Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ini 7 Tanda Bayi Sehat yang Wajib Mama Ketahui

Ini 7 Tanda Bayi Sehat yang Wajib Mama Ketahui
pixabay.com/vborodinova
Share Article

Apa definisi bayi sehat menurut Mama? Ternyata bayi yang tidak gampang sakit belum bisa dikatakan sehat sepenuhnya.

Kesehatan bayi mencakup aspek fisik dan emosional, yang mana keduanya saling terkait. Mama wajib memperhatikan keduanya, karena kondisi emosional bayi yang kurang baik bisa menurunkan daya tahan tubuh.

Bayi yang sehat secara fisik sekilas dapat dilihat dari peningkatan berat badan dan tidak mudah terserang penyakit. Sedangkan secara emosional, bayi yang sehat biasanya tidak mudah rewel.

Lalu bagaimana cara mengamati kesehatan si Kecil secara keseluruhan? Tujuh tanda bayi sehat di bawah ini wajib Mama tahu. Simak yuk!

  1. 1. Peningkatan berat badan wajar

    pixabay.com/tung256
    pixabay.com/tung256

    Hingga umurnya mendekati 5 tahun, si Kecil wajib ditimbang berat badannya secara rutin. Hal ini bertujuan untuk memantau peningkatan berat badan apakah wajar atau tidak. Artinya, si Kecil tidak boleh melampaui atau kurang dari grafik pertumbuhan berat dan tinggi badan yang ditetapkan oleh pemerintah.

    Kekurangan atau kelebihan berat badan akan berbahaya untuk kesehatan si Anak. Konsultasikan dengan dokter anak untuk menetapkan rambu-rambu batas berat badan anak. Karena peningkatan berat badan tidak selalu berarti baik lho, Ma. Jika peningkatannya berlebihan maka Mama perlu menerapkan diet nutrisi tepat pada pola makan si Kecil.

  2. 2. Buang air lancar

    pixabay.com/publicdomainpicture
    pixabay.com/publicdomainpicture

    Peningkatan berat badan pada anak yang sehat mestinya diimbangi dengan buang air lancar. Perhatikan intensitas ganti popok untuk bayi yang belum melakukan potty training. Paling tidak ia buang air besar dua kali dalam sehari.

    Warna urine pun bisa menandakan kesehatan si Kecil. Urine yang encer dan warnanya cenderung bening menandakan metabolisme yang sehat. Sementara urine berwarna pekat dan lebih kental menunjukkan terjadinya dehidrasi.

  3. 3. Mulai mengamati sekitar dan mampu memfokuskan perhatian

    pixabay.com/greyerbaby
    pixabay.com/greyerbaby

    Memasuki usia 4 bulan, bayi biasanya sudah mampu mengenali lingkungan sekitar dan memfokuskan perhatian. Ia mulai banyak menoleh mengamati sekitarnya.

    Kalau bayi mungil Mama sudah bisa melakukan hal ini di usia 4 bulan, tandanya perkembangan otak berjalan pesat. Kemampuan sensorik dan motoriknya berkembang dengan baik.

  4. 4. Merespon bunyi dan gerakan

    pixabay.com/szymonpacek
    pixabay.com/szymonpacek

    Setelah tahapan mengamati lingkungan sekitar, si Kecil mulai bisa merespon bunyi dan gerakan. Ia refleks mencari sumber suara ketika mendengar orang berbicara, dan mengikuti gerakan benda atau orang di sekitarnya.

    Manfaatkan fase ini untuk memperkenalkan nama. Mama coba sesering mungkin memanggil namanya sambil bergerak ke arah berbeda. Latih ia merespon suara dan gerakan secara bersamaan.

  5. 5. Mampu melakukan kontak mata

    pixabay.com/tookapic
    pixabay.com/tookapic

    Dapat melakukan kontak mata dengan lawan bicara juga menandakan kesehatan fisik serta emosional. Indera pendengaran dan penglihatannya bekerja dengan baik ketika ia mampu bertahan menatap mata lawan bicara.

    Untuk tanda yang satu ini tidak perlu menunggu usia 4 bulan, banyak bayi yang sudah bisa melakukannya bahkan sebelum genap berusia 1 bulan.

  6. 6. Tidur lebih nyenyak dan teratur

    pixabay.com/dagon_
    pixabay.com/dagon_

    Tanda bayi sehat yang paling mudah diamati adalah tidurnya teratur dan nyenyak. Ia tidak mudah terbangun di malam hari hanya karena suara pelan atau sentuhan. Ini menandakan ia mendapat nutrisi yang cukup, tenang, dan rileks.

    Baca juga: 6 Kebiasaan Tidur Bayi yang Bisa Mengganggu Kesehatannya

  7. 7. Mudah ditenangkan

    pixabay.com/pexels
    pixabay.com/pexels

    Bayi yang sehat secara emosional tidak mudah rewel dan bisa dengan cepat ditenangkan. Ia tidak banyak menangis karena terbangun tiba-tiba di malam hari, atau malah menangis tanpa sebab.

    Mama bisa mengamati sorot matanya, jika ia berbinar atau tidak sendu maka bisa dikatakan sehat secara emosional.

    Baca juga: Mama Perlu Tahu: 6 Cara Menenangkan Bayi Marah

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More