- Sulit berkonsentrasi dalam waktu lama
- Mudah berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain
- Kesulitan memahami atau mengikuti instruksi
- Emosi mudah berubah atau sulit dikendalikan
8 Cara Mengatasi Popcorn Brain pada Anak agar Lebih Fokus

- Popcorn brain terjadi saat otak anak terbiasa dengan rangsangan cepat dari gadget, membuat mereka sulit fokus dan mudah terdistraksi dalam aktivitas nyata.
- Tanda-tandanya meliputi kesulitan berkonsentrasi lama, mudah berpindah aktivitas, sulit mengikuti instruksi, serta emosi yang tidak stabil akibat paparan digital berlebih.
- Ada delapan cara mengatasinya, seperti membuat to do list, olahraga rutin, meditasi, tidur cukup, teknik Pomodoro, bermain di alam, hingga membatasi notifikasi gadget.
Di era digital seperti sekarang, anak sangat mudah terpapar berbagai distraksi dari gadget, mulai dari notifikasi, video singkat, hingga media sosial. Tanpa disadari, hal ini bisa memengaruhi kemampuan anak untuk fokus dalam jangka waktu lama.
Kondisi ini dikenal sebagai popcorn brain. Dilansir dari newporthealthcare.com, popcorn brain adalah situasi ketika otak terbiasa dengan rangsangan cepat dari dunia digital, sehingga sulit berkonsentrasi pada aktivitas di dunia nyata yang cenderung lebih lambat.
Akibatnya, anak jadi mudah terdistraksi, sulit menyelesaikan tugas, bahkan kesulitan mengontrol emosi. Kondisi ini semakin sering terjadi karena penggunaan gadget yang berlebihan sejak usia dini.
Tanda-tanda anak mengalami popcorn brain
Beberapa ciri yang bisa Mama perhatikan, antara lain:
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memengaruhi proses belajar dan perkembangan anak. Namun, Mama tidak perlu khawatir, karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak kembali fokus.
Berikut Popmama.com rangkum 8 cara yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi popcorn brain pada anak.
1. Membuat to do list harian

Ajak anak membuat daftar kegiatan yang ingin diselesaikan setiap hari. Dengan adanya to do list, anak jadi memiliki arah yang jelas dan tahu apa yang perlu dikerjakan terlebih dahulu.
Mama juga bisa membantu anak untuk tetap konsisten menjalankan daftar tersebut. Cara ini bisa mengurangi keinginan anak untuk terus mengecek gadget karena sudah punya target yang ingin dicapai.
2. Rutin berolahraga

Olahraga tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga membantu meningkatkan konsentrasi. Dilansir dari apki.or.id, aktivitas fisik dapat membantu anak lebih fokus dan mengurangi distraksi.
Mama bisa mengajak anak melakukan olahraga ringan seperti bersepeda, bermain bola, atau jalan santai secara rutin.
3. Melatih fokus dengan meditasi

Meditasi sederhana bisa membantu anak melatih fokus dan menenangkan pikiran. Tidak perlu lama, Mama bisa mulai dari beberapa menit setiap hari.
Dengan latihan ini, anak akan belajar untuk lebih sadar terhadap pikirannya dan tidak mudah terdistraksi.
4. Mengatur pola tidur yang cukup

Tidur yang cukup sangat berpengaruh pada fungsi otak anak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, durasi tidur yang ideal dapat membantu meningkatkan daya ingat dan kemampuan fokus.
Dilansir dari Halodoc.com, anak usia sekolah (6–13 tahun) membutuhkan waktu tidur sekitar 9–11 jam per hari agar fungsi otaknya bekerja optimal.
5. Ajak anak melakukan aktivitas yang butuh konsentrasi

Di waktu luang, Mama bisa mengajak anak melakukan kegiatan yang melatih fokus, seperti bermain puzzle, belajar alat musik, atau journaling.
Aktivitas seperti ini membantu otak anak terbiasa untuk bertahan pada satu hal dalam waktu tertentu.
6. Menerapkan teknik Pomodoro

Teknik Pomodoro adalah cara mengatur waktu dengan membagi sesi belajar menjadi beberapa bagian. Anak bisa fokus selama 25 menit, lalu istirahat 5 menit.
Metode ini membantu anak tetap produktif tanpa merasa kelelahan, sekaligus melatih kemampuan fokus secara bertahap.
7. Meluangkan waktu di alam terbuka

Menghabiskan waktu di alam bisa membantu “menenangkan” otak yang terlalu sering terpapar layar. Suasana alami seperti pepohonan, udara segar, dan ruang terbuka membantu anak merasa lebih rileks.
Saat pikiran lebih tenang, kemampuan fokus anak juga bisa meningkat secara alami.
8. Mengatur pengaturan gadget

Mama bisa memanfaatkan fitur pada gadget seperti do not disturb atau sleep mode untuk mengurangi distraksi dari notifikasi.
Dengan mengatur waktu kapan notifikasi dimatikan, anak bisa lebih fokus pada aktivitas yang sedang dilakukan tanpa terganggu oleh gadget.
Di tengah perkembangan teknologi, popcorn brain memang menjadi tantangan yang cukup umum dialami anak. Namun, dengan pendampingan yang tepat, Mama bisa membantu anak membangun kembali kemampuan fokusnya.
Tidak perlu langsung mengubah semuanya sekaligus. Mulai dari langkah kecil dan lakukan secara konsisten, agar anak perlahan terbiasa untuk lebih fokus dan tidak bergantung pada gadget.


















