Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anak Masih Susah Makan Sendiri, Apakah Perlu Terus Disuapi?
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Anak yang masih sulit makan sendiri tidak perlu selalu disuapi; orang tua dapat mendampingi dan membantu seperlunya sambil memberi kesempatan anak berlatih mandiri.

  • Latihan makan sendiri mendukung perkembangan keterampilan, termasuk mengenali rasa, tekstur, aroma, suhu makanan, serta membiasakan penggunaan tangan dan alat makan.

  • Pengenalan makan mandiri dapat dimulai bertahap sejak sekitar usia 6 bulan, melalui finger food.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat anak masih kesulitan makan sendiri, Mama mungkin memilih untuk terus menyuapi agar kebutuhan makannya tetap terpenuhi. Padahal, proses makan juga menjadi bagian dari tahapan belajar anak untuk mengembangkan keterampilan serta kemandiriannya lho, Ma.

dr. Adhytio Yasashii, Sp.A., dokter spesialis anak yang aktif membagikan informasi seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, turut membahas permasalahan tersebut melalui Instagram-nya, @drtio.pediatrics. Ia menjelaskan pentingnya melatih keterampilan makan agar si Kecil dapat berkembang lebih mandiri saat makan.

Berikut Popmama.com telah merangkum soal anak masih susah makan sendiri.

1. Anak masih susah makan sendiri, apakah perlu terus disuapi?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Jawabannya, tidak perlu disuapi terus, Ma. Menurut dr. Tio, tujuan dari proses makan pada bayi bukan hanya membuatnya kenyang, tetapi juga melatih berbagai keterampilan makan. Karena itu, bayi perlu diberikan kesempatan untuk mencoba makan sendiri sesuai dengan kemampuan dan tahap perkembangannya.

"Keterampilan makan merupakan sesuatu yang perlu dilatih, bukan hanya ditunggu hingga anak bisa dengan sendirinya," ujar dr. Tio seperti dikutip Popmama.com dari Instagram-nya, Selasa (15/9/2026).

Pada prosesnya, bayi mungkin belum langsung bisa makan dengan rapi atau menghabiskan makanan tanpa bantuan. Hal tersebut merupakan bagian dari proses belajar. Mama tetap dapat mendampingi dan membantu ketika diperlukan, tetapi sebaiknya tidak selalu mengambil alih seluruh proses makan anak.

2. Kenapa penting untuk melatih bayi makan sendiri?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Makan merupakan kebutuhan dasar anak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Di sisi lain, keterampilan makan sendiri juga menjadi salah satu tahapan perkembangan yang penting untuk dilatih sejak dini.

Saat belajar makan sendiri, bayi tidak hanya belajar memasukkan makanan ke dalam mulut. Ia juga menggunakan berbagai inderanya untuk mengenali rasa, tekstur, aroma, dan suhu makanan. Misalnya, si Kecil dapat belajar bahwa pisang dan kiwi memiliki tekstur yang lebih mudah digenggam dibandingkan makanan seperti mi.

3. Kapan bayi mulai diajarkan untuk makan sendiri?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Bayi bisa mulai diajarkan makan sendiri secara bertahap sejak sekitar usia 6–8 bulan, ketika anak sudah mulai diperkenalkan dengan makanan padat. Pada usia ini, Mama dapat memberikan kesempatan kepada bayi untuk mencoba mengambil makanan dan memasukkannya ke dalam mulut sendiri.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kemampuan anak menggunakan alat makan seperti sendok dan garpu akan berkembang dengan lebih baik ketika memasuki usia 12 bulan atau 1 tahun. Masa ini dapat menjadi salah satu waktu untuk semakin mendorong kemandirian anak saat makan.

4. Tips mengajarkan anak makan sendiri secara bertahap

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Beberapa cara yang bisa Mama coba untuk melatih keterampilan makan anak adalah sebagai berikut.

  1. Mulai mengenalkan makan sendiri sejak dini ketika bayi memasuki usia sekitar 8 bulan. Namun, Jika kemampuan perkembangannya mendukung, latihan dapat mulai dikenalkan sekitar usia 6 bulan.

  2. Berikan makanan yang bisa dipegang sendiri atau finger food sesuai dengan usia dan kemampuan bayi. Biarkan anak mencoba menggenggam dan mengarahkan makanan ke mulutnya agar ia terbiasa menggunakan tangannya saat makan.

  3. Saat si Kecil berhasil mengambil makanan atau mencoba makan sendiri, berikan apresiasi sederhana. Dukungan dari Mama dapat membuat anak merasa lebih percaya diri untuk terus mencoba.

  4. Selain menggunakan tangan, bayi juga dapat diperkenalkan dengan alat makan seperti sendok. Tidak masalah jika pada awalnya penggunaannya masih belum sempurna atau makanan banyak yang tercecer.

  5. Gunakan celemek saat makan karena dapat membantu menjaga pakaian si Kecil tetap lebih bersih.

Jadi, bayi yang masih susah makan sendiri tidak perlu disuapi terus, ya, Ma. Biarkan si Kecil latihan makan sendiri hingga akhirnya ia mahir tanpa bantuan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article