Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Benarkah Menggelitik Kaki Bayi Bisa Membuatnya Cepat Pintar?

Benarkah Menggelitik Kaki Bayi Bisa Membuatnya Cepat Pintar?
Magnific/pvproductions
  • Belum ada bukti ilmiah bahwa menggelitik kaki bayi membuatnya lebih pintar; ahli menyebut anggapan tersebut sebagai mitos.

  • Menggelitik dapat menciptakan tawa dan kedekatan, tetapi respons bayi harus diperhatikan karena tawa belum tentu berarti ia nyaman.

  • Alternatif stimulasi yang mendukung perkembangan otak bayi meliputi berbicara, membacakan buku, bernyanyi, tummy time, serta bermain dengan rangsangan indra.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menggelitik kaki bayi kerap dilakukan para Mama sebagai bentuk interaksi sederhana untuk mengajak si Kecil tertawa. Reaksi bayi yang tertawa ketika digelitik terkadang membuat orangtua menganggap aktivitas tersebut dapat memberikan stimulasi tertentu bagi tumbuh kembangnya.

Bahkan, ada anggapan bahwa menggelitik bagian tubuh bayi, termasuk kaki, dapat membantu perkembangan otak sehingga membuatnya lebih cepat pintar. Namun, apakah anggapan tersebut benar secara ilmiah?

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi tentang benarkah menggelitik kaki bayi bisa membuatnya cepat pintar?

  1. Benarkah Menggelitik Kaki Bayi Bisa Membuatnya Cepat Pintar?

    Benarkah menggelitik kaki bayi bisa membuatnya cepat pintar?
    Magnific/Peoplecreation

    Faktanya, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa aktivitas tersebut dapat membuat bayi menjadi lebih pintar. Jadi, menggelitik kaki tidak dapat dianggap sebagai metode untuk meningkatkan kecerdasan si Kecil.

    Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K). dalam Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja menjelaskan bahwa anggapan mengenai menggelitik kaki bayi yang dapat membuatnya cepat pintar hanyalah mitos. Reaksi tertawa saat digelitik juga tidak dapat dijadikan tanda bahwa aktivitas tersebut memberikan manfaat bagi perkembangan kecerdasan bayi.

    Meski begitu, interaksi fisik antara Mama dan bayi tetap dapat menjadi bagian dari hubungan yang hangat. Jika dilakukan dengan lembut dan memperhatikan respons si Kecil, aktivitas bermain bersama dapat menjadi kesempatan bagi orangtua untuk membangun kedekatan dengan bayi.

  2. Argumen Pro dan Kontra Terkait Menggelitik Kaki Bayi

    Argumen pro terkait menggelitik kaki bayi
    Magnific/jcomp

    Kegiatan menggelitik kaki bayi ternyata masih mengundang pro dan kontra, lho, Ma. Di satu sisi, aktivitas ini dianggap dapat menjadi bentuk interaksi menyenangkan antara orangtua dan si Kecil. Namun di sisi lain, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait respons bayi dan keamanan saat digelitik. 

    Menurut Psikiater asal Amerika, Carole Lieberman, M.D., menggelitik dapat membantu menciptakan tawa dan mengalihkan anak dari perasaan cemas atau sedih. Aktivitas ini juga dapat menjadi cara untuk membangun kedekatan dan menciptakan suasana ceria dalam interaksi orangtua dan anak. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada konteks, intensitas, dan respons anak. 

    Di sisi lain, Tifanny Field, Ph.D., peneliti sekaligus direktur Touch Research Institute Miami, mengingatkan adanya beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggelitik bayi. Anak mungkin tertawa ketika digelitik, tetapi hal tersebut belum tentu menunjukkan bahwa ia merasa senang. Pasalnya, si Kecil belum dapat menyampaikan rasa tidak nyaman atau mengatakan “stop” seperti orang dewasa, dilansir dari laman The Asian Parent.

  3. Alternatif Stimulasi untuk Meningkatkan Kecerdasan Bayi

    Alternatif stimulasi bayi untuk meningkatkan kecerdasan bayi
    Magnific.com

    Daripada mengandalkan mitos seperti menggelitik kaki, Mama dapat memberikan stimulasi yang memang terbukti mendukung perkembangan otak bayi. Pada masa awal kehidupan, perkembangan kecerdasan lebih dipengaruhi oleh interaksi yang hangat, konsisten, dan sesuai dengan tahapan usia si Kecil.

    Beberapa stimulasi sederhana yang bisa dilakukan antara lain mengajak bayi berbicara, membacakan buku, bernyanyi, melakukan tummy time, serta sensory play untuk merangsang indra penglihatan, pendengaran, dan sentuhan. Aktivitas-aktivitas ini membantu membangun kemampuan bahasa, motorik, serta keterampilan sosial-emosional bayi.

    Jadi, tidak benar menggelitik kaki bayi bisa membuatnya cepat pintar, ya, Ma. Semoga informasi ini bisa jadi wawasan baru untuk Mama, dan beritahu hal ini juga pada Papa!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More