Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Bayi Sering Kaget saat Tidur karena Diganggu Makhluk Halus?
Pexels/Ivone De Melo
  • Bayi yang sering kaget saat tidur umumnya mengalami refleks Moro, respons bawaan terhadap suara keras atau gerakan mendadak, bukan gangguan makhluk halus.
  • Refleks Moro ditandai tangan bayi merentang lalu menggenggam, merupakan bagian perkembangan sistem saraf, dan akan berangsur hilang seiring pertambahan usia.
  • Gerakan gelisah saat tidur dapat terjadi karena fase REM, lapar, haus, suhu tidak nyaman, atau kebutuhan lain; perilaku tidak biasa perlu dikonsultasikan ke dokter anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagai orangtua, tentu kita ingin melihat anak tertidur dengan tenang dan lelap. Melihat bayi tiba-tiba kaget, menangis, atau bergerak tidak tenang saat tidur tentu bisa membuat orangtua khawatir. 

Apalagi, di tengah masyarakat Indonesia ini masih ada anggapan bahwa bayi yang sering kagetan atau gelisah saat tidur sedang diganggu makhluk halus.

Lantas, benarkah bayi sering kaget saat tidur karena diganggu makhluk halus? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan. 

1. Alasan medis mengapa anak sering kaget saat tidur

Pexels/Jonathan Borba

Bayi yang tiba-tiba kaget saat tidur umumnya mengalami refleks Moro atau refleks kejut. Refleks ini merupakan respons alami bayi ketika mendengar suara keras atau mengalami gerakan yang muncul secara tiba-tiba. 

Jadi, bayi yang sering kagetan tidak serta-merta menunjukkan adanya gangguan dari makhluk halus. Refleks Moro termasuk refleks bawaan yang memang umum ditemukan pada bayi. 

Orangtua mungkin melihat si Kecil tiba-tiba merentangkan kedua tangan, kemudian menggenggamnya kembali setelah mendengar suara atau merasakan perubahan gerakan. 

“Kondisi kagetan muncul karena bayi memiliki refleks moro atau refleks kejut sebagai respons terhadap suara keras atau gerakan yang tiba-tiba,” jelas Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K) dalam bukunya berjudul Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, anak, dan Remaja (2026). 

2. Refleks Moro pada bayi akan menghilang seiring bertambah usia

Magnific/javi_indy

Saat mengalami refleks Moro, bayi dapat terlihat seperti terkejut. Kedua tangannya biasanya akan terbuka atau direntangkan, kemudian diikuti dengan gerakan menggenggam. 

Reaksi tersebut merupakan bagian dari perkembangan sistem saraf bayi dan bukan sesuatu yang perlu langsung dikaitkan dengan hal-hal mistis.

“Saat refleks terjadi, bayi akan merentangkan kedua tangannya seraya menggenggam. Kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya saat bayi berusia 46 bulan,” ungkap Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K). 

Dengan bertambahnya usia, refleks tersebut akan berangsur-angsur menghilang saat anak berusia 46 bulan atau sekitar tiga tahun. 

3. Bayi gelisah saat tidur bukan berarti sedang diganggu

Pexels/Karola G

Selain sering kagetan, bayi yang tampak gelisah ketika tidur juga terkadang dianggap  banyak orang sedang mengalami gangguan makhluk halus. 

Padahal, pola tidur bayi memang berbeda dibandingkan orang dewasa, sehingga si Kecil bisa terlihat lebih aktif ketika sedang terlelap. 

“Pola tidur bayi berbeda dengan orang dewasa. Bayi lebih sering berada pada fase rapid eye movement (REM), yaitu fase tidur yang membuatnya lebih aktif, dengan disertai gerakan tangan, kaki, atau ekspresi wajah yang tampak gelisah,” tulis Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K).

Pada fase REM, bayi dapat menggerakkan tangan dan kaki, mengubah ekspresi wajah, bahkan terlihat seperti sedang gelisah. Kondisi tersebut merupakan bagian dari pola tidur bayi yang normal ya, Ma. 

4. Bayi bisa gelisah karena lapar, haus, atau merasa tidak nyaman

Pexels/yankrukov

Ada berbagai alasan lain yang dapat membuat bayi terlihat rewel atau tidak tenang ketika tidur. Bisa jadi bayi merasa lapar, haus, kepanasan, kedinginan, atau mengalami ketidaknyamanan lainnya. 

“Bayi juga bisa gelisah karena lapar, haus, kepanasan, kedinginan, dan sebagainya--bukan karena diganggu makhluk halus,” jelas Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K). 

Daripada langsung khawatir dengan anggapan yang belum tentu benar, orangtua bisa memperhatikan kondisi bayi dan memastikan kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi.

Jika bayi menunjukkan perilaku yang tidak biasa atau terdapat keluhan lain yang mengkhawatirkan, konsultasi dengan dokter anak dapat menjadi langkah yang lebih tepat. Semoga bisa menjadi ilmu baru bagi Mama dan Papa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article