Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Benarkah Anak Dermatitis Atopik Harus Pantang Banyak Makanan?

Benarkah Anak Dermatitis Atopik Harus Pantang Banyak Makanan?
Pinterest/BabyBuddha
  • Anak dengan dermatitis atopik belum tentu memiliki alergi makanan, sehingga tidak perlu langsung menjalani banyak pantangan.

  • Menentukan makanan yang perlu dihindari tidak cukup berdasarkan hasil tes alergi, tetapi perlu mempertimbangkan riwayat dan pemeriksaan klinis.

  • Pantangan makanan yang terlalu luas dapat mengganggu kecukupan nutrisi anak, sehingga sebaiknya dilakukan berdasarkan indikasi dan anjuran dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dermatitis atopik atau eksim merupakan kondisi kulit yang cukup sering dialami anak. Kulit si Kecil dapat menjadi kering, gatal, dan kemerahan. Kondisi ini juga kerap dikaitkan dengan alergi makanan, sehingga saat eksim kambuh, orangtua mungkin langsung mencurigai makanan tertentu sebagai pemicunya dan mulai membatasi menu si Kecil.

Padahal, tidak semua anak dengan dermatitis atopik memiliki alergi makanan, sehingga tidak semua anak dengan kondisi ini perlu menjalani banyak pantangan. Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, Dr. dr. Zahrah Hikmah, Sp.A, Subsp.A.I (K), dokter spesialis anak konsultan alergi dan imunologi anak, turut menjelaskan hal yang perlu diperhatikan orangtua sebelum membatasi makanan si Kecil.

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai benarkah anak dermatitis atopik harus pantang banyak makanan?

  1. 1. Benarkah anak dengan dermatitis atopik harus pantang banyak makanan?

    Benarkah anak dermatitis atopik harus pantang banyak makanan?
    Magnific

    Jawabannya, belum tentu, Ma. Anak dengan dermatitis atopik memang memiliki risiko lebih tinggi mengalami alergi makanan, tetapi bukan berarti setiap anak dengan eksim harus menghindari banyak jenis makanan.

    Dalam salah satu unggahan video di Instagram-nya, dr. Zahrah mengingatkan agar orangtua tidak langsung memantang telur, susu, ikan, atau makanan lainnya hanya karena eksim si Kecil sedang kambuh. Makanan tertentu sebaiknya tidak dihilangkan dari menu anak tanpa adanya alasan medis yang jelas.

    Data dari American Academy of Dermatology (AAD) menunjukkan bahwa sekitar 15 persen anak dengan dermatitis atopik juga memiliki alergi makanan. Artinya, alergi makanan memang dapat ditemukan pada sebagian anak dengan eksim, tetapi tidak otomatis dialami oleh semua anak.

  2. 2. Dermatitis atopik tidak selalu disebabkan oleh alergi makanan

    Dermatitis atopik tidak selalu disebabkan oleh alergi makanan
    Magnific/onlyyouqj

    Dermatitis atopik merupakan kondisi kulit yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Makanan bukan penyebab dermatitis atopik, sehingga eksim yang kambuh setelah anak makan sesuatu tidak selalu berarti makanan tersebut adalah penyebabnya.

    Kekambuhan juga dapat dipicu oleh hal lain, seperti sabun atau deterjen yang mengiritasi kulit, tungau debu, maupun faktor lingkungan. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memperhatikan kondisi dan pemicu lain yang mungkin muncul bersamaan dengan kambuhnya eksim.

    Meski begitu, anak dengan dermatitis atopik memang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi alergi, termasuk alergi makanan. Risikonya juga dapat berbeda berdasarkan tingkat keparahan dermatitis atopik yang dialami anak.

  3. 3. Menentukan makanan yang perlu dipantang tidak cukup dari tes alergi

    Menentukan makanan yang perlu dipantang tidak cukup dari tes alergi
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Menurut dr. Zahrah, orangtua sebaiknya tidak menentukan makanan penyebab alergi hanya berdasarkan hasil tes alergi. Pemeriksaan alergi memang dapat membantu dalam proses evaluasi, tetapi hasilnya perlu dilihat bersama riwayat gejala dan pemeriksaan klinis anak.

    Pasalnya, hasil pemeriksaan yang menunjukkan adanya sensitisasi terhadap suatu makanan belum tentu berarti anak benar-benar mengalami alergi ketika mengonsumsi makanan tersebut. Dokter akan mempertimbangkan berbagai informasi sebelum menentukan apakah suatu makanan memang perlu dihindari.

  4. 4. Risiko terlalu banyak pantangan makanan bagi kesehatan anak

    Risiko terlalu banyak pantangan makanan bagi kesehatan anak
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Membatasi terlalu banyak jenis makanan dapat membuat pilihan makanan si Kecil menjadi semakin sedikit. Jika dilakukan tanpa indikasi yang jelas, kondisi ini berisiko membuat anak tidak mendapatkan zat gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

    Terlebih, beberapa makanan yang sering dihindari seperti susu dan telur merupakan sumber protein serta berbagai zat gizi penting. AAD menyebutkan bahwa diet eliminasi yang terlalu luas pada anak dapat meningkatkan risiko berat badan turun, pertumbuhan yang kurang optimal, serta kekurangan vitamin, mineral, dan protein.

  5. 5. Kapan anak dengan dermatitis atopik perlu pantang makanan?

    Kapan anak dengan dermatitis atopik perlu pantang makanan?
    Magnific

    Pantangan makanan dapat dipertimbangkan ketika terdapat dugaan alergi makanan yang jelas, bukan semata-mata karena anak memiliki dermatitis atopik. Misalnya, si Kecil berulang kali mengalami reaksi tertentu setelah mengonsumsi makanan yang sama.

    Selain perubahan pada kulit, alergi makanan juga dapat disertai gejala lain, seperti gatal atau bengkak pada bagian tubuh tertentu, muntah, gangguan pencernaan, hingga gangguan pernapasan. Jika muncul reaksi setelah mengonsumsi makanan tertentu, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi yang tepat.

    Dokter Zahrah juga menambahkan tujuan dari pantangan makanan bukanlah membuat daftar makanan yang harus dihindari sebanyak mungkin, melainkan menemukan makanan yang memang menjadi pencetus alergi. 

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa anak dengan dermatitis atopik belum tentu harus memiliki banyak pantangan makanan. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More