- Pilihan yang lebih rendah merkuri: salmon, udang, kepiting, cumi, dan tuna kaleng.
- Jenis yang perlu dihindari: hiu, ikan pedang atau swordfish, marlin, tuna bigeye dan tuna bluefin. Sedangkan, tuna albacore atau tuna putih perlu dibatasi sesuai panduan konsumsi ikan.
Bolehkah Bayi Makan Sushi? Simak Panduannya dari Dokter Anak!

Bayi boleh dikenalkan sushi sejak fase MPASI sekitar usia 6 bulan, bila kondisi tubuh sehat dan tidak memiliki alergi.
Anak di bawah 5 tahun sebaiknya tidak makan ikan atau kerang mentah karena memiliki risiko infeksi bakteri, virus, dan parasit.
Pilih bahan matang dan rendah merkuri, sesuaikan tekstur sesuai kemampuan bayi, serta perhatikan apakah ada reaksi alergi pada bayi.
Sushi merupakan makanan asal Jepang yang populer di Indonesia dan disukai oleh orang dewasa maupun anak-anak. Tak heran jika sebagian orangtua tertarik mengenalkan sushi sebagai variasi menu MPASI.
Namun, apakah sushi aman diberikan kepada bayi? mengingat beberapa jenisnya menggunakan ikan atau makanan laut mentah. Menjawab pertanyaan tersebut,
Dokter Spesialis Anak, dr. Yuni Astria, Sp.A., melalui unggahannya di Instagram @dryunianak menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Mama mengenalkan sushi kepada si Kecil.
Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai bolehkah bayi makan sushi? Yuk, simak informasi berikut ini, Ma!
Table of Content
Bolehkah Bayi Makan Sushi?
Bayi boleh diperkenalkan dengan sushi ketika sudah masuk fase MPASI, umumnya sekitar usia enam bulan. Namun, sushi yang diberikan perlu disesuaikan dengan kemampuan makan dan kondisi kesehatan si Kecil.
Bayi perlu berada dalam kondisi sehat serta tidak memiliki alergi terhadap bahan makanan yang akan diberikan. Perlu Mama ingat kalau tidak semua jenis sushi cocok untuk bayi.
Sushi yang mengandung ikan atau kerang mentah maupun setengah matang sebaiknya tidak diberikan kepada anak di bawah usia lima tahun karena berisiko membawa bakteri dan parasit.
Jenis Sushi yang Boleh Dimakan Bayi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Sushi tidak selalu menggunakan ikan mentah. Ada berbagai pilihan sushi dengan bahan matang atau sayuran yang dapat disesuaikan untuk menu MPASI, seperti sushi dengan isian telur matang, alpukat, timun, udang matang, atau ikan yang sudah matang sempurna.
Meski begitu, Mama tetap perlu memperhatikan cara penyajian sushi. Nasi yang menggumpal, potongan sayuran yang keras, serta sushi gulung yang padat dapat meningkatkan risiko tersedak jika teksturnya tidak sesuai dengan kemampuan makan bayi.
Karena itu, sajikan bahan sushi secara terpisah atau dalam bentuk yang mudah dilumatkan, ya, Ma.
Kenapa Ikan Mentah Belum Boleh untuk Bayi?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Ikan mentah, seperti yang digunakan pada sashimi, nigiri, dan beberapa jenis sushi roll, berisiko mengandung bakteri, virus, atau parasit yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan.
Salah satu parasit yang perlu diwaspadai adalah cacing Anisakis, yang dapat menginfeksi saluran pencernaan dan menimbulkan gejala seperti nyeri perut hingga diare.
Risiko tersebut menjadi perhatian khusus pada bayi dan anak kecil karena mereka lebih rentan mengalami komplikasi, termasuk dehidrasi ketika mengalami muntah atau diare.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pun menyarankan agar anak di bawah usia lima tahun tidak mengonsumsi ikan atau kerang mentah maupun setengah matang.
Pilihlah Ikan yang Rendah Merkuri

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Selain memastikan ikan dimasak hingga matang, Mama juga perlu memperhatikan kandungan merkurinya. Paparan merkuri dalam jumlah berlebihan dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf anak. Berikut beberapa jenis ikan yang bisa Mama pertimbangkan:
Tips Aman Mengenalkan Sushi kepada Bayi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Mengenalkan sushi kepada bayi sebaiknya dilakukan secara bertahap, Ma. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Mulai dari bahan matang atau sayuran. Mama bisa memilih telur matang, alpukat, timun yang diolah sesuai tekstur aman, udang matang, atau ikan yang dimasak hingga matang.
- Sesuaikan tekstur dan bentuk makanan. Sajikan makanan dalam tekstur dan potongan yang sesuai dengan kemampuan makan bayi.
- Kenalkan bahan baru secara bertahap. Berikan satu bahan baru pada satu waktu agar Mama lebih mudah mengamati kemungkinan reaksi alergi.
- Pastikan makanan diolah secara higienis. Cuci tangan, gunakan peralatan bersih, dan pastikan ikan serta makanan laut dimasak hingga matang. Periksa juga agar tidak ada duri yang tertinggal.
- Perhatikan reaksi setelah makan. Jika bayi mengalami ruam, muntah, diare, atau nyeri perut setelah mengonsumsi makanan tertentu, hentikan pemberian makanan tersebut dan konsultasikan kepada dokter.
Nah, itu dia penjelasan mengenai hal-hal yang perlu Mama perhatikan sebelum mengenalkan sushi kepada bayi. Semoga informasi ini membantu, ya.






















