Apa Itu Cara Belajar Active Recall? Metode Mengingat Kembali Pelajaran

Apakah anak mama termasuk kategori anak yang belajar dengan membaca ulang catatan atau menandai teks dengan stabilo?
Sebenarnya metode belajar ini sah-sah saja kok, Ma, tapi tergolong pasif. Anak bisa merasa sudah hafal, padahal informasi hanya tersimpan sebentar di memori jangka pendek.
Nah, dari berbagai teknik belajar yang sudah diteliti para ahli, salah satu yang paling unggul disebut active recall. Teknik ini dinilai sangat efektif untuk meningkatkan daya ingat, terutama pada anak-anak dan remaja.
Lalu, apa itu cara belajar active recall? Mengapa metode ini lebih baik daripada sekadar membaca berulang? Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.
1. Apa Itu active recall dan mengapa penting untuk anak?

Active recall adalah teknik belajar yang melatih otak untuk aktif mengeluarkan kembali informasi tanpa melihat buku atau catatan.
Misalnya, anak diminta menjelaskan kembali apa yang baru dibacanya, atau menjawab pertanyaan tanpa membuka materi.
Menurut penelitian dari University of California, Los Angeles (UCLA), teknik ini secara signifikan memperkuat jalur saraf di otak dibandingkan belajar pasif.
Nah, kira-kira kenapa ya teknik belajar ini lebih penting untuk anak? Jawabannya karena active recall membantu anak tahu mana materi yang benar-benar sudah dikuasai dan mana yang masih lemah.
Ini berbeda dengan membaca ulang yang sering menciptakan ilusi belaka ya, Ma. Dengan active recall, anak belajar mengenali batas pemahamannya sendiri, sebuah keterampilan metakognitif yang penting untuk kemandirian belajar.
Sebuah studi terdahulu juga menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan active recall bisa mengingat materi hingga 50% lebih lama dibandingkan yang hanya membaca berulang.
Jadi, bukan soal belajar lebih keras, tapi belajar lebih cerdas, Ma.
2. Cara menerapkan active recall untuk anak di rumah

Mama bisa mulai dengan metode sederhana yaitu setelah anak selesai membaca satu bab, tutup buku dan minta dia menyebutkan tiga poin paling penting yang diingat.
Jangan khawatir jika jawabannya belum sempurna ya, Ma, karena proses "menggali ingatan" inilah yang justru memperkuat koneksi saraf, sebagaimana prinsip retrieval practice dari psikolog kognitif Jeffrey Karpicke.
Metode lain yang sangat cocok untuk anak adalah menggunakan kartu kuis (flashcard). Mama bisa menulis pertanyaan di satu sisi dan jawaban di sisi lain.
Biarkan anak mencoba menjawab dulu, baru membalik kartu untuk memeriksa jawabannya. Jika ingin melakukan secara digital, saat ini juga sudah tersedia berbagai aplikasi yang sama efektifnya.
Untuk anak usia sekolah yang lebih besar, ajak dia membuat latihan soal sendiri atau menjelaskan materi seperti sedang mengajar boneka atau adiknya. Teknik “Feynman” ini adalah bentuk active recall juga, Ma.
Penelitian dari Washington University menyebut bahwa mengajarkan kembali meningkatkan retensi hingga 90% karena otak dipaksa menyusun ulang informasi.
3. Kesalahan yang sering dilakukan saat mengajarkan active recall

Meskipun disebut teknik belajar efektif, tapi masih banyak orangtua yang mengharapkan hasil instan karena berpikir active recall membuat anak langsung hafal setelah satu kali coba.
Padahal, proses awal biasanya terasa sulit dan anak mungkin membuat anak frustasi karena merasa “lupa terus”. Ini wajar kok, Ma, karena otak memang sedang membangun jalur memori baru.
Alih-alih memebrikan tekanan berlebih pada anak, cobalah untuk memberinya waktu dan apresiasi prosesnya, bukan hanya hasil sempurna.
Selain mengharapkan hasil instan, kesalahan lain yang biasa dilakukan adalah mengubah semua waktu belajar menjadi sesi recall tanpa jeda. Nah, inilah yang kemudian membuat anak bisa kelelahan mental.
Menurut Cognitive Load Theory, otak punya kapasitas terbatas, Ma, jadi teknik belajarnya pun perlu dikombinasikan yakni active recall dengan istirahat singkat. Misalnya 20 menit belajar, 5 menit istirahat, lalu 10 menit sesi recall.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan active recall hanya untuk menghafal fakta. Padahal, teknik ini juga ampuh untuk pemahaman konsep, lho.Coba minta anak menjelaskan mengapa sesuatu terjadi, bukan hanya apa yang terjadi.
Ketika sudah mengetahui apa itu carara belajar active recall, Mama pun bisa membantu anak belajar lebih efektif tanpa drama panjang di meja belajar.
Kuncinya adalah konsisten melatih otak untuk mengingat kembali, bukan sekadar membaca ulang. Mulailah dari langkah kecil hari ini, dan lihat perbedaan percaya diri serta prestasi belajar anak di kemudian hari.


















