Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Salah Pilih Popok Bisa Ganggu Tidur Anak hingga Picu Tantrum dan GTM
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

  • Dokter July Iriani Rahardja menjelaskan bahwa popok yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi kulit bayi, mengganggu tidur, dan berdampak pada tumbuh kembang serta pola makan anak.
  • Struktur kulit bayi yang masih tipis membuatnya rentan terhadap gesekan dan infeksi dari mikroorganisme, sehingga pemilihan popok dan perawatan kulit harus dilakukan dengan hati-hati.
  • Nikita Willy berbagi pengalaman pentingnya memilih popok lembut, breathable, dan berdaya serap tinggi agar bayi tetap nyaman tidur serta mendukung pertumbuhan optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Popok menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan awal pertumbuhan si Kecil. Pemilihan popok yang tepat perlu diperhatikan, karena Kulit bayi memiliki struktur dan fungsi perlindungan yang belum berkembang secara sempurna, sehingga popok yang tidak nyaman, terlalu ketat atau menimbulkan banyak gesekan, dapat memicu iritasi pada kulit bayi.

Ketika kulit mengalami iritasi, bayi bisa merasa tidak nyaman, yang kemudian berdampak pada kualitas tidurnya. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, kualitas tidur yang terganggu dapat berpengaruh pada proses tumbuh kembang bayi.

Dalam acara konferensi pers MAKUKU Slim Luxury Silky pada Sabtu (24/4/2026) di Lippo Mall Puri Atrium 2, Jakarta Barat. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, July Iriani Rahardja, menjelaskan hubungan penggunaan popok dengan kualitas tidur bayi yang turut berdampak pada tumbuh kembang.

Berikut Popmama.com merangkum informasinya untuk Mama.

Salah Pilih Popok Bisa Ganggu Tidur Anak hingga Picu Tantrum dan GTM

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, July Iriani Rahardja, menjelaskan bahwa perawatan kulit bayi, terutama di area lipatan, perlu diperhatikan agar tetap kering. Penggunaan popok yang kurang tepat dapat memicu kelembapan berlebih dan gesekan, sehingga meningkatkan risiko iritasi pada kulit bayi.

Ketika mengalami iritasi, bayi belum mampu mengungkapkan rasa tidak nyaman secara langsung. Akibatnya, kondisi ini biasanya ditunjukkan melalui perubahan perilaku, seperti menjadi lebih rewel dan sulit tidur.

Dalam jangka panjang, gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman, dapat berdampak pada tumbuh kembang bayi karena waktu istirahatnya tidak optimal. Dampaknya juga bisa meluas hingga memengaruhi pola makan, misalnya bayi menjadi enggan makan atau melakukan gerakan menutup mulut atau GTM.

“Biasanya rewel kan, terus susah tidur. Kalau susah tidur, jadinya tantrum, mood-nya jadi kayak nggak stabil, terus ada sampai gangguan tumbuh kembang yang tidak disadari. Gangguan tumbuh kembang, jadi gerakan tutup mulut, enggak mau makan. Padahal awalnya cuma kulit, tapi efeknya jadi panjang kalau kita enggak waspada di awal,” ujar dr. July Iriani Rahardja, SpDVE, MM, FINSDV, Board Certified Dermatologist.

Bagaimana Popok Bisa Menyebabkan Masalah pada Kulit Bayi?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kulit bayi sekitar 30 persen lebih tipis, dengan ikatan antar sel yang masih longgar. Fungsi skin barrier atau lapisan pelindung kulit juga belum bekerja secara optimal. Akibatnya, kulit bayi lebih mudah kehilangan cairan sehingga tampak lebih kering, serta lebih rentan mengalami iritasi karena zat-zat dari luar lebih mudah masuk.

Zat tersebut bisa berupa mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan jamur yang dapat memicu infeksi. Ditambah lagi, kondisi kulit yang masih tipis membuat bayi lebih mudah mengalami gesekan (friction), termasuk dari penggunaan popok yang kurang tepat.

“Mikroorganisme itu virus, bakteri, jamur. Jadinya infeksi. Karena kulitnya tadi tipis, ada friction, gesekan, gesekan.” Ujar dr. July Iriani Rahardja.

Kulit Bayi Mengalami Proses Maturisasi

Popmama.com/Alya Putri Abi

Kulit bayi masih terus berkembang sejak lahir. Proses pematangan atau maturisasi ini berlangsung selama beberapa bulan hingga satu tahun pertama kehidupan, sampai akhirnya mendekati struktur dan fungsi kulit orang dewasa.

Pada masa ini, kulit bayi masih lebih rentan sehingga membutuhkan perhatian ekstra. Dengan perawatan yang tepat sejak awal, risiko masalah kulit dapat dikurangi, sehingga bayi tetap nyaman dan kualitas hidupnya lebih baik ke depannya.

Cara agar Anak Tetap Bisa Tidur Nyenyak saat Mengalami Ruam Popok

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ruam popok memang bisa membuat bayi tidak nyaman hingga sulit tidur. Jika kondisinya masih ringan, orangtua bisa mengoleskan emolien untuk membantu melindungi kulit, terutama yang mengandung petrolatum atau zinc oxide. Kandungan ini dapat membantu menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari iritasi lebih lanjut.

Apabila ruam sudah terlihat semakin merah, meluas, atau bahkan disertai gejala lain seperti demam hingga membuat bayi benar-benar tidak bisa tidur, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Kulit Bayi Ruam, Apakah Boleh Tetap Menggunakan Popok?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Penggunaan popok saat bayi mengalami ruam perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Ruam popok bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti iritasi, infeksi jamur, atau terlalu lama menggunakan popok tanpa diganti.

Jika disebabkan oleh kelembapan berlebih atau pemakaian yang terlalu lama, penggunaan popok sebaiknya dihentikan sementara agar kulit bisa “bernapas”, sambil tetap dilakukan perawatan pada area yang mengalami iritasi.

“Kalau memang penyebabnya karena terlalu lama pakai popok, sementara bisa dilepas dulu sambil ditangani kondisi kulitnya,” ujar dr. July Iriani Rahardja.

Nikita Willy Bagikan Pengalamannya dalam Memilih Popok agar Tidur Anak Tidak Terganggu

Popmama.com/Alya Putri Abi

Artis kelahiran tahun 1994, Nikita Willy, menjelaskan bahwa sebagai Mama, ia banyak belajar dalam mengurus anak, termasuk dalam memilih popok. Menurutnya, popok memiliki peran penting agar anak bisa tidur dengan nyaman, sehingga proses pertumbuhan juga dapat berjalan lebih optimal.

“Ketika anak tidur terganggu, besok paginya dia jadi nggak mood ngapa-ngapain, misalnya disuruh belajar jalan jadi malas karena ngantuk. Makan juga malas,” ujar Nikita dalam waktu dan tempat acara yang sama.

Nikita juga menjelaskan bahwa sebelum anak pertamanya lahir, dirinya cukup banyak mencari informasi mengenai perlengkapan bayi, termasuk popok. Hal utama yang diperhatikan adalah bahan yang lembut, breathable, serta daya serap yang baik agar kulit bayi tetap kering, terhindar dari iritasi, dan tetap nyaman saat bergerak.

“Saya selalu memilih yang bahannya lembut, breathable, dan memiliki daya serap baik agar kulit bayi tetap kering, terhindar dari gesekan, dan tetap nyaman bergerak,” jelas Nikita.

Nah, itulah penjelasan terkait salah pilih popok bisa ganggu tidur anak hingga picu tantrum dan GTM. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama.

Editorial Team