7 Fakta Penggunaan Gurita Bayi, Manfaatnya Tak Terbukti secara Medis

- Gurita bayi bukan kebutuhan wajib dan manfaat seperti membuat pusar masuk, mencegah perut buncit, atau menghangatkan tubuh belum terbukti secara medis.
- Lilitan gurita yang terlalu ketat dapat menekan dada dan perut, mengganggu pernapasan, membatasi gerak, serta berpotensi memperburuk gumoh atau refluks.
- Kulit bayi yang sensitif berisiko lembap, iritasi, dan ruam akibat gurita; pakaian longgar, lembut, serta menyerap keringat lebih dianjurkan untuk kenyamanan.
Di Indonesia, banyak orangtua yang masih menerapkan penggunaan kain gurita pada bayi baru lahir. Pasalnya, kain yang dililitkan di area perut ini dipercaya secara turun-temurun dapat memberikan berbagai manfaat.
Faktanya, tidak ada bukti medis yang menyatakan bahwa kain gurita memiliki manfaat kesehatan. Justru, pemakaian gurita terlalu ketat bisa membahayakan si Kecil.
Agar tidak salah kaprah, berikut Popmama.com siap membahas fakta penggunaan gurita bayi.
Table of Content
1. Gurita bayi tidak wajib digunakan

Dok. Internet Penggunaan gurita bayi bukanlah kebutuhan wajib dalam perawatan bayi baru lahir. Meski sudah digunakan secara turun-temurun di Indonesia, tidak ada keharusan bagi Mama untuk memakaikan kain ini pada bayi demi menjaga kesehatannya.
Pada dasarnya, kenyamanan bayi dapat dijaga dengan memilih pakaian yang tepat. Mama bisa memakaikan si Kecil baju yang longgar, lembut, dan sesuai dengan suhu ruangan agar tubuhnya tetap nyaman tanpa perlu menggunakan lilitan tambahan di area perut.
2. Manfaat gurita bayi belum terbukti secara medis

Pixabay/u_jqskahw9 Salah satu fakta penting yang perlu diketahui adalah belum ada bukti medis yang mendukung berbagai manfaat penggunaan gurita bayi. Anggapan bahwa gurita dapat membuat pusar bayi cepat masuk, mencegah perut buncit, atau menjaga tubuh bayi tetap hangat masih belum didukung oleh bukti ilmiah.
Oleh karena itu, penggunaan gurita sebaiknya tidak dijadikan sebagai cara utama untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu pada bayi. Jika anak mengalami kondisi yang membuat khawatir, sebaiknya cari tahu penyebabnya dan konsultasikan kepada dokter.
3. Gurita yang terlalu ketat dapat mengganggu pernapasan bayi

Unsplash/Garrett Jackson Gurita yang dililitkan terlalu erat dapat memberikan tekanan pada bagian dada dan perut bayi. Kondisi ini berpotensi membatasi pergerakan tubuhnya ketika bernapas.
Alhasil, ia tidak dapat bernapas dengan leluasa. Bayi masih memiliki tubuh yang sangat kecil dan sensitif, sehingga kenyamanannya perlu menjadi perhatian utama.
Apabila Mama maupun Papa melihat bayi tampak tidak nyaman atau kesulitan bernapas, sebaiknya segera longgarkan pakaian atau kain yang menekan area tubuhnya.
4. Penggunaan gurita dapat membuat kulit bayi mengalami iritasi

Pexels/Designecologist Pada dasarnya, kulit bayi masih sangat sensitif dan lebih mudah mengalami masalah ketika berada dalam kondisi lembap. Penggunaan gurita, terutama jika bahannya tidak menyerap keringat dengan baik, dapat membuat keringat terperangkap di bawah kain.
Kondisi kulit yang lembap tersebut berpotensi memicu kemerahan, iritasi, hingga ruam. Karena itu, orangtua perlu memilih pakaian berbahan lembut dan mampu menyerap keringat agar kulit bayi tetap kering serta nyaman.
5. Gurita dapat membatasi gerakan bayi

Unsplash/Minnie Zhou Bayi membutuhkan ruang yang cukup untuk bergerak bebas. Sejak dini, bayi belajar menggerakkan tubuhnya melalui aktivitas sederhana seperti menggeliat, menendang, dan menggerakkan tangan serta kakinya.
Jika gurita dipakai terlalu kencang, ruang gerak bayi dapat menjadi lebih terbatas. Padahal, kebebasan bergerak menjadi salah satu hal penting yang mendukung bayi dalam mengeksplorasi tubuh dan mengembangkan kemampuan motoriknya.
6. Gurita tidak terbukti dapat mencegah pusar bodong

Pexels/Vidal Balielo Jr. Banyak orangtua memakaikan gurita karena percaya kain tersebut dapat mencegah atau membantu mengatasi pusar bayi yang menonjol. Padahal, pusar bodong tak terjadi karena bayi tidak menggunakan kain lilit.
Pusar menonjol dapat berkaitan dengan kondisi otot di sekitar cincin perut yang belum menutup sempurna setelah bayi lahir.
Dalam banyak kasus, kondisi tersebut dapat membaik dengan sendirinya seiring pertumbuhan dan perkembangan si Kecil, sehingga penggunaan gurita tidak diperlukan untuk membuat pusar masuk.
7. Gurita yang terlalu ketat berpotensi memperburuk gumoh

Pexels/HIGHER VIBRATION Gurita yang dililitkan terlalu erat dapat memberikan tekanan tambahan pada area perut bayi. Tekanan tersebut berpotensi membuat isi lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan, sehingga dapat memperburuk refluks atau meningkatkan kemungkinan bayi mengalami gumoh.
Gumoh sendiri merupakan kondisi yang cukup umum pada bayi dan dapat terjadi karena sistem pencernaannya masih berkembang, bayi minum terlalu banyak, atau terlalu banyak udara yang tertelan saat menyusu.
Oleh karena itu, sebaiknya hindari pakaian atau lilitan yang terlalu ketat agar area perut anak tetap nyaman.
Nah, itu dia beberapa fakta penggunaan gurita bayi. Ada baiknya hentikan penggunaan gurita bayi ini agar tidak mengganggu kenyamanannya ya, Ma.





















