Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Hal yang Bisa Menurunkan IQ Anak, Sederhana tapi Sering Disepelekan

3 min read
5 Hal yang Bisa Menurunkan IQ Anak, Sederhana tapi Sering Disepelekan
Pexels/Jonathan Borba
  • Kekurangan zat besi dan yodium dapat mengganggu perkembangan otak anak; dokter menyebut defisiensi yodium berpotensi menurunkan IQ hingga 10 poin.

  • Konsumsi gula berlebihan disebut dapat menurunkan IQ 1–2 poin, sementara kurang tidur mengganggu fokus belajar, konsentrasi, memori, dan perkembangan otak.

  • Minim stimulasi, jarang diajak berinteraksi, serta penggunaan gadget berlebihan dapat menghambat bahasa, fokus, konsentrasi, dan kemampuan belajar anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orangtua tentu ingin anak tumbuh sehat dan memiliki kemampuan berpikir yang optimal. Untuk mendukung tumbuh kembangnya, Mama dan Papa perlu memperhatikan berbagai aspek, mulai dari asupan nutrisi, pola tidur, hingga stimulasi yang diberikan setiap hari.

Namun, ada beberapa kebiasaan dan kondisi yang terkadang luput dari perhatian, padahal dapat memengaruhi perkembangan otak serta kemampuan kognitif anak.

Jika tidak diperhatikan, hal-hal tersebut berpotensi mengganggu konsentrasi, kemampuan belajar, hingga perkembangan bahasanya.

Lantas, apa saja hal yang bisa menurunkan IQ anak? Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan.

  1. 1. Kekurangan zat besi

    Zat besi merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan anak selama masa pertumbuhan.

    Mineral ini berperan dalam mendukung fungsi otak, termasuk proses perkembangan kognitif yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, memahami informasi, dan belajar.

    Kekurangan zat besi dapat berdampak pada kemampuan kognitif dan konsentrasi anak. Kondisi ini perlu diperhatikan karena anak membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus perkembangan otaknya.

    "Kekurangan zat besi. Zat besi ini penting banget untuk perkembangan otak. Kalau kekurangan zat besi, kemampuan kognitif dan konsentrasinya si Kecil lebih rendah," kata dr. Hendra Sp.A, melansir dari penjelasannya di akun TikTok @bicaraasikecil.

  2. 2. Terlalu banyak mengonsumsi gula

    Terlalu banyak mengonsumsi gula
    Pexels/Artem Podrez

    Makanan dan minuman manis memang sering menjadi favorit anak-anak. Namun, konsumsi gula berlebihan sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan sehari-hari karena dapat berdampak pada IQ anak.

    "Terlalu banyak konsumsi gula. Ini bisa nurunin IQ sampai 1 hingga 2 poin," ujar dr. Hendra.

  3. 3. Kekurangan yodium yang dibutuhkan tubuh

    Kekurangan yodium yang dibutuhkan tubuh
    Pexels/Castorly Stock

    Yodium merupakan mineral penting yang berperan dalam produksi hormon tiroid. Hormon ini dibutuhkan untuk mengatur metabolisme serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak, terutama selama periode awal kehidupan anak.

    Apabila anak mengalami kekurangan yodium, perkembangan otaknya dapat terganggu. Kondisi ini perlu diwaspadai karena kebutuhan yodium harus terpenuhi sesuai usia agar fungsi tiroid dan proses tumbuh kembang anak berjalan dengan baik.

    "Kurang yodium. Ini bisa nurunin IQ sampai 10 poin," ungkap dr. Hendra.

  4. 4. Kurang stimulasi dan terlalu banyak menggunakan gadget

    Kurang stimulasi dan terlalu banyak menggunakan gadget
    Pexels/William Fortunato

    Perkembangan otak anak tidak hanya dipengaruhi oleh nutrisi, tetapi juga pengalaman dan interaksi yang diperolehnya setiap hari.

    Stimulasi yang sesuai usia, seperti mengajak anak berbicara, membacakan buku, bermain bersama, dan mengenalkan lingkungan sekitar, dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasa serta keterampilan berpikirnya.

    Sebaliknya, anak yang jarang mendapatkan stimulasi dan minim interaksi langsung dengan orangtua berisiko mengalami hambatan dalam beberapa aspek perkembangan.

    Terlalu banyak waktu di depan layar juga dapat mengurangi kesempatan anak untuk berkomunikasi, bergerak aktif, dan belajar melalui permainan langsung.

    "Kurang distimulasi. Udah gitu jarang diajak bicara dan terlalu banyak gadget. Akhirnya, telat bicara, fokusnya kurang, konsentrasi dan kemampuan belajarnya juga kurang," jelas dr. Hendra.

  5. 5. Kurang tidur dapat mengganggu konsentrasi anak

    Kurang tidur dapat mengganggu konsentrasi anak
    Pexels/Sarah Chai

    Tidur merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Saat tidur, tubuh beristirahat dan otak menjalankan berbagai proses yang mendukung fungsi memori, pembelajaran, serta pemulihan setelah beraktivitas sepanjang hari.

    Jika anak sering tidur terlalu larut atau tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, ia bisa lebih mudah merasa lelah dan kesulitan berkonsentrasi.

    Kondisi ini dapat memengaruhi kesiapan anak untuk belajar, memahami informasi, dan mengikuti kegiatan sehari-hari.

    "Dan yang terakhir nih, kurang tidur. Ternyata, kurang tidur bisa ganggu fokus belajar dan perkembangan otak," pungkasnya.

    Untuk membantu memenuhi kebutuhan istirahatnya, Mama dapat menerapkan jadwal tidur yang konsisten setiap hari. Ciptakan suasana kamar yang nyaman, lakukan rutinitas menenangkan sebelum tidur, serta hindari penggunaan gadget menjelang waktu istirahat agar si Kecil lebih mudah terlelap.

    Itu dia hal yang bisa menurunkan IQ anak menurut dokter spesialis anak. Yuk, Mama dan Papa mulai terapkan pola hidup sehat bersama si Kecil!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More