Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Menurut Douglas B. Downey, ada dua kemungkinan utama yang menjelaskan mengapa anak dengan banyak saudara kandung berisiko mengalami kesehatan mental yang lebih rendah.
Pertama, keberadaan banyak saudara dapat membuat sumber daya orangtua terbagi, mulai dari waktu, perhatian, energi emosional, hingga dukungan finansial. Kondisi ini berpotensi mengurangi kualitas interaksi antara orangtua dan setiap anak.
Anak yang memiliki saudara kandung dengan jarak usia sangat dekat, khususnya sekitar satu tahun, menunjukkan risiko kesehatan mental yang buruk. Anak-anak dengan usia hampir sama cenderung lebih sering bersaing untuk mendapatkan perhatian, validasi, dan dukungan dari orangtua.
Downey mengibaratkan perhatian orangtua seperti sebuah kue yang harus dibagi kepada setiap anak. Jika pembagiannya tidak seimbang, ada anak yang mungkin menerima porsi lebih sedikit. Ketimpangan perhatian yang terjadi terus-menerus inilah yang diduga dapat berdampak pada kondisi emosional anak.
Faktor kedua, kemungkinan lainnya bukan semata-mata jumlah anak sebagai penyebab, melainkan karena keluarga dengan banyak anak sejak awal memiliki kondisi tertentu yang kurang mendukung perkembangan kesehatan mental. Berdasarkan temuan penelitian, Downey menyimpulkan bahwa dampak banyaknya saudara kandung terhadap kesehatan mental anak lebih sering mengarah pada sisi negatif.
“Apa yang kami temukan dari banyaknya saudara kandung terhadap kesehatan mental, lebih mengarah pada sisi negatif dibanding sisi positifnya,” ungkap Downey.