6 Tips Sukses untuk Memperkenalkan Jenis Makanan Baru pada Bayi

Hari ini makan bubur saring dengan sayur, besok makan apalagi ya?

14 Maret 2020

6 Tips Sukses Memperkenalkan Jenis Makanan Baru Bayi
Unsplash/life is fantastic

Usia 6 bulan sering dianggap sebagai gerbang MPASI. Di akhir bulan kelima para Mama sudah sibuk hunting resep MPASI, konsultasi pada orang lain yang sudah berpengalaman, dan semakin rajin menghimpun informasi dari internet. Aktivitas makan pertama si Kecil menjadi momen yang ditunggu-tunggu para orangtua.

Setelah 6 bulan penuh hanya mengenal rasa ASI, biasanya bayi akan diberikan makanan pertama bertekstur encer yang rasaya tak beda jauh. Tetap tawar dan creamy seperti rasa ASI. Baru setelah seminggu mulai beralih pada variasi lain. Salah satu ketakutan mama menghadapi MPASI adalah ketika si Kecil menolak makan.

Lalu bagaimana cara cerdas mengenalkan jenis makanan baru pada bayi? Ikuti 6 tips di bawah ini agar tak mengalami penolakan dari si Kecil.

1. Kenalkan satu per satu, jangan dicampur

1. Kenalkan satu per satu, jangan dicampur
Flickr/Bradley Gordon

Agar si Kecil mudah mengidentifikasi rasa makanan, kenalkan tiap jenis satu per satu.

Sebaiknya jangan mencampur sayuran dengan buah, atau sayuran dengan daging. Mengonsumsi dua atau lebih jenis makanan membuatnya lebih suka makanan campur.

Jarak coba ini juga bisa menguntungkan Mama untuk mengecek apakah si Kecil mengalami alergi atau tidak.

Satu jenis makanan sebaiknya dicobakan selama 1 minggu. Jadi, ketika Mama ingin membuat menu baru untuk anak, sebaiknya setelah 1 minggu menu yang sebelumnya. Hmmm, jadi lebih mudah kan sekarang?

2. Kenalkan sayur terlebih dahulu

2. Kenalkan sayur terlebih dahulu
Pexels/Pixabay

Untuk membuat anak suka makan sayur di kemudian hari, kenalkan sayur sebagai makanan pertama.

Setelah sereal polos atau bubur susu, mulailah untuk membuat tim atau sayuran rebus yang dihaluskan. Beri waktu lebih lama pada pengenalan sayur. Cobakan lebih 2-3 jenis sayuran dalam satu minggu, baru setelahnya dilanjutkan dengan buah dan makanan lain.

Editors' Picks

3. Beri rentang waktu antar jenis makanan

3. Beri rentang waktu antar jenis makanan
U.S. Air Force photo/Tech. Sgt. Samuel Morse

Si Kecil juga butuh waktu untuk merekam rasa makanan, jadi berikan rentang waktu sebelum mengenalkan jenis berikutnya.

Untuk satu jenis makanan, berikan selama 2-3 hari berturut-turut. Selingi dengan sereal polos atau bubur susu, kemudian beralih pada puree wortel. Begitu seterusnya sesuai resep dan jadwal yang sudah Mama tentukan.

4. Perhatikan apakah ada reaksi alergi

4. Perhatikan apakah ada reaksi alergi
Pxhere/PublicDomainPictures

Tidak semua anak bisa mengonsumsi jenis makanan apa pun. Ada yang terlahir membawa alergi terhadap jenis makanan tertentu.

Jadi sebaiknya Mama kenalkan makanan baru di pagi hari, sehingga ada sisa waktu cukup panjang untuk mengamati apakah ada reaksi alergi atau tidak.

5. Ajak makan bersama agar lebih seru

5. Ajak makan bersama agar lebih seru
Flickr/moppett65535

Mengenal hal baru membuat bayi mungil mama bingung dan canggung. Ia perlu suasana yang menyenangkan dan merangsang semangat untuk melewati perkenalan makanan dengan mudah.

Mengajaknya makan bersama dengan Mama dan Papa bisa menambah semangat, lho!

Cobalah cara ini dengan membeli kursi makan khusus bayi, dengan catatan si Kecil sudah cukup kuat untuk duduk tegak sendiri.

6. Berikan makanan setelah anak minum susu

6. Berikan makanan setelah anak minum susu
Freepik/yanalya

Untuk mengantisipasi penolakan, kenalkan jenis makanan baru setelah ia menyusu. Tidak apa-apa hanya masuk sedikit, yang penting ia sudah mengenal makanan barunya. Kalaupun menolak atau hanya makan sedikit, ia sudah punya asupan nutrisi dari ASI.

Tentu saja harus diimbangi dengan ketelatenan dan kesabaran Mama, agar segala upaya ini berhasil.

Selamat mencoba, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk