Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Tortikolis pada Bayi? Orangtua Harus Tahu Tanda-Tandanya!

4 min read
Apa Itu Tortikolis pada Bayi? Orangtua Harus Tahu Tanda-Tandanya!
Ilustrasi bayi tidur miring ke satu sisi (Unsplash/Glenn M Horgan)
  • Tortikolis pada bayi terjadi ketika otot sternocleidomastoid di satu sisi leher memendek atau kencang, membuat kepala miring dan bayi cenderung menatap satu arah.

  • Kondisi ini dapat bersifat bawaan atau dipicu posisi dalam rahim, cedera, infeksi, gerakan kuat, serta masalah pada otot, ligamen, sendi, atau tulang leher.

  • Tandanya meliputi gerak leher terbatas, bahu tidak sejajar, otot kaku atau bengkak, benjolan leher, dan wajah tidak rata; penanganan mencakup peregangan, perubahan posisi, konsultasi dokter, serta pemeriksaan bila perlu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tortikolis merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat mengancam bayi pada beberapa bulan pertama setelah lahir. Kondisi ini mengacu pada leher bayi yang terlihat miring ke satu sisi dan sulit untuk menoleh ke sisi lainnya.

Masalah kesehatan ini juga membuat bayi cenderung melihat ke satu arah secara terus menerus. Meski kondisi ini banyak dialami pada bayi, sebaiknya atasi dengan segera untuk mencegah dampak jangka panjang.

Sebelum itu, orangtua perlu mengetahui apa itu tortikolis pada bayi dan bagaimana tanda-tandanya. 

Berikut penjelasan selengkapnya dari Popmama.com seputar apa itu tortikolis pada bayi dan tanda-tanda yang harus orangtua ketahui. Disimak, yuk, Ma!

  1. Apa Itu Tortikolis pada Bayi?

    Apa Itu Tortikolis pada Bayi?
    Ilustrasi bayi mengalami Tortikolis (Web MD)

    Apakah bayi Mama sering terlihat menghadap ke satu arah saja? Hati-hati, bisa jadi ini merupakan tanda si Kecil mengalami tortikolis, Ma.

    Penting bagi orangtua mengetahui apa itu tortikolis dan bagaimana penanganannya. Melansir dari Columbia Pediatrics Therapy, tortikolis adalah kondisi yang memengaruhi otot terbesar di leher, yakni otot sternocleidomastoid (SCM).

    Otot SCM berada di sisi kanan dan kiri, dimulai dari bagian bawah leher dan berakhir di bawah tengkorak. Otot ini yang berkontribusi pada berbagai gerakan leher, termasuk memutar kepala ke satu sisi atau memiringkannya ke arah atas dan bawah. 

    Tortikolis dapat terjadi akibat otot SCM yang terlalu kencang atau memendek di salah satu sisi, sehingga kepala bayi cenderung berputar dan mendukung satu sisi tersebut saja.

  2. Penyebab Tortikolis pada Bayi

    Penyebab Tortikolis pada Bayi
    Bayi tidur (Unsplash/Jonathan Borba)

    Tortikolis pada bayi dapat terjadi karena bawaan lahir. Beberapa kasus bayi yang mengalami kondisi ini merupakan kondisi bawaan yang kemungkinan berasal dari posisi bayi di dalam rahim memicu cedera.

    Melansir dari John Hopkins Medicine, penyebab terjadinya tortikolis juga dapat disebabkan oleh iritasi pada ligamen serviks dari infeksi virus, cedera, atau gerakan yang kuat. Kondisi ini juga dapat diperkuat dengan berbagai faktor, yakni:

    • Posisi tidur yang canggung

    • Cedera otot saat lahir

    • Luka bakar

    • Cedera apapun yang memicu jaringan parut berat dan penyusutan kulit atau otot

    • Kejang pada otot leher

    • Dislokasi sendi facet

    • Hernia diskus

    • Infeksi bakteri.

    Para peneliti yang dikutip dari Cleveland Clinic juga menyimpulkan bahwa tortikolis pada bayi mungkin terjadi akibat:

    • Posisi bayi di dalam rahim sebelum lahir,

    • Perkembangan abnormal pada kumpulan darah di otot leher,

    • Penebalan yang tidak lazim di jaringan otot bayi,

    • Sindrom Klippel-Feil atau cacat lahir yang menyebabkan tulang belakang di leher menyatu.

  3. Tanda-Tanda Bayi Mengalami Tortikolis

    Tanda-Tanda Bayi Mengalami Tortikolis
    ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)

    Tortikolis pada bayi dapat diketahui sejak dini dengan melihat beberapa tanda-tandanya. Mengetahui tanda-tanda bayi mengalami tortikolis sejak awal dapat membantu penanganannya lebih cepat sebelum kondisinya semakin fatal.

    Berikut ini beberapa tanda bayi mengalami tortikolis yang dapat orangtua ketahui:

    • Kepala bayi miring ke satu sisi dan dagu miring ke sisi lain

    • Gerakan kepala dan leher terbatas

    • Salah satu bagian bahu bayi lebih tinggi

    • Otot leher terasa sesak atau kaku

    • Otot leher bengkak

    • Terdapat benjolan kecil seukuran kacang polong di salah satu otot leher

    • Fitur wajah tidak rata.

    Selain tanda-tanda tersebut, bayi yang mengalami tortikolis, juga dapat dilihat dari gejala seperti kepala bergetar atau sakit kepala.

  4. Pencegahan dan Penanganan Tortikolis pada Bayi

    Pencegahan dan Penanganan Tortikolis pada Bayi
    ilustrasi gendong bayi (freepik.com/Drazen Zigic)

    Tortikolis pada dasarnya merupakan kondisi medis yang perlu penanganan lebih lanjut agar kondisinya tidak semakin fatal dan berdampak pada jangka panjang. Jika belum terdapat tanda-tanda atau gejala tortikolis, Mama dapat mencegahnya dengan membiasakan beberapa latihan pada bayi. 

    Jika gejalanya belum parah, Mama juga dapat melakukan penanganan mandiri, sambil berkonsultasi dengan dokter. Melansir dari Cleveland Clinic, Mama dapat membiasakan bayi melakukan latihan peregangan dan perubahan posisi. 

    Untuk mengubah posisinya, Mama dapat membaringkan si Kecil ke sisi yang berlawanan saat tidur. Jika penanganan mandiri ini tidak menunjukkan hasil, sebaiknya segera bawa si Kecil untuk mendapat penanganan lebih lanjut. 

    Biasanya, bayi akan melalui beberapa tes dan pemeriksaan fisik untuk mengetahui kondisinya, seperti cek MRI, X-ray, dan CT scan pada leher dan kepala.

    Itu dia penjelasan mengenai apa itu tortikolis pada bayi dan tanda-tanda yang harus orangtua ketahui.

    Perhatikan kondisi si Kecil agar bisa segera ditangani jika terdapat masalah kesehatan, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More