Menurut Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K), dalam bukunya Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja, belum ada literatur ilmiah yang membuktikan bahwa kalung amber dapat meredakan nyeri saat bayi tumbuh gigi. Sebaliknya, penggunaan kalung ini justru dapat meningkatkan risiko leher terjerat yang membahayakan si Kecil.
Kalung amber, yang juga dikenal sebagai Baltic amber teething necklaces, dipercaya oleh sebagian orang dapat membantu mengurangi rasa sakit saat bayi tumbuh gigi. Ada anggapan bahwa ketika amber bersentuhan dengan kulit yang hangat, batu tersebut akan melepaskan zat kimia alami yang dipercaya memiliki efek sebagai pereda nyeri.
Namun, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kalung amber efektif untuk meredakan nyeri tumbuh gigi pada bayi. Artinya, kalung ini tidak dapat diandalkan sebagai cara untuk mengatasi rasa tidak nyaman yang dialami si Kecil saat tumbuh gigi.
Selain manfaatnya yang belum terbukti, penggunaan kalung amber juga memiliki risiko keselamatan. Kalung dapat tersangkut pada benda tertentu dan menyebabkan leher bayi terjerat atau tercekik. Risiko ini juga dapat terjadi ketika bayi sedang tidur. Tak hanya itu, manik-manik pada kalung berisiko menyebabkan cedera pada mulut atau gusi bayi.
Oleh karena itu, penggunaan kalung amber pada bayi sangat tidak disarankan. Jika Mama tetap memilih untuk memakaikannya, pastikan si Kecil selalu berada dalam pengawasan ketat. Kalung juga harus dilepas saat bayi tidur atau ketika Mama tidak dapat mengawasinya, meskipun hanya sebentar.