“Perubahan harga bahan baku yang sangat cepat membuat perhitungan biaya produksi menjadi tidak stabil. Industri perlu melakukan penyesuaian secara realistis dan terukur agar tidak mengalami tekanan yang lebih dalam,” ujar Direktur Komite Diapers APKI, Oto Gunasis, dalam keterangannya, Selasa (21/04/2026).
Biaya Bahan Baku Naik 100 Persen karena Perang, Harga Popok Bakal Naik

- Industri popok nasional menghadapi lonjakan harga bahan baku hingga 100% akibat ketegangan geopolitik global yang memicu kenaikan harga minyak dan bahan petrokimia penting seperti nafta serta polypropylene.
- Kenaikan biaya produksi membuat harga popok di pasaran naik sekitar 20–30%, menekan daya beli orangtua dan memaksa produsen melakukan penyesuaian harga serta strategi promosi agar tetap bertahan.
- APKI memperingatkan risiko penghentian produksi dan PHK massal jika pasokan bahan baku tidak segera stabil, menyerukan koordinasi cepat antara pemerintah dan industri untuk menjaga rantai pasok.
Kenaikan harga kebutuhan bayi kembali jadi perhatian, Ma. Kali ini, industri popok atau diapers tengah menghadapi tekanan besar akibat lonjakan harga bahan baku yang dipicu situasi global.
Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menyebut kondisi ini bukan lagi fluktuasi biasa, melainkan situasi serius yang bisa berdampak pada harga produk hingga ketersediaannya di pasaran.
Yuk, simak rangkuman Popmama.com tentang harga popo
Harga Bahan Baku Alami Kenaikan Hingga 100%

Industri diapers nasional saat ini sedang menghadapi lonjakan harga bahan baku yang sangat signifikan. Bahkan, dalam beberapa kasus, kenaikan harga dilaporkan mencapai 90 persen hingga 100 persen dalam waktu singkat.
Kondisi ini diperparah dengan perubahan harga yang sangat cepat, bahkan bisa terjadi dalam hitungan jam. Tak hanya itu, sebagian pemasok juga mengalami kendala ketersediaan bahan baku, sehingga membuat proses produksi semakin tertekan.
Situasi ini juga dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia. Akibatnya, bahan baku berbasis petrokimia seperti nafta dan polypropylene, yang penting dalam produksi popok, ikut mengalami kenaikan harga.
Daya Beli Terancam karena Harga Popok Naik hingga 30%

Lonjakan biaya produksi ini pada akhirnya berdampak langsung pada harga jual produk di pasaran. Secara keseluruhan, harga popok dilaporkan naik sekitar 20 persen hingga 30 persen, dan masih berpotensi meningkat jika kondisi belum stabil.
Sejumlah perusahaan pun mulai melakukan penyesuaian, mulai dari menaikkan harga secara bertahap hingga mengevaluasi program promosi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan operasional di tengah tekanan biaya yang tinggi.
Namun, kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi orangtua, terutama dalam memenuhi kebutuhan harian si Kecil. Popok sebagai kebutuhan dasar bayi menjadi salah satu pengeluaran rutin yang tidak bisa dihindari.
“Kenaikan harga bahan baku secara menyeluruh telah memberi tekanan pada seluruh rantai nilai industri, mulai dari produsen bahan baku hingga produsen produk akhir. Dalam kondisi ini, tekanan biaya berpotensi mendorong penyesuaian harga jual diapers di pasar, yang pada akhirnya dapat berdampak pada daya beli masyarakat,” tambah Oto.
Industri Popok Hadapi Tantangan Besar dan Perlu Solusi Cepat

APKI menilai kondisi ini memerlukan respons cepat dan terukur dari seluruh pihak, termasuk pemerintah dan pelaku industri. Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa semakin luas.
Dalam skenario terburuk, industri diapers bahkan berpotensi menghadapi penghentian produksi. Hal ini tentu berisiko pada keberlangsungan tenaga kerja, termasuk kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif.
APKI memperkirakan, jika dalam 1–2 bulan ke depan tidak ada kepastian pasokan bahan baku, maka risiko tersebut akan semakin nyata. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih kuat antar pihak, termasuk kelancaran perizinan dan impor bahan baku agar rantai pasok tetap terjaga.
Dengan kondisi yang masih dinamis, solusi cepat menjadi kunci agar industri tetap bertahan dan kebutuhan masyarakat, khususnya produk bayi, tetap tersedia di pasaran.
Nah, itu tadi informasi tentang
Semoga informasi ini membantu Mama lebih siap menghadapi kondisi ini.

















