Keputihan ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa, lho, Ma. Bayi perempuan juga bisa mengalami keputihan. Kondisi ini dapat muncul karena berbagai penyebab, mulai dari pengaruh hormon hingga iritasi pada area genital.
5 Penyebab Keputihan pada Bayi Perempuan yang Perlu Mama Ketahui

Keputihan pada bayi perempuan dapat terjadi secara normal akibat perubahan estrogen dan progesteron dari ibu setelah melahirkan yang dikenal sebagai physiological leukorrhea.
Vulvovaginitis, yakni peradangan atau infeksi pada vagina dan vulva, dapat memicu keputihan disertai gatal, kemerahan, serta iritasi pada area genital.
Iritasi bahan kimia, pembersihan dari belakang ke depan setelah BAB, dan infeksi cacing kremi dapat menyebabkan keputihan serta gangguan pada area genital bayi.
Sebelum panik, yuk, kenali penyebab keputihan pada bayi perempuan yang telah dirangkum Popmama.com dalam 5 penyebab keputihan pada bayi perempuan berikut ini.
Table of Content
1. Pengaruh hormon ibu

Magnific/jcomp Pengaruh hormon Mama merupakan penyebab paling umum terjadinya keputihan pada bayi perempuan.
Dilansir dari Parents, selama kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh Mama meningkat. Hormon ini dapat melewati plasenta dan sampai ke tubuh bayi.
Setelah lahir, bayi tidak lagi mendapat pasokan hormon tersebut sehingga terjadi perubahan hormonal.
Pada bayi perempuan, perubahan ini dapat memengaruhi lapisan vagina dan menyebabkan keluarnya cairan berwarna putih, kekuningan, atau sedikit kemerahan.
Kondisi ini dikenal sebagai physiological leukorrhea dan umumnya merupakan hal yang normal pada bayi baru lahir.
2. Vulvovaginitis

Magnific/jcomp Vulvovaginitis merupakan kondisi ketika vagina dan vulva mengalami peradangan atau infeksi.
Dilansir dari HealthyChildren.org, vulvovaginitis dapat terjadi pada perempuan dari berbagai usia, termasuk bayi.
Pada bayi perempuan, vulvovaginitis dapat ditandai dengan rasa gatal, keputihan, kemerahan, serta iritasi pada kulit bagian luar vulva, termasuk area labia dan lapisan vagina.
3. Iritasi bahan kimia

Magnific/pvproductions Kulit di sekitar vagina bayi masih sangat sensitif sehingga mudah mengalami iritasi akibat paparan bahan tertentu.
Produk sabun, deterjen, pewangi, atau produk perawatan yang mengandung bahan kimia dapat mengiritasi area genital dan memicu kemerahan, gatal, atau keputihan dari vagina.
Untuk mencegahnya, Mama bisa menghindari produk berpewangi dan memastikan area genital bayi dibersihkan dengan lembut.
4. Cara membersihkan yang kurang

Magnific/cookie_studio Dilansir dari Baby Center, organ genital bayi sangat rentan terhadap infeksi. Infeksi ini dapat disebabkan oleh cara membersihkan organ genital bayi yang kurang tepat.
Salah satu kesalahan yang paling mungkin terjadi saat membersihkan genital bayi adalah membersihkan area kelamin dari arah belakang (anus) ke depan setelah BAB.
Hal tersebut membuat bakteri yang terdapat di anus maupun bakteri yang berasal dari sisa feses berpindah ke depan dan menginfeksi area kelamin.
5. Infeksi cacing kremi

Magnific/jcomp Infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) juga bisa menjadi salah satu penyebab iritasi dan keputihan pada bayi perempuan.
Dilansir dari Baby Center, cacing ini dapat berpindah dari area anus ke sekitar vagina sehingga menimbulkan rasa gatal dan iritasi pada area genital.
Selain keputihan, Mama mungkin melihat kulit di sekitar vagina tampak kemerahan atau si Kecil menjadi lebih rewel, terutama pada malam hari ketika rasa gatal biasanya lebih mengganggu.
Itulah 5 penyebab keputihan pada bayi perempuan yang perlu Mama ketahui. Keputihan pada bayi bisa saja terjadi secara normal, terutama akibat perubahan hormon setelah lahir.
Meski begitu, jika cairan yang keluar agak kemerahan atau membuat si Kecil mulai tidak nyaman dan lebih rewel, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.





















