“Yang bikin BB-nya sekecil itu naik adalah surplus kalorinya,” jelas dr. Hendra dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, @hendrawardana.
Berat Badan Anak Susah Naik, Belum Tentu karena Kurang Makan

Berat badan anak yang sulit naik tidak selalu akibat kurang makan. Faktor utamanya bisa berupa total kalori harian yang belum mencapai surplus.
Porsi besar bukan keharusan, terutama bagi anak yang cepat kenyang. Yang perlu diperhatikan adalah kepadatan energi makanan sesuai kemampuan makannya.
Menu harian perlu dievaluasi dari jenis, porsi, dan kalorinya. Keju, alpukat, santan, butter, minyak, atau peanut butter dapat menambah energi tanpa memperbesar porsi.
Setiap orangtua tentu ingin melihat si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu hal yang sering menjadi perhatian adalah berat badan (BB) anak, terutama ketika angkanya tidak kunjung bertambah sesuai harapan.
Kondisi ini pun bisa membuat Mama merasa khawatir. Berbagai cara mungkin sudah dilakukan, mulai dari menawarkan makanan lebih sering, menambah porsi makan, memberikan susu, hingga mencoba berbagai menu yang dianggap bisa membantu menaikkan berat badan anak.
Berat badan anak susah naik, belum tentu karena kurang makan. Kenali yang menjadi penyebab lainnya berdasarkan penjelasan dr. Hendra Wardana, Sp.A. yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.
Table of Content
Berat Badan Anak Nggak Naik Bisa karena Kalorinya Belum Cukup

Magnific Ketika BB si Kecil sulit naik, Mama mungkin sudah mencoba berbagai cara. Mulai dari menambah porsi makan, memberikan double carbo, double prohe, hingga memilih susu yang dianggap dapat membantu menaikkan berat badan.
Namun, menambah jumlah makanan saja belum tentu membuat BB anak bertambah jika total kalori yang masuk setiap hari masih belum mencukupi. Menurut dr. Hendra, kenaikan berat badan berkaitan dengan adanya surplus kalori.
Artinya, meskipun anak terlihat banyak makan dan masih mau minum susu, berat badannya tetap bisa sulit bertambah apabila kebutuhan kalorinya belum terpenuhi. Oleh karena itu, Mama tidak cukup hanya melihat seberapa banyak makanan yang mampu dihabiskan si Kecil.
Anak Nggak Harus Makan dalam Porsi Besar

Magnific Pemahaman soal kalori ini juga penting terutama bagi anak yang mudah kenyang atau memang tidak bisa makan dalam porsi besar. Mama mungkin merasa perlu terus menambah makanan agar kebutuhan anak terpenuhi, padahal yang lebih penting adalah memastikan makanan yang dikonsumsi memiliki cukup energi.
“Masalah utamanya itu bukan volumenya, tapi terpenuhi kalorinya atau tidak,” ujar dr. Hendra.
Jadi, makanan dalam porsi yang tidak terlalu besar tetap bisa membantu memenuhi kebutuhan kalori apabila memiliki kepadatan energi yang cukup. Dengan begitu, Mama tidak harus memaksa si Kecil makan dalam jumlah banyak hanya agar berat badannya bertambah.
Sebaliknya, coba perhatikan kembali jenis makanan yang diberikan dan kandungan kalorinya. Dari sini, Mama bisa mengatur menu yang tetap sesuai dengan kemampuan makan anak, tetapi lebih padat energi.
Tambahkan Bahan Makanan yang Padat Kalori

Magnific Setelah mengetahui bahwa jumlah kalori turut berpengaruh terhadap kenaikan BB, Mama bisa mulai melihat kembali bahan makanan yang digunakan dalam menu harian si Kecil.
Beberapa bahan makanan dapat ditambahkan untuk meningkatkan kalori tanpa membuat porsi makanan menjadi jauh lebih besar. Misalnya keju, alpukat, santan, butter, atau peanut butter.
dr. Hendra juga menyebutkan minyak, santan, butter, hingga snack tinggi kalori sebagai beberapa contoh yang dapat ditambahkan ketika asupan kalori anak masih kurang.
Cara ini dapat membantu anak mendapatkan lebih banyak energi dari makanan tanpa harus makan dalam porsi yang terlalu besar. Namun, tetap sesuaikan pilihan makanan dengan usia dan kebutuhan si Kecil.
Perhatikan Pola Makan Anak Secara Keseluruhan

Magnific Selain menambahkan bahan makanan tertentu, Mama juga perlu melihat pola makan si Kecil secara keseluruhan. Sebab, anak yang terlihat banyak makan belum tentu mendapatkan kalori yang cukup setiap harinya.
Coba perhatikan kembali menu yang diberikan, mulai dari jenis makanan, jumlah porsinya, hingga kepadatan energi di dalam makanan tersebut. Dengan begitu, Mama bisa mendapatkan gambaran apakah asupan harian si Kecil sudah cukup untuk mendukung pertambahan berat badannya.
“Anak udah makan banyak tiap hari, susunya juga mau, tapi kalo kalorinya gak dihitung alias kurang, tetep dia tidak akan naik berat badannya,” tegas dr. Hendra.
Jadi, saat berat badan anak nggak naik, jangan hanya melihat seberapa banyak ia makan. Kebutuhan kalori, kepadatan energi makanan, dan pola makan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan agar asupan hariannya lebih sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.
Semoga informasi ini dapat membantu, ya, Ma!





















