Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

10 Aktivitas Ramadan yang Mendidik untuk Anak

10 Aktivitas Ramadan yang Mendidik untuk Anak
Freepik
Intinya Sih
  • Ramadan adalah kesempatan emas mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada anak melalui aktivitas yang mendidik

  • Aktivitas seperti tadarus, salat berjamaah, bersedekah, hingga membuat jurnal mengajarkan berbagai aspek keislaman kepada anak

  • Dengan konsisten melakukan aktivitas ini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan mencintai ibadah

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, bulan Ramadan juga bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada anak.

Mama bisa memanfaatkan momen spesial ini dengan mengajak anak melakukan berbagai aktivitas yang mendidik dan memperkuat iman mereka.

Aktivitas sederhana yang dilakukan bersama keluarga akan membuat Ramadan lebih berkesan dan bermakna bagi anak.

Berikut Popmama.com rangkum 10 aktivitas ramadan yang mendidik untuk anak yang bisa Mama coba di rumah.

Table of Content

1. Tadarus

1. Tadarus

Tadarus
Dok. SD Negeri 4 Sumberanyar

Tadarus Al-Quran adalah aktivitas membaca kitab suci yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan.

Tadarus membantu anak mengenal huruf hijaiyah, melatih kelancaran membaca Al-Quran, dan memahami makna ayat-ayat suci. Kegiatan ini juga meningkatkan konsentrasi dan kesabaran anak dalam belajar.

Untuk Mama, tadarus bersama anak menjadi quality time yang berkualitas sekaligus ibadah yang pahala-nya berlipat ganda di bulan Ramadan. Nilai islami yang tertanam adalah kecintaan terhadap Al-Quran dan pemahaman bahwa membaca kitab suci adalah bagian penting dari kehidupan muslim.

Mama bisa memulai dengan surah-surah pendek seperti Juz Amma yang lebih mudah dipahami anak, kemudian bertahap ke surah yang lebih panjang seiring kemampuan anak meningkat.

2. Salat berjamaah di masjid

Masjid
Freepik/Yaroslav Danylchenko

Mengajak anak salat berjamaah di masjid, terutama salat tarawih, mengajarkan mereka pentingnya beribadah bersama umat muslim lainnya.

Anak akan belajar disiplin waktu, tata cara salat yang benar, dan merasakan kekhusyukan dalam suasana masjid yang penuh berkah.

Aktivitas ini juga melatih anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial dan menghormati tempat ibadah. Mengajak anak ke masjid membangun kebiasaan baik sejak dini dan memperkuat ikatan spiritual keluarga.

Nilai islami yang diajarkan adalah ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama muslim, serta pentingnya menjaga kewajiban salat lima waktu.

Mama bisa memulai dengan mengajak anak ke masjid terdekat untuk salat Isya dan tarawih, kemudian secara bertahap untuk salat lima waktu lainnya agar anak terbiasa dengan rutinitas ini.

3. Bersalawat

Membaca Al-Qur'an
Freepik/wirestock

Membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah amalan yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadan. Bersalawat mengajarkan anak untuk mencintai dan menghormati Rasulullah sebagai teladan utama umat islam.

Kegiatan ini juga melatih anak untuk mengingat Allah dan Nabi-Nya dalam keseharian. Aktivitas bersalawat bersama keluarga menciptakan suasana spiritual yang tenang dan penuh keberkahan di rumah.

Bersalawat bersama bisa anak menjadi cara mudah mengajarkan kecintaan kepada Rasulullah sambil menenangkan hati di tengah kesibukan.

Nilai islami yang tertanam adalah mahabbah atau kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan syafaat atau harapan mendapat pertolongan dari beliau di hari akhir.

Mama bisa mengajarkan salawat sederhana seperti salawat Nariyah yang memiliki keutamaan besar jika diamalkan secara rutin.

4. Bersedekah

Pengemis
Freepik/jcomp

Mengajarkan anak bersedekah sejak dini menumbuhkan sifat dermawan dan empati terhadap sesama. Anak akan belajar bahwa berbagi rezeki kepada yang membutuhkan adalah bagian dari kebahagiaan hidup sebagai muslim. Aktivitas ini melatih anak untuk tidak egois dan menghargai nikmat yang mereka miliki.

Mengajak anak bersedekah mengajarkan tanggung jawab sosial dan kepedulian kepada orang lain sejak usia dini. Nilai islami yang diajarkan adalah ta'awun atau tolong menolong sesama, serta keyakinan bahwa rezeki yang dibagikan tidak akan mengurangi harta malah akan menambah keberkahan.

Mama bisa memulai dengan mengajak anak menyisihkan uang jajan mereka untuk disedekahkan, membagikan takjil kepada yang berpuasa, atau menyumbangkan mainan dan pakaian layak pakai kepada anak-anak yang membutuhkan melalui lembaga amal terpercaya.

5. Menghafal surah-surah pendek

Anak membaca Al-Qur'an
Freepik

Menghafal surah-surah pendek dari Al-Quran melatih daya ingat anak dan memperkuat fondasi agama mereka sejak dini.

Anak akan memiliki bekal bacaan untuk salat dan memahami makna ayat-ayat yang mereka hafal. Aktivitas ini juga meningkatkan rasa percaya diri anak ketika mereka berhasil menghafal dan melafalkan dengan benar.

Menemani anak menghafal Al-Quran adalah investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah Mama meninggal dunia. Nilai islami yang tertanam adalah keutamaan penghafal Al-Quran yang akan mendapat mahkota cahaya di surga kelak.

Mama bisa memulai dari surah-surah dalam Juz 30 seperti Al-Maun, Al-Lahab, Al-Qari’ah, dan Al-Kafirun yang lebih pendek dan mudah dihafal anak, kemudian melanjutkan ke surah yang lebih panjang seperti Al-Mulk atau Yasin seiring bertambahnya kemampuan anak.

6. Menghafal doa sehari-hari

Al-Qur'an dan tasbih
Freepik

Mengajarkan anak menghafal doa-doa harian membuat mereka terbiasa mengingat Allah dalam setiap aktivitas.

Anak akan belajar bahwa setiap tindakan dimulai dengan doa agar mendapat keberkahan dan perlindungan dari Allah. Aktivitas ini melatih anak untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan dan memohon pertolongan Allah dalam kesulitan.

Mengajarkan doa sehari-hari membangun kebiasaan spiritual anak yang akan terbawa hingga dewasa. Nilai islami yang diajarkan adalah ketergantungan kepada Allah dalam segala hal dan keyakinan bahwa doa adalah senjata paling ampuh bagi seorang muslim.

Mama bisa mulai dengan doa-doa sederhana seperti doa berbuka puasa, doa sebelum dan sesudah makan, doa masuk dan keluar kamar mandi, doa keluar dan masuk rumah, doa sebelum tidur dan bangun tidur, serta doa naik kendaraan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari anak.

7. Menghafal Asmaul Husna

Asmaul Husna
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Asmaul Husna adalah 99 nama-nama indah Allah yang menggambarkan sifat-sifat-Nya yang sempurna. Menghafal Asmaul Husna membantu anak mengenal Allah lebih dekat dan memahami kebesaran-Nya.

Anak akan belajar bahwa Allah memiliki sifat Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil, dan berbagai sifat mulia lainnya yang patut diteladani.

Mengajarkan Asmaul Husna memperkuat tauhid anak dan menumbuhkan kecintaan mereka kepada Allah sejak kecil. Nilai islami yang tertanam adalah ma'rifatullah atau pengenalan mendalam tentang Allah SWT dan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya yang berhak disembah.

Mama bisa menggunakan lagu Asmaul Husna yang mudah diingat anak, membuat kartu flashcard dengan tulisan Arab dan artinya, atau menggunakan aplikasi edukatif yang menyajikan Asmaul Husna dengan cara menarik dan interaktif untuk memudahkan proses hafalan.

8. Menonton atau membaca kisah-kisah nabi

Ibu membacakan buku
Freepik

Kisah para nabi dalam Al-Quran adalah pelajaran berharga tentang kesabaran, keteguhan iman, dan kebaikan.

Anak akan belajar dari teladan para nabi seperti kesabaran Nabi Ayyub, kejujuran Nabi Yusuf, ketaatan Nabi Ibrahim, dan keberanian Nabi Musa dalam menghadapi cobaan hidup. Aktivitas ini mengembangkan imajinasi anak sekaligus menanamkan nilai-nilai moral yang kuat.

Menceritakan kisah para nabi adalah cara efektif mengajarkan akhlak mulia tanpa terkesan menggurui. Nilai islami yang diajarkan adalah uswatun hasanah atau keteladanan dari para rasul yang diutus Allah untuk membimbing umat manusia.

Mama bisa membacakan buku cerita nabi bergambar yang sesuai usia anak, menonton film animasi islami atau menggunakan aplikasi story telling islami yang menyajikan kisah para nabi dengan cara menarik dan mudah dipahami anak.

9. Membuat jurnal Ramadan

Jurnal kegiatan
Freepik

Jurnal Ramadan adalah catatan harian tentang aktivitas ibadah dan kebaikan yang dilakukan anak selama bulan suci.

Anak akan belajar merenungkan perbuatan baik mereka, mengevaluasi kekurangan, dan merencanakan perbaikan untuk hari berikutnya. Aktivitas ini melatih kemampuan menulis, kreativitas dalam menghias jurnal, dan kedisiplinan dalam mencatat kegiatan harian.

Jurnal Ramadan menjadi dokumentasi berharga tentang perkembangan spiritual anak yang bisa disimpan sebagai kenangan indah. Nilai islami yang tertanam adalah muhasabah atau introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.

Mama bisa menyediakan buku tulis kosong yang dihias bersama anak dengan stiker islami, membuat checklist ibadah harian seperti salat lima waktu, membaca Al-Quran, bersedekah, membantu orangtua, dan berbuat baik kepada sesama, serta menambahkan kolom untuk menulis perasaan dan pelajaran yang didapat setiap hari selama Ramadan.

10. Mencari dan menyiapkan takjil

Jajanan kaki lima
Freepik

Mengajak anak mencari dan menyiapkan takjil untuk berbuka puasa mengajarkan mereka pentingnya berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

Anak akan merasakan kepuasan batin ketika melihat senyum orang yang menerima takjil dari mereka. Aktivitas ini juga melatih keterampilan memasak sederhana, kreativitas dalam mengemas takjil, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas.

Menyiapkan takjil bersama anak adalah quality time yang produktif sambil mengajarkan nilai berbagi. Nilai islami yang diajarkan adalah pahala besar bagi orang yang memberi berbuka kepada orang yang berpuasa sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.

Mama bisa mengajak anak membuat takjil sederhana seperti es buah, kolak, atau kurma yang dikemas menarik, kemudian membagikannya kepada tetangga, tukang sampah, satpam komplek, atau orang-orang yang menunggu berbuka di pinggir jalan untuk merasakan langsung kebahagiaan berbagi di bulan Ramadan.

Itulah, Ma, 10 aktivitas ramadan yang mendidik untuk anak yang bisa Mama lakukan bersama di rumah. Aktivitas-aktivitas sederhana ini tidak hanya memperkuat iman anak, tetapi juga mempererat hubungan keluarga dan menciptakan kenangan indah selama bulan suci.

Mama sudah mencoba aktivitas yang mana bersama anak di Ramadan ini?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More