Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Stimulasi Genggaman Bayi agar Bisa Makan Sendiri
  • Kemampuan makan sendiri diawali dari perkembangan genggaman tangan bayi yang berlangsung bertahap, mulai dari menggenggam dengan telapak tangan hingga mampu menjepit benda menggunakan ibu jari dan telunjuk.

  • Orangtua dapat menstimulasi setiap tahap perkembangan dengan aktivitas sederhana, seperti memberikan mainan ringan, balok, hingga finger food yang aman sesuai usia bayi.

  • Meski setiap bayi berkembang dengan kecepatan berbeda, stimulasi yang konsisten dan kesempatan bereksplorasi dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik halus sekaligus melatih kemandirian saat makan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belajar makan sendiri merupakan salah satu pencapaian penting dalam tumbuh kembang bayi. Namun, kemampuan ini tidak muncul begitu saja. Sebelum si Kecil mampu memegang sendok atau mengambil makanan dengan jari, ada tahapan perkembangan genggaman tangan yang perlu dilalui secara bertahap.

Mulai dari menggenggam benda dengan seluruh telapak tangan, meraup mainan, hingga mampu menjepit makanan menggunakan ibu jari dan telunjuk, setiap fase memiliki peran penting dalam melatih koordinasi tangan, jari, dan mata. Karena itu, orangtua dapat membantu proses tersebut melalui stimulasi yang sesuai dengan usia bayi.

dr. Lucky Yogasatria, Sp.A melalui Instagramnya @dr.lucky.sp.a menjelaskan tahapan perkembangan genggaman bayi beserta stimulasi yang dapat dilakukan di rumah. 

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Genggaman sisi kelingking (ulnar grasp) usia 3–5 bulan

Instagram.com/dr.lucky.sp.a

Pada usia sekitar 3 hingga 5 bulan, bayi mulai belajar menggenggam benda menggunakan telapak tangan dan sisi kelingking atau yang dikenal sebagai ulnar grasp. Di tahap ini, kemampuan membuka dan menutup telapak tangan mulai berkembang sehingga bayi mulai tertarik memegang benda di sekitarnya.

Untuk membantu melatih kemampuan tersebut, Mama dapat memberikan mainan yang ringan, lembut, dan mudah digenggam. Misalnya, soft rattle, bola kain, atau mainan berbahan silikon yang aman digigit.

2. Genggaman telapak tangan (palmar grasp) usia 5–6 bulan

Instagram.com/dr.lucky.sp.a

Memasuki usia 5 hingga 6 bulan, genggaman bayi menjadi lebih kuat. Seluruh jari mulai melingkari benda sehingga bayi dapat memegang mainan lebih lama. Tahap ini dikenal sebagai palmar grasp.

Stimulasi yang dapat dilakukan adalah memberikan mainan berbentuk tabung atau silinder yang ukurannya pas dengan telapak tangan bayi. Selain melatih kekuatan genggaman, aktivitas ini juga membantu koordinasi tangan dan mata.

3. Bayi mulai belajar meraup benda (raking grasp) sekitar 7 bulan

Instagram.com/dr.lucky.sp.a

Sekitar usia 7 bulan, bayi mulai mengembangkan kemampuan meraup benda menggunakan jari-jari tangan atau raking grasp. Gerakan ini menjadi awal kemampuan mengambil benda-benda kecil yang berada di depannya.

Mama dapat menaruh mainan berbahan kain, balok tipis, atau benda pipih berukuran besar di depan bayi agar ia terdorong meraih dan meraupnya sendiri. Pastikan semua benda yang digunakan aman dan tidak berisiko tertelan.

4. Genggaman mulai menggunakan ibu jari usia 7–9 bulan

Instagram.com/dr.lucky.sp.a

Pada usia 7 hingga 9 bulan, bayi mulai menggunakan sisi ibu jari saat menggenggam benda. Meski telapak tangan masih ikut membantu, kemampuan ini menandakan koordinasi jari semakin berkembang. Tahapan ini disebut radial palmar grasp.

Untuk melatihnya, tawarkan balok berukuran sedang atau mainan yang mudah diraih dari arah depan. Aktivitas ini membantu bayi belajar mengontrol gerakan ibu jari saat mengambil benda.

5. Mulai belajar menjepit makanan (crude pincer grasp) usia 8–10 bulan

Instagram.com/dr.lucky.sp.a

Di usia 8 sampai 10 bulan, bayi mulai mampu menjepit benda menggunakan bantalan ibu jari dan jari telunjuk. Kemampuan yang disebut crude pincer grasp ini menjadi bekal penting sebelum bayi dapat makan sendiri.

Mama bisa mulai memberikan finger food yang bertekstur lunak, seperti pisang matang, alpukat, atau wortel kukus yang dipotong sesuai ukuran aman. Selalu dampingi bayi selama makan untuk mengurangi risiko tersedak.

6. Jepitan semakin halus (fine pincer grasp) sekitar 10 bulan

Instagram.com/dr.lucky.sp.a

Sekitar usia 10 bulan, kemampuan menjepit bayi menjadi lebih presisi. Kini ia mulai menggunakan ujung ibu jari dan ujung jari telunjuk untuk mengambil benda-benda kecil. Tahap ini disebut fine pincer grasp.

Kemampuan tersebut dapat dilatih dengan memberikan potongan makanan lunak berukuran kecil yang sesuai dengan kemampuan mengunyah bayi. Selain mendukung keterampilan makan mandiri, aktivitas ini juga melatih koordinasi motorik halus.

7. Kemampuan menjepit semakin mahir usia 12–18 bulan

Instagram.com/dr.lucky.sp.a

Memasuki usia 1 hingga 1,5 tahun, kemampuan motorik halus anak semakin matang. Ia tidak hanya mampu mengambil benda kecil dengan lebih presisi, tetapi juga mulai dapat melepaskannya ke tempat tertentu.

Mama dapat mengajak si Kecil bermain stiker, memasukkan balok ke dalam wadah, menyusun balok, atau memasukkan koin mainan berukuran besar ke dalam celah tabungan mainan. Aktivitas seperti ini membantu meningkatkan koordinasi tangan sekaligus melatih konsentrasi.

Perlu diingat bahwa usia di atas hanyalah patokan umum. Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Selama kemampuan motoriknya terus menunjukkan kemajuan dan ia mendapat kesempatan untuk bereksplorasi dengan aman, orangtua tidak perlu terlalu khawatir.

Tak perlu cemas jika di awal proses belajar makan, makanan justru lebih banyak tercecer di meja atau lantai. Hal tersebut merupakan bagian alami dari proses belajar yang membantu si Kecil mengembangkan kemandirian, koordinasi, dan keterampilan motoriknya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article