi dengan air liurnya.

  4. 4. Bayi ingin bermain dan berinteraksi

    Bayi ingin bermain dan berinteraksi
    Pexels/Peter Platou

    Bayi juga bisa pura-pura batuk karena menganggapnya sebagai salah satu cara untuk bermain dengan Mama, Papa, atau orang-orang di sekitarnya.

    Ketika bayi mengeluarkan suara batuk, orang dewasa biasanya akan memberikan respons, seperti menoleh, berbicara, atau tersenyum kepadanya. Respons tersebut bisa membuat bayi merasa bahwa suara yang dibuatnya merupakan bagian dari permainan yang menyenangkan.

    Tak jarang, bayi kemudian tersenyum atau tertawa kecil setelah orang di sekitarnya menanggapi batuknya. Hal ini menunjukkan bahwa ia sedang mencoba berinteraksi melalui suara dan respons orang lain.

  5. 5. Bayi ingin mendapatkan perhatian

    Bayi ingin mendapatkan perhatian
    Pexels/Sunvani Hoàng

    Alasan lainnya adalah bayi ingin mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Ketika bayi pura-pura batuk, Mama mungkin akan langsung menghampiri, menggendong, atau memeluknya karena khawatir.

    Perhatian yang diberikan tersebut bisa membuat bayi mengulangi perilaku yang sama. Ia mulai mengenali bahwa suara batuk dapat membuat orangtua memberikan respons kepadanya.

    Oleh karena itu, bayi mungkin kembali pura-pura batuk ketika ingin berinteraksi atau mendapatkan perhatian dari Mama dan Papa.

    Nah, itu dia beberapa penyebab bayi suka pura-pura batuk. Meski umumnya berkaitan dengan proses belajar dan interaksi, Mama tetap perlu memperhatikan gejala lain yang menyertai batuk si Kecil agar kondisi kesehatannya tetap terjaga.

    Semoga informasi ini membantu, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More