“Belum tentu, ya, Ma. Jadi kalau anak bermain sendiri, itu oke,” jelas dr. Tio.
Anak Suka Main Sendiri, Normalkah atau Ada Masalah Perkembangan?

Anak yang senang bermain sendiri belum tentu mengalami masalah perkembangan dan tidak perlu langsung dipaksa bermain bersama orang lain.
Orangtua perlu mengamati apakah anak merespons saat dipanggil, tertarik bermain dengan anak lain, serta menunjukkan minat pada orang di sekitarnya.
Jika ketiga respons tersebut tidak terlihat, konsultasi dengan dokter atau psikolog dapat dipertimbangkan. Orangtua juga bisa mendampingi lewat bermain, komunikasi rutin, dan pertemuan yang nyaman.
Ketika si Kecil lebih senang bermain sendiri, Mama mungkin bertanya-tanya apakah kebiasaan tersebut berkaitan dengan perkembangan anak. Terlebih, jika anak terlihat asyik dengan mainannya dan tidak banyak berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
Kekhawatiran seperti ini wajar muncul ketika Mama ingin memastikan si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun, sebelum menarik kesimpulan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari kebiasaan bermain anak.
Anak suka main sendiri, apakah ada masalah perkembangan? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan dr. Adhytio Yasashii, Sp.A., yang dikutip dari unggahan video di akun Instagram pribadinya, @drtio.pediatrics.
Table of Content
Anak Suka Main Sendiri, Apakah Ada Masalah Perkembangan?

Magnific Anak yang senang bermain sendiri tidak selalu mengalami masalah perkembangan. Mama tidak perlu langsung mengganggu si Kecil ketika sedang asyik bermain.
Meski begitu, tetap penting untuk memperhatikan bagaimana anak merespons dan berinteraksi dengan orang lain.
dr. Tio juga mengingatkan bahwa ketika anak sedang bermain sendiri, Mama bisa mengamati responsnya.
Jadi, bermain sendiri bukan berarti harus selalu diganggu atau dipaksa bermain bersama orang lain.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Anak Bermain Sendiri

Magnific Ketika si Kecil sedang menikmati waktu bermainnya, Mama dapat memperhatikan beberapa hal terkait respons dan ketertarikannya pada orang lain, seperti:
1. Apakah anak merespons saat dipanggil?
Mama bisa mengamati apakah si Kecil memberikan respons ketika namanya dipanggil saat sedang bermain sendiri.
“Apakah dia merespon kalau kita panggil?” ujar dr. Tio.
Hal ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika anak lebih suka bermain sendiri.
2. Apakah anak suka bermain dengan anak lain?
Selain respons saat dipanggil, Mama juga dapat melihat ketertarikan si Kecil untuk bermain bersama anak-anak lain.
“Kalau sama anak kecil lain dia suka main atau enggak?” kata dr. Tio.
Mama bisa memperhatikan apakah anak menunjukkan ketertarikan untuk bermain dengan anak kecil lainnya.
3. Apakah anak tertarik dengan orang lain?
Ketertarikan anak terhadap orang lain juga menjadi hal yang perlu diamati. Mama dapat melihat apakah si Kecil menunjukkan minat untuk berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
“Dia tertarik enggak sama orang lain?” jelas dr. Tio.
Menurut dr. Tio, apabila ketiga hal tersebut tidak terlihat, Mama dapat mempertimbangkan konsultasi langsung dengan dokter atau psikolog.
“Kalau misalnya tiga-tiga ini enggak ada, oke, boleh mungkin kita konsultasikan langsung ke dokter atau psikolog,” lanjutnya.
Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mendukung Interaksi Anak

Magnific Selain mengamati respons dan ketertarikan si Kecil, Mama juga dapat memberikan pendampingan melalui kegiatan sehari-hari. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Berikan stimulasi dengan pendampingan. Mama dapat melakukan stimulasi pada si Kecil sambil memberikan pendampingan. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui waktu bermain bersama anak.
- Ajak anak berkomunikasi secara rutin. Luangkan waktu untuk mengajak si Kecil berkomunikasi secara rutin. Mama dapat melakukannya dalam kegiatan sehari-hari bersama anak.
- Ajak anak bertemu orang yang membuatnya nyaman. Mama bisa mengajak si Kecil bertemu dengan orang-orang yang membuatnya merasa nyaman. Kegiatan ini dapat menjadi bagian dari pendampingan anak.
- Gunakan waktu bermain untuk mendampingi anak. Saat si Kecil bermain, Mama dapat meluangkan waktu untuk ikut bermain dan memberikan pendampingan. Dengan begitu, waktu bermain juga bisa digunakan untuk berinteraksi bersama anak.
Jadi, anak yang suka bermain sendiri belum tentu mengalami masalah perkembangan, ya, Ma. Tetap dampingi si Kecil dan perhatikan responsnya saat berinteraksi dengan orang lain.
-LbAB2yczw17rLHCPlvgNkwToyhbi9axc.jpg)




















