Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berat Badan Bayi Susah Naik, Bolehkah ASI Ditambah Butter?
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • ASI tidak disarankan ditambah butter secara langsung untuk menaikkan berat badan bayi. Bayi sehat cukup bulan di bawah usia 6 bulan tetap dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif.

  • Menambahkan butter ke ASI membuat komposisi nutrisi tidak terstandar dan bukan metode fortifikasi ASI yang direkomendasikan secara medis.

  • Jika berat badan bayi sulit naik, orangtua perlu berkonsultasi untuk mengevaluasi kurva pertumbuhan, asupan, teknik menyusu, kualitas MPASI, serta kemungkinan gangguan kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berat badan bayi yang stuck dan susah naik sering kali membuat Mama risau dan mengaitkannya dengan nutrisi Air Susu Ibu (ASI) yang mungkin perlu ditambah dengan sumber lemak lain, seperti mentega atau butter. Mama mungkin bertanya, bolehkah ASI ditambah butter?

Menjawab pertanyaan tersebut, dr. Ardi Santoso, Sp.A., M.Kes., seorang dokter spesialis anak sekaligus pediatric health counselor, turut membagikan informasi terkait penambahan bahan makanan ke dalam ASI. Menurutnya, ada beberapa alasan kenapa orangtua tidak bisa sembarangan “memodifikasi” ASI.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya, berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai berat badan bayi susah naik, bolehkah ASI ditambah butter?

Berat Badan Bayi Susah Naik, Bolehkah ASI Ditambah Butter?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

dr. Ardi mengungkap bahwa mencampurkan butter ke dalam ASI demi menaikkan berat badan bayi sangat tidak disarankan. Hingga kini, tidak ada rekomendasi rutin dari organisasi kesehatan seperti American Academy of Pediatrics (AAP) hingga World Health Organization (WHO), yang menganjurkan penambahan butter langsung ke dalam ASI sebagai cara mengatasi berat badan bayi yang sulit naik.

Pada bayi sehat yang lahir cukup bulan dan berusia di bawah usia 6 bulan, ASI tetap menjadi asupan utama yang direkomendasikan. AAP dan WHO menganjurkan pemberian ASI eksklusif tanpa campuran apapun selama sekitar 6 bulan pertama kehidupan, kemudian dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI (MPASI) yang sesuai. 

Kenapa ASI Tidak Direkomendasikan untuk Ditambah Butter?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Butter merupakan bahan makanan, bukan bagian alami dari ASI dan bukan pula human milk fortifier atau fortifier ASI yang digunakan dalam intervensi nutrisi medis. Ada beberapa hal yang perlu Mama pahami sebelum mencoba menambahkan bahan makanan ke dalam ASI.

  1. Membuat komposisi nutrisi dan kalori tidak terstandar. Menambahkan butter secara langsung dapat mengubah kandungan energi dan lemak dalam ASI, tetapi jumlah tambahan tersebut tidak terukur secara khusus untuk memenuhi kebutuhan bayi. 

  2. Bukan metode human milk fortification yang direkomendasikan. Fortifikasi ASI merupakan intervensi nutrisi yang dilakukan menggunakan fortifier khusus sesuai kebutuhan bayi dan rekomendasi tenaga kesehatan. Pada kondisi tertentu, misalnya pada sebagian bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah, fortifikasi dapat diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya.

  3. Menambahkan butter ke dalam ASI berisiko meningkatkan kontaminasi bakteri. ASI perlu ditangani dengan cara yang higienis untuk menjaga keamanan dan kualitasnya. Penambahan butter perlu melalui tahapan tambahan, sehingga ada risiko kontaminasi apabila bahan, tangan, atau peralatan yang digunakan tidak bersih.

Menambahkan Butter ke Dalam ASI Apakah Sama dengan Fortifikasi ASI?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Mama mungkin pernah mendengar bahwa ASI dapat difortifikasi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dalam kondisi tertentu. Namun, fortifikasi ASI secara medis berbeda dengan mencampurkan butter ke dalam ASI secara mandiri.

Human milk fortifier merupakan produk yang digunakan dalam intervensi nutrisi terukur sesuai kebutuhan bayi dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Fortifikasi dapat dibutuhkan pada kondisi tertentu, misalnya pada sebagian bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Sementara itu, butter merupakan bahan makanan rumahan yang komposisinya tidak dirancang untuk menjadi fortifier ASI. Pemberiannya secara langsung ke dalam ASI tanpa indikasi medis tidak dapat disamakan dengan fortifikasi yang dilakukan berdasarkan evaluasi dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Dengan begitu, jika dokter menilai bayi membutuhkan tambahan nutrisi, Mama perlu mengikuti rekomendasi yang diberikan. Jangan mengganti fortifier medis dengan butter atau bahan makanan lain tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Butter Boleh Diperkenalkan saat Bayi sudah Masuk Fase MPASI

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Berbeda dengan bayi di bawah 6 bulan, bayi yang sudah memasuki usia MPASI dapat mengenal butter sebagai bagian dari makanan, dengan memperhatikan kesiapan perkembangan dan pola makan yang seimbang. 

Namun, pemberian butter bukan berarti menjadi cara utama untuk mengejar kenaikan berat badan. MPASI yang bergizi perlu mengandung berbagai zat gizi, termasuk protein, zat besi, zinc, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Variasi bahan makanan juga penting agar kebutuhan nutrisi si Kecil dapat terpenuhi.

Evaluasi Penyebab Berat Badan Bayi Sulit Naik Terlebih Dahulu

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Mama dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengevaluasi beberapa hal berikut:

  1. Kurva pertumbuhan bayi: Periksa apakah benar terjadi perlambatan pertumbuhan atau growth faltering berdasarkan pemantauan berat badan dan parameter pertumbuhan lainnya.

  2. Kecukupan asupan ASI atau makanan: Evaluasi apakah jumlah ASI atau MPASI yang dikonsumsi si Kecil sudah sesuai dengan kebutuhannya.

  3. Teknik dan frekuensi menyusu: Perhatikan apakah bayi menyusu dengan efektif dan seberapa sering ia mendapatkan ASI.

  4. Kualitas MPASI: Jika bayi sudah berusia enam bulan atau lebih dan mulai MPASI, evaluasi keragaman serta kandungan zat gizi dalam makanannya.

  5. Gangguan kesehatan: Perhatikan apakah terdapat keluhan seperti muntah, diare, atau gangguan makan yang dapat memengaruhi asupan nutrisi.

“BB anak tak sesuai kurva, cari penyebabnya, bukan sekadar menambah kalori," tambah dr. Ardi dalam unggahannya, seperti yang dikutip Popmama.com pada Senin (12/10/2026).

Kesimpulannya, saat berat badan bayi susah naik, tidak direkomendasikan untuk menambah butter atau tambahan lemak lainnya ke dalam ASI. Semoga informasi ini dapat menambah insight mama, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article