Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Tabel Berat Badan Bayi Menurut WHO untuk Perempuan dan Laki-Laki

Tabel Berat Badan Bayi Menurut WHO untuk Perempuan dan Laki-Laki
Dok. WHO
Intinya Sih
  • WHO menetapkan standar berat badan bayi berdasarkan usia dan jenis kelamin sebagai acuan global untuk memantau tumbuh kembang anak secara sehat.
  • Tabel WHO menunjukkan rentang berat badan normal bayi perempuan dan laki-laki dari usia 0 hingga 12 bulan, lengkap dengan nilai ideal tiap bulannya.
  • Berat badan anak dipengaruhi oleh faktor nutrisi, genetik, riwayat kehamilan, kesehatan, aktivitas fisik, serta kondisi psikologis dan lingkungan sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memantau berat badan bayi menjadi salah satu cara penting untuk memastikan si Kecil tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Tidak sedikit orangtua yang merasa khawatir ketika berat badan anak terlihat lebih kecil atau justru lebih besar dibandingkan bayi seusianya.

Namun, perlu dipahami bahwa setiap bayi memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Untuk membantu orangtua menilai apakah pertumbuhan bayi masih dalam batas normal, World Health Organization (WHO) telah menetapkan standar berat badan berdasarkan usia dan jenis kelamin. 

Standar ini digunakan oleh tenaga kesehatan di berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai acuan dalam memantau tumbuh kembang bayi.

Berikut Popmama.com rangkum mengenai tabel berat badan bayi menurut WHO. 

Tabel Berat Badan Bayi Perempuan Menurut WHO

Tabel berat badan bayi WHO
Dok. WHO

Untuk memudahkan dalam membaca tabel, berikut rangkuman berat badan bayi perempuan 0-12 bulan menurut WHO, antara lain:

  • 0 Bulan (Baru Lahir): Normalnya 2.4 kg sampai 4.2 kg (Ideal: 3.2 kg)
  • 1 Bulan: Normalnya 3.2 kg sampai 5.5 kg (Ideal: 4.2 kg)
  • 2 Bulan: Normalnya 3.9 kg sampai 6.6 kg (Ideal: 5.1 kg)
  • 3 Bulan: Normalnya 4.5 kg sampai 7.5 kg (Ideal: 5.8 kg)
  • 4 Bulan: Normalnya 5.0 kg sampai 8.2 kg (Ideal: 6.4 kg)
  • 5 Bulan: Normalnya 5.4 kg sampai 8.8 kg (Ideal: 6.9 kg)
  • 6 Bulan: Normalnya 5.7 kg sampai 9.3 kg (Ideal: 7.3 kg)
  • 7 Bulan: Normalnya 6.0 kg sampai 9.8 kg (Ideal: 7.6 kg)
  • 8 Bulan: Normalnya 6.3 kg sampai 10.2 kg (Ideal: 7.9 kg)
  • 9 Bulan: Normalnya 6.5 kg sampai 10.5 kg (Ideal: 8.2 kg)
  • 10 Bulan: Normalnya 6.7 kg sampai 10.9 kg (Ideal: 8.5 kg)
  • 11 Bulan: Normalnya 6.9 kg sampai 11.2 kg (Ideal: 8.7 kg)
  • 12 Bulan (1 Tahun): Normalnya 7.0 kg sampai 11.5 kg (Ideal: 8.9 kg)

Tabel Berat Badan Bayi Laki-Laki Menurut WHO

Tabel berat badan bayi WHO
Dok. WHO

Untuk memudahkan dalam membaca tabel, berikut rangkuman berat badan bayi laki-laki 0-12 bulan menurut WHO, antara lain:

  • 0 Bulan (Baru Lahir): Normalnya 2.5 kg sampai 4.4 kg (Ideal: 3.3 kg)
  • 1 Bulan: Normalnya 3.4 kg sampai 5.8 kg (Ideal: 4.5 kg)
  • 2 Bulan: Normalnya 4.3 kg sampai 7.1 kg (Ideal: 5.6 kg)
  • 3 Bulan: Normalnya 5.0 kg sampai 8.0 kg (Ideal: 6.4 kg)
  • 4 Bulan: Normalnya 5.6 kg sampai 8.7 kg (Ideal: 7.0 kg)
  • 5 Bulan: Normalnya 6.0 kg sampai 9.3 kg (Ideal: 7.5 kg)
  • 6 Bulan: Normalnya 6.4 kg sampai 9.8 kg (Ideal: 7.9 kg)
  • 7 Bulan: Normalnya 6.7 kg sampai 10.3 kg (Ideal: 8.3 kg)
  • 8 Bulan: Normalnya 6.9 kg sampai 10.7 kg (Ideal: 8.6 kg)
  • 9 Bulan: Normalnya 7.1 kg sampai 11.0 kg (Ideal: 8.9 kg)
  • 10 Bulan: Normalnya 7.4 kg sampai 11.4 kg (Ideal: 9.2 kg)
  • 11 Bulan: Normalnya 7.6 kg sampai 11.7 kg (Ideal: 9.4 kg)
  • 12 Bulan (1 Tahun): Normalnya 7.7 kg sampai 12.0 kg (Ideal: 9.6 kg)

Bagaimana Jika Berat Badan Anak Tidak Sesuai dengan Tabel?

Bagaimana jika berat badan anak tidak sesuai dengan tabel
Magnific/freepik

Jika berat badan anak berada di bawah atau di atas rentang normal pada tabel WHO, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan jangan langsung panik.

Tabel tersebut adalah alat skrining awal, bukan diagnosis mutlak.

  • Jika di bawah batas normal (-2 SD atau -3 SD): Bisa menjadi indikasi bahwa anak mengalami berat badan kurang (underweight) atau sangat kurang. Kondisi ini memerlukan perhatian medis untuk mencari tahu apakah ada masalah asupan nutrisi, gangguan penyerapan makanan, atau adanya infeksi/penyakit tertentu.
  • Jika di atas batas normal (2 SD atau 3 SD): Menandakan adanya risiko berat badan berlebih atau obesitas. Hal ini juga perlu dievaluasi terkait pola makan, jenis MPASI (jika sudah di atas 6 bulan), atau susu yang dikonsumsi.

Faktor yang Memengaruhi Berat Badan Anak

Faktor yang memengaruhi berat badan anak
Pexels/RDNE Stock project

Berat badan anak bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, baik dari dalam tubuh anak itu sendiri maupun dari lingkungan sekitarnya.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi berat badan anak:

  • Asupan Nutrisi dan Pola Makan menjadi fondasi utama dalam pertumbuhan anak. Kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi, termasuk kecukupan kalori, lemak, serta protein hewani, sangat menentukan seberapa optimal peningkatan berat badannya.
  • Faktor Genetik dan Keturunan ikut menentukan potensi postur tubuh anak secara alami. Gen yang diwariskan dari orangtua memengaruhi struktur tulang, tinggi badan, hingga kecenderungan berat badan anak, sehingga orangtua yang berpostur mungil atau besar sering kali menurunkan kecenderungan yang sama.
  • Riwayat Kehamilan dan Kelahiran memberikan pengaruh yang signifikan sejak awal kehidupan anak. Bayi yang terlahir prematur atau memiliki riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) biasanya membutuhkan waktu lebih lama serta perhatian khusus untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhannya (catch-up growth).
  • Status Kesehatan dan Penyakit dapat mengganggu proses penyerapan serta penggunaan energi di dalam tubuh anak. Ketika anak sering mengalami infeksi berulang seperti batuk, pilek, atau diare, energi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan justru habis dipakai tubuh untuk melawan penyakit.
  • Tingkat Aktivitas Fisik memengaruhi seberapa banyak kalori yang dibakar oleh anak setiap harinya. Semakin aktif seorang anak bergerak, maka kebutuhan kalori harian mereka akan otomatis meningkat. Jika peningkatan aktivitas fisik ini tidak diimbangi dengan penambahan porsi atau padatnya kalori pada makanan, kenaikan berat badan anak bisa menjadi lebih lambat.
  • Faktor Psikologis dan Lingkungan turut membentuk kebiasaan makan dan kondisi fisik anak secara keseluruhan. Suasana makan yang penuh tekanan, pemaksaan, atau terlalu banyak distraksi seperti gawai dan televisi dapat memicu anak mengalami Gerakan Tutup Mulut (GTM) hingga trauma makan. Di samping itu, kualitas tidur buruk serta lingkungan dengan sanitasi kurang bersih juga berisiko meningkatkan paparan penyakit yang menghambat pertumbuhan anak.

Demikian tabel berat badan bayi menurut WHO. Semoga bisa menjadi panduan bagi orangtua dalam membesarkan si Kecil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More