Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Menjadi Orangtua Bisa Membantu Otak Melawan Penuaan Dini Menurut Studi
Pexels/Keira Burton
  • Sebuah studi tahun 2025 dari Rutgers Health dan Yale University menemukan bahwa menjadi orangtua dapat membantu otak melawan penuaan melalui pola konektivitas yang lebih kuat.
  • Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak anak dimiliki, semakin kuat koneksi jaringan otak pada area gerakan dan sensasi, baik pada laki-laki maupun perempuan.
  • Orangtua dalam studi ini juga memiliki koneksi sosial lebih tinggi, yang berkontribusi pada kualitas hidup lebih baik dan risiko kesepian yang lebih rendah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tak bisa dipungkiri, menjadi orangtua memang bukan hal yang mudah. Rutinitas yang padat, kurang tidur, hingga tanggung jawab yang terus meningkat sering kali membuat Mama dan Papa merasa lelah. 

Namun, sebuah penelitian terbaru justru menunjukkan hal yang menarik. Di balik segala tantangan tersebut, menjadi orangtua ternyata bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan otak, bahkan membantu melawan proses penuaan.

Berikut penjelasan lebih lanjut soal menjadi orangtua bisa membantu otak melawan penuaan dini menurut studi, yang telah Popmama.com siapkan, dilansir The Bump

1. Otak orangtua secara tidak langsung dapat melawan penuaan

Unsplash/Taylor Gray

Sebuah studi di tahun 2025 yang dilakukan oleh peneliti dari Rutgers Health dan Yale University, serta dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences, menemukan bahwa menjadi orangtua dapat melawan penuaan. 

Sebab, otak para orangtua menunjukkan pola konektivitas yang secara langsung melawan perubahan akibat penuaan. Menariknya, efek yang diberikan semakin kuat seiring bertambahnya jumlah anak. 

Penelitian tersebut menganalisis hasil pemindaian otak dan data keluarga dari hampir 37.000 orang dewasa yang tergabung dalam UK Biobank, sebuah database biomedis berskala besar. 

Para peneliti mempelajari bagaimana berbagai bagian otak saling berkomunikasi, terutama pada area yang berkaitan dengan gerakan, sensasi, dan koneksi sosial.

2. Semakin banyak anak, koneksi otak semakin kuat

Unsplash/Alexander Dummer

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua dengan jumlah anak lebih banyak cenderung memiliki konektivitas yang lebih kuat pada jaringan otak penting, khususnya yang berhubungan dengan gerakan dan sensasi.

Dua fungsi tersebut biasanya mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Dengan kata lain, semakin banyak anak yang dimiliki, semakin kuat pula koneksi pada jaringan otak tersebut. 

Pola yang sama ditemukan baik pada laki-laki (papa) maupun perempuan (mama), sehingga peneliti menyimpulkan bahwa menjadi orangtua dapat mendukung kesehatan otak melalui peningkatan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan stimulasi kognitif.

3. Orangtua dinilai lebih aktif secara sosial

Pexels/Mental Health America (MHA)

Selain itu, para orangtua dalam studi ini juga diketahui memiliki tingkat koneksi sosial yang lebih tinggi. Mereka lebih sering melakukan kunjungan antar keluarga dan memiliki koneksi sosial lebih luas.

Dua hal tersebut secara tidak langsung membuat mama dan papa terhindar dari rasa kesepian, usia hidup lebih panjang, serta kualitas hidup lebih baik. 

Meski hasil penelitian ini cukup menjanjikan, para peneliti menekankan bahwa studi lanjutan masih diperlukan, terutama yang melibatkan struktur keluarga dan latar belakang budaya yang lebih beragam. 

Walaupun begitu, satu hal yang sudah jelas dari studi ini adalah manfaat menjadi orangtua tidak hanya sebatas kebahagiaan emosional, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan otak. 

Demikian informasi tentang menjadi orangtua bisa membantu otak melawan penuaan berdasarkan studi yang dilakukan di Inggris. Bagaimana menurut pendapat Mama tentang studi ini?

Editorial Team