- Kalori: 358 kkal
- Protein: 14,6 gr
- Karbohidrat: 38,6 gr
- Lemak: 16 gram
- Kalsium: 165 mg.
- Fosfor: 136 mg.
- Vitamin A: 3 mcg
- Besi: 14,6 mcg
- Beta karoten: 194 mcg
Bolehkah Bayi Makan Abon untuk MPASI? Begini Kata Dokter!

- Dokter gizi menyatakan abon boleh diberikan dalam MPASI bayi secara terbatas karena umumnya tinggi gula dan natrium, meski mengandung protein, lemak, serta karbohidrat.
- Nutrisi abon sapi, ayam, atau ikan tidak sebanyak daging asli akibat proses pengolahan; abon dianjurkan hanya sebagai bahan tambahan, bukan lauk utama MPASI.
- Pilih abon khusus bayi tanpa pengawet dan penguat rasa, cek garam-gula serta izin edar, lalu haluskan tekstur kasar untuk mengurangi risiko tersedak.
Abon kerap menjadi pilihan pengganti lauk karena terbuat dari daging sapi, ayam, atau ikan yang dimasak kering dan disuwir hingga halus. Berasal dari daging hewan, abon dinilai dapat memenuhi kebutuhan protein hewani.
Praktis dan mudah didapat, kreasi MPASI untuk bayi dengan abon rasanya lebih mudah dibuat untuk memenuhi nutrisi. Namun, Mama harus tahu apakah abon boleh dikonsumsi bayi atau tidak dan apa saja kandungannya.
Yuk, simak penjelasan Popmama.com berikut ini seputar bolehkah bayi makan abon untuk MPASI. Disimak yuk, Ma!
Table of Content
Kandungan Nutrisi pada Setiap Jenis Abon

ilustrasi memasak abon sapi (pexels.com/RDNE Stock project) Abon merupakan produk olahan daging yang digemari banyak orang karena dianggap praktis untuk dimakan dengan nasi. Abon yang paling populer di kalangan masyarakat terbuat dari daging sapi, tetapi ada juga abon ayam atau ikan.
Pembuatan abon sendiri dari suwiran daging yang dimasak hingga kering dan halus. Berasal dari produk hewani, tentu abon memiliki banyak kandungan nutrisi.
Berikut ini kandungan nutrisi dari masing-masing jenis 100 gr penyajian abon, dikutip dari laman NilaiGizi.com:
Abon sapi
Abon ayam
- Kalori 480 kkal
- Karbohidrat 30 gram.
- Lemak 25 gram.
- Protein 34 gram.
- Kolesterol 0,6 miligram.
- Natrium 1.830 miligram.
Abon ikan
- Kalori: 435 kkal
- Lemak: 20,2 gr
- Vitamin B3: 24,3 gr
- Karbohidrat: 36,10 gr
- Protein: 27,2 gr.
Bolehkah Bayi Makan Abon?

Ilustrasi bayi makan MPASI (Unsplash/Hui Sang) Abon merupakan makanan olahan yang terbuat dari daging hewani. Meskipun memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang bayi, konsumsinya tidak boleh terlalu sering, Ma.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Jovita Amelia, M. Sc, Sp. GK mengatakan bahwa abon sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas untuk MPASI bayi.
“Abon boleh tapi karena abon umumnya tinggi kandungan gula serta natrium, maka sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas atau pilih abon untuk anak, kandungannya terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat,” kata Dokter Jovita saat dihubungi Popmama.com.
Kandungan nutrisi pada abon, baik abon sapi, ayam, atau ikan memiliki kandungan yang tidak sebanyak daging asli. Untuk itu, abon lebih disarankan menjadi bahan tambahan, bukan sebagai menu atau lauk utama MPASI si Kecil, Ma.
Dokter spesialis tamatan Universitas Indonesia yang juga berpraktik di Ciputra Hospital CitraGarden City tersebut juga menambahkan, bahwa nutrisi yang paling penting untuk tumbuh kembang bayi yang harus terpenuhi adalah karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral. Jadi, MPASI yang akan dikonsumsi bayi harus memenuhi kandungan nutrisi tersebut.
Pilih Abon Khusus untuk Bayi

ilustrasi abon ikan (vecteezy.com/Kwee Amanda Alamsyah) Abon yang dijual bebas dipasaran merupakan abon yang yang dibuat untuk konsumsi umum, tidak ada ketentuan umur tertentu yang dapat mengonsumsi abon tersebut.
Proses pembuatan abon yang cukup panjang membuat nutrisi penting pada daging dapat menghilang, sehingga nutrisi yang dibutuhkan si Kecil sudah berkurang.
Untuk itu, bayi disarankan untuk mengonsumsi abon khusus dengan kandungan nutrisi yang mendukung tumbuh kembang bayi. Abon yang dibuat khusus untuk bayi biasanya dibuat dengan kandungan yang aman untuk bayi dan bebas bahan pengawet buatan.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Memberikan Abon pada Bayi

ilustrasi memasak abon sapi (pexels.com/RDNE Stock project) Memilih abon yang akan dikonsumsi si Kecil harus diperhatikan apa saja kandungannya dan adakah bahan yang berbahaya dikonsumsi bayi.
Penting bagi Mama untuk memperhatikan beberapa hal sebelum memberikan abon pada menu MPASI si Kecil. Berikut beberapa hal yang dapat Mama perhatikan:
- Perhatikan kandungan garam dan gula
- Haluskan abon jika teksturnya masih kasar
- Pastikan produk memiliki izin edar resmi
- Pastikan abon tidak mengandung penguat rasa tambahan.
Bayi MPASi sebaiknya dihindari dari makanan dengan kandungan garam dan gula yang tinggi atau penguat rasa tambahan. Kemudian, haluskan teksturnya jika masih kasar sebab dapat memicu bayi tersedak.
Penting juga untuk memeriksa izin edar resmi dari produk abon yang Mama pilih karena proses pembuatan hingga bahan-bahan yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan.
Itu dia penjelasan mengenai bolehkah bayi makan abon untuk MPASI.
Meski praktis, tidak boleh terlalu sering, Ma.


-kMUsxPCiwM6N6ledRQerI1HrFW0YW9cJ.png)


















