Dengan pemahaman yang sudah dijelaskan di atas, hal ini justru bikin Ramadan makin bermakna. Bulan puasa bukan sekadar "setan libur mengganggu manusia", tapi lebih sebagai momen latihan mengendalikan diri.
Karena puasa nggak sekadar untuk melatih diri menahan lapar dan haus, tapi juga menahan emosi, menjaga lisan, dan mengontrol perilaku.
Bulan puasa ini jadi momen yang tepat untuk orangtua melatih anaknya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dengan begitu, saat Ramadan berakhir, diharapkan anak pun terbiasa mengendalikan hawa nafsu.
Kalau sudah terbiasa seperti ini, anak pun punya benteng diri yang lebih kuat meskipun setan kembali bebas "beraktivitas" setelah bulan puasa.
Jadi, daripada sibuk memikirkan apakah setan dikurung saat bulan puasa, lebih baik ajak anak untuk fokus memanfaatkan momen Ramadan sebagai bentuk introspeksi diri.
Di bulan suci ini, anak-anak bisa menjadikannya momen emas untuk upgrade diri, Ma. Yuk, ajak anak untuk maksimalkan sisa hari Ramadan dengan hal-hal positif.
Apa arti setan dibelenggu? | Menurut Ibn Hajar al-Asqalani, arti setan dibelenggu adalah menunjukkan ruang gerak setan terbatas saat menggoda manusia. Itu karena kaum Muslim lebih fokus menjalankan ibadah seperti puasa, tarawih, membaca Al-Qur’an, dan sering berzikir. |
Kenapa setan dikurung saat Ramadan? | Demi umat Islam lebih mudah menjaga ketaatan dalam beribadah. Agar mereka tidak mencari alasan lagi untuk berbuat maksiat. |
Apakah tetap ada hawa nafsu saat berpuasa? | Bisa saja. Al-Qur’an Surah Yusuf ayat 53 dijelaskan bahwa nafsu cenderung mendorong kepada keburukan apabila manusia kesulitan untuk mengendalikannya.Inilah alasan mengapa maksiat masih mungkin terjadi meskipun setan dibelenggu. |