Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Mitos dan Fakta tentang Gurita Bayi, Benarkah Aman untuk si Kecil?

Mitos dan Fakta tentang Gurita Bayi, Benarkah Aman untuk si Kecil?
Instagram.com/parentinganakofficial
  • Gurita bayi tidak terbukti membuat perut rata, mencegah pusar menonjol, atau mengatasi kembung; lilitan terlalu ketat justru dapat menekan perut dan mengganggu kenyamanan.
  • Hernia umbilikalis umumnya membaik sendiri tanpa gurita, koin, atau pengikat. Tunggul tali pusat perlu dijaga bersih, kering, dan terbuka selama sekitar satu hingga tiga minggu.
  • Bayi mengandalkan gerakan perut untuk bernapas. Gurita yang ketat berpotensi menghambat pernapasan dan ruang gerak; bila digunakan, pilih bahan lembut, longgar, serta jangan menutupi pusar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Begitu si Kecil lahir, biasanya nenek atau ibu mertua langsung menyodorkan satu benda yang dianggap wajib, yaitu gurita bayi

Katanya, penggunaan gurita bayi membuat perut rata, pusar tidak menonjol, dan badan bayi tampak lebih rapi. Tradisi ini memang sudah turun-temurun dan sulit dilepaskan dari kebiasaan masyarakat Indonesia.

Namun, di balik tradisi yang terasa sayang untuk dilewatkan itu, ternyata banyak juga mitos seputar gurita bayi yang beredar di masyarakat. Sebagian bahkan bertentangan dengan pandangan medis terkini. 

Supaya Mama tidak salah kaprah mana yang sekadar mitos dan mana yang benar-benar fakta soal gurita bayi. Berikut Popmama.com mengulas mitos dan fakta tentang gurita bayi. Yuk, simak sampai habis!

  1. Mitos tentang Gurita Bayi

    Mitos tentang Gurita Bayi
    Instagram.com/syifa.aina.7503

    Salah satu mitos paling populer adalah bahwa gurita bisa membuat perut si Kecil rata sekaligus mencegah pusar menonjol. Padahal, bentuk pusar sebenarnya ditentukan oleh proses penyembuhan tali pusat, bukan oleh seberapa kencang kain gurita dililitkan.

    Ada juga anggapan bahwa gurita bisa mencegah bayi kembung atau masuk angin. Faktanya, kembung pada bayi lebih sering disebabkan oleh cara menyusui atau tertelannya udara saat minum susu, bukan karena perut tidak dibungkus gurita.

    Sebagian orangtua percaya bahwa semakin kencang gurita dililitkan, semakin bagus hasilnya untuk bentuk tubuh bayi. Padahal, melilitkan gurita terlalu ketat justru berisiko mengganggu kenyamanan si Kecil, bahkan bisa menekan area perutnya secara berlebihan.

    Terakhir, ada mitos yang menyebut gurita wajib dipakai sejak hari pertama bayi lahir agar tubuhnya tumbuh rapi. Padahal, pada masa-masa awal ini, area pusar justru butuh dibiarkan terbuka dan kering agar proses penyembuhan tali pusat berjalan lancar.

  2. Fakta tentang Gurita Bayi

    Fakta tentang Gurita Bayi
    Facebook.com/Bidan Echi Deamoree

    Lantas, bagaimana pandangan medis soal gurita bayi ini? Menurut Healthy Children, penggunaan gurita atau pengikat pada area pusar tidak terbukti efektif menangani hernia umbilikalis atau pusar bodong, bahkan berisiko memperparah kondisinya dan melukai kulit bayi.

    Mengutip laman Dr.Greene, bayi yang tidak menggunakan koin, gurita, atau pengikat apa pun ternyata sama efektifnya dalam mengatasi hernia umbilikalis, sekaligus terhindar dari risiko iritasi kulit. 

    Ia bahkan menyebut lebih dari 85 persen kasus hernia umbilikalis pada bayi akan hilang dengan sendirinya sebelum usia satu tahun, tanpa bantuan gurita sama sekali.

    Menariknya, kebiasaan melilitkan kain di perut bayi baru lahir ternyata bukan cuma ada di Indonesia. Akan tetapi, tradisi ini juga ada di beberapa negara lain.

    Tradisi belly banding diperkirakan sudah dikenal sejak abad ke-19 di Inggris untuk meredakan gas dan kolik pada bayi, dan turut dipraktikkan oleh budaya Timur Tengah, Amerika Latin, Hawaii, hingga Filipina. 

    Jadi, gurita bayi lebih tepat disebut warisan budaya turun-temurun, bukan kebutuhan medis yang terbukti secara klinis.

  3. Apakah Bayi Baru Lahir Harus Menggunakan Gurita?

    Apakah Bayi Baru Lahir Harus Menggunakan Gurita
    Pinterest.com

    Jawaban singkatnya, tidak. Sekitar satu dari lima bayi baru lahir memang memiliki hernia umbilikalis, yaitu kondisi ketika otot di sekitar pusar belum menutup sempurna, tetapi menurut Healthy Children, kondisi ini umumnya akan membaik dengan sendirinya tanpa perlu dililit gurita.

    Justru, area pusar bayi baru lahir memerlukan perhatian khusus yang berbeda dari yang dibayangkan banyak orang. Tunggul tali pusat perlu dijaga tetap bersih dan kering, serta sebaiknya dibiarkan terbuka terkena udara agar bisa sembuh dengan baik. 

    Artinya, membungkus perut si Kecil dengan gurita sejak awal justru bisa menghambat proses ini, bukan membantunya.

    Jadi, daripada mengikuti tradisi tanpa dasar medis yang jelas, ada baiknya Mama berdiskusi dulu dengan dokter spesialis anak.

    Jika memang ingin memakai gurita untuk alasan kenyamanan, pastikan bahannya lembut, longgar, dan tidak menutupi area pusar yang masih dalam proses penyembuhan.

  4. Kapan Penggunaan Gurita Bayi Dihentikan?

    Kapan Penggunaan Gurita Bayi Dihentikan
    Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

    Bila Mama tetap ingin mengikuti tradisi gurita sesuai anjuran keluarga, penting untuk tahu batas waktu yang wajar. Tunggul tali pusat pada umumnya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 3 minggu untuk lepas dengan sendirinya, menurut Healthy Children.

    Selama periode ini, sebaiknya area pusar tidak ditutup rapat oleh gurita agar tetap kering dan cepat sembuh. Setelah tali pusat putus dan area pusar benar-benar kering, penggunaan gurita sebenarnya sudah tidak memiliki alasan medis untuk dilanjutkan. 

    Beberapa keluarga memang masih memakaikannya hingga si Kecil berusia beberapa bulan demi alasan kenyamanan atau kebiasaan, tetapi bukan karena ada manfaat kesehatan tertentu di baliknya.

    Jika ragu, Mama bisa menjadikan momen kontrol rutin ke dokter anak sebagai patokan. Tanyakan langsung apakah kondisi pusar si Kecil sudah benar-benar sembuh, sehingga Mama bisa memutuskan kapan waktu yang tepat untuk berhenti memakaikan gurita.

  5. Apakah Gurita Bisa Mengganggu Gerakan dan Perkembangan Bayi?

    Apakah Gurita Bisa Mengganggu Gerakan dan Perkembangan Bayi
    Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

    Menurut laman Christopher & Dana Reeve Foundation, bayi lebih banyak menggunakan otot perut untuk membantu diafragma menarik napas, karena otot di antara tulang rusuknya belum berkembang sempurna. Pola napas seperti ini disebut pernapasan perut atau diafragma.

    Melansir Mom Junction, bayi umumnya bernapas dengan perut karena otot interkostal atau otot di sela tulang rusuk belum berkembang, sehingga mereka mengandalkan otot perut untuk mendukung pernapasan diafragma. 

    Karena itulah, perut bayi perlu bebas bergerak naik turun setiap kali menarik dan membuang napas. Nah, kalau gurita dililitkan terlalu ketat, gerakan alami perut si Kecil saat bernapas bisa jadi terhambat. 

    Selain berpotensi mengganggu kenyamanan bernapas, gurita yang terlalu kencang juga bisa membatasi ruang gerak bayi saat meregang, menendang, atau melakukan tummy time, yang sebenarnya penting untuk melatih otot-ototnya.

    Nah, itulah pembahasan mengenai mitos dan fakta tentang gurita bayi. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More