10 Contoh Sedekah Jariyah yang Bisa Dilakukan Anak

Sedekah jariyah adalah amal yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah seseorang meninggal.
Anak dapat melakukan sedekah jariyah seperti mewakafkan Al-Qur'an, menanam pohon, menyantuni yatim, mengajar, membuat konten edukasi, berdonasi, memberi makan hewan, hingga berbagi makanan.
Kebiasaan melakukan sedekah jariyah sejak kecil membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang peduli, dermawan, dan suka menebar manfaat bagi orang lain.
Sedekah jariyah adalah amal yang pahalanya terus mengalir meski kita sudah tiada.
Mengajarkan anak tentang sedekah jariyah sejak dini sangat penting agar mereka terbiasa berbuat kebaikan.
Sedekah jariyah tidak harus mahal atau sulit, anak-anak pun bisa melakukannya dengan cara yang sederhana.
Berikut Popmama.com rangkum 10 contoh sedekah jariyah yang bisa dilakukan anak!
Table of Content
1. Mewakafkan Al-Qur'an atau buku bermanfaat

Mewakafkan Al-Qur'an atau buku bermanfaat adalah salah satu sedekah jariyah yang mudah dilakukan anak.
Ajak anak untuk menyisihkan uang jajannya sedikit demi sedikit untuk membeli Al-Qur'an atau buku islami yang bermanfaat. Setelah terkumpul, anak bisa mewakafkan Al-Qur'an tersebut ke masjid, mushola, atau perpustakaan sekolah.
Setiap kali ada orang yang membaca Al-Qur'an atau buku tersebut, anak akan mendapat pahala yang terus mengalir selama buku tersebut masih dibaca dan dimanfaatkan.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Idza maatal insaanu inqatha'a 'amaluhu illa min tsalaatsin: shadaqatin jaariyatin, aw 'ilmin yuntafa'u bihi, aw waladin shoolihin yad'u lahu.
Artinya: "Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya."
2. Menanam pohon

Menanam pohon adalah sedekah jariyah yang sangat bermanfaat untuk lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya. Pilih jenis pohon yang bermanfaat seperti pohon buah-buahan, pohon rindang, atau tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan.
Ajak anak untuk menanam pohon di halaman rumah, taman kota, atau area hijau di lingkungan sekitar dengan izin yang sesuai.
Setiap kali pohon tersebut memberikan manfaat seperti buahnya dimakan orang atau binatang, memberikan keteduhan, atau menghasilkan oksigen, anak akan mendapat pahala yang terus mengalir.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
Maa min muslimin yaghrisuu gharsan au yazra'u zar'an faya'kulu minhu thairun au insaanun au bahiimatun illaa kaana lahu bihi shadaqah.
Artinya: "Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya."
Selain menanam, Mama bisa mengajak anak untuk merawat pohon yang ditanam secara rutin dengan menyiram, membersihkan area sekitarnya, dan memastikan pohon tumbuh dengan baik.
3. Menyantuni anak yatim piatu

Menyantuni anak yatim piatu adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam dan memiliki kedudukan yang mulia. Anak bisa mulai dengan cara sederhana seperti menyisihkan uang jajan untuk diberikan kepada anak yatim atau membantu memenuhi kebutuhan mereka.
Mama bisa mengarahkan anak untuk memberikan donasi melalui lembaga sosial yang terpercaya atau langsung ke panti asuhan terdekat. Anak juga bisa memberikan barang-barang yang masih layak seperti mainan, buku, pakaian, atau alat tulis yang bisa bermanfaat bagi anak yatim.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 215:
يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍۢ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ
Yas'alūnaka māżā yunfiqụn, qul mā anfaqtum min khairin falil-wālidaini wal-aqrabīna wal-yatāmā wal-masākīni wabnis-sabīl.
Artinya: "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah: 'Harta yang kamu infakkan, hendaklah untuk kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.'"
Selain memberi santunan, Mama juga bisa mengajak anak untuk sesekali mengunjungi panti asuhan dan bermain bersama anak-anak di sana. Ini akan mengajarkan anak tentang empati, rasa syukur atas apa yang mereka miliki, dan kepedulian terhadap sesama yang kurang beruntung.
4. Mengajar mengaji atau les

Jika anak sudah lancar mengaji atau pandai dalam mata pelajaran tertentu, ajak mereka untuk mengajar teman-temannya secara gratis. Ilmu yang dibagikan akan menjadi sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir selama ilmu tersebut bermanfaat dan diamalkan.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Khairukum man ta'allamal qur'ana wa 'allamahu.
Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan betapa mulianya mengajarkan Al-Qur'an dan ilmu bermanfaat kepada orang lain, bahkan untuk anak-anak sekalipun.
Setiap kali ilmu yang diajarkan bermanfaat dan diamalkan oleh orang lain, anak akan mendapat pahala yang terus mengalir. Mama bisa membantu anak membuat jadwal mengajar yang tidak mengganggu waktu belajar mereka sendiri.
5. Membuat konten edukasi

Di era digital ini, anak bisa membuat sedekah jariyah melalui konten edukasi di media sosial atau platform video seperti YouTube, Instagram, atau TikTok. Anak bisa membuat video tutorial, tips belajar, konten dakwah sederhana, atau hal bermanfaat lainnya yang bisa membantu banyak orang.
Konten tidak harus rumit atau profesional dengan editing yang canggih. Yang penting isinya bermanfaat dan bisa membantu orang lain. Misalnya, tutorial cara membuat kerajinan tangan, tips menghafalkan surat pendek, cara menyelesaikan soal matematika, atau cerita inspiratif tentang akhlak mulia.
Setiap kali konten tersebut ditonton dan bermanfaat bagi orang lain, anak akan mendapat pahala yang terus mengalir selama video tersebut masih ada dan ditonton. Bahkan setelah anak dewasa nanti, konten yang dibuat saat kecil bisa terus memberikan manfaat dan pahala.
Mama bisa membantu anak dalam proses pembuatan dan pengunggahan konten dengan tetap mengawasi penggunaan media sosialnya. Pastikan konten yang dibuat sesuai dengan nilai-nilai Islam dan tidak mengandung hal-hal yang tidak pantas.
6. Mendonasikan pakaian yang masih layak

Ajak anak untuk mendonasikan pakaian yang masih layak pakai tapi sudah tidak muat atau jarang digunakan kepada orang yang lebih membutuhkan. Anak bisa memilah sendiri pakaian mana yang masih bagus, bersih, dan layak untuk diberikan kepada orang lain.
Sebelum mendonasikan, pastikan pakaian dalam kondisi bersih, tidak robek, dan masih pantas dipakai. Sebaiknya baju yang akan diberikan terlebih dahulu dicuci, setrika, dan lipat dengan rapi agar penerima merasa dihargai dan senang menerima donasi tersebut.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 267:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا۟ ٱلْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغْمِضُوا۟ فِيهِ
Yā ayyuhal-lażīna āmanū anfiqụ min ṭayyibāti mā kasabtum wa mimmā akhrajnā lakum minal-arḍ, wa lā tayammamul-khabīṡa minhu tunfiqụna wa lastum bi`ākhiżīhi illā an tughmiḍụ fīh.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya."
Donasi pakaian bisa diberikan langsung ke panti asuhan, masjid, atau melalui lembaga sosial yang terpercaya. Mama bisa menjelaskan kepada anak bahwa setiap kali pakaian tersebut digunakan orang lain dan memberikan manfaat, mereka akan mendapat pahala yang terus mengalir.
7. Memberi makan hewan

Memberi makan hewan terlantar adalah sedekah jariyah yang mudah dilakukan anak setiap hari di sekitar lingkungan rumah. Anak bisa menyiapkan makanan untuk kucing, burung, atau hewan lainnya yang sering berkeliaran di sekitar rumah secara rutin.
Rasulullah SAW bersabda: dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:
فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
Fī kulli kabidin raṭbatin ajrun.
Artinya: "Pada setiap hati yang basah (makhluk hidup) terdapat pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)
Mama bisa menjelaskan bahwa memberi makan makhluk hidup, meski hanya hewan, juga bernilai ibadah dan mendapat pahala dari Allah SWT. Ini mengajarkan anak untuk sayang terhadap semua makhluk ciptaan Allah, peduli terhadap yang lemah, dan memiliki hati yang lembut serta penuh kasih sayang.
8. Membagikan makanan atau takjil ke masjid

Saat bulan Ramadan atau di hari-hari biasa, ajak anak untuk membagikan takjil atau makanan berbuka ke masjid terdekat atau kepada orang yang membutuhkan. Anak bisa membantu Mama menyiapkan makanan atau minuman sederhana untuk dibagikan kepada jamaah masjid.
Anak juga bisa membagikan takjil langsung kepada orang yang sedang menunggu waktu berbuka di jalan, tukang becak, pemulung, atau siapa saja yang membutuhkan. Setiap orang yang berbuka dengan makanan yang diberikan akan menjadi pahala untuk anak yang terus mengalir.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Man faṭṭara ṣā'iman kāna lahu miṡlu ajrihi ghaira annahu lā yanquṣu min ajriṣ-ṣā'imi syai`ā.
Artinya: "Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun." (HR. Tirmidzi)
Membagikan makanan atau takjil tidak harus dilakukan setiap hari atau dengan menu yang mahal, sesekali saja dengan yang sederhana sudah sangat bermanfaat. Yang penting anak belajar tentang berbagi, peduli terhadap sesama, dan merasakan kebahagiaan ketika bisa membantu orang lain.
9. Membangun atau memperbaiki fasilitas umum

Anak bisa berkontribusi dalam membangun atau memperbaiki fasilitas umum yang bermanfaat untuk banyak orang di lingkungan sekitar.
Misalnya, membantu membuat bangku taman, tempat sampah, papan pengumuman di masjid, mengecat, membersihkan area, membantu mengangkat barang, atau tugas sederhana lainnya yang sesuai dengan usia dan kekuatannya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Maidah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ
Wa ta'āwanū 'alal-birri wat-taqwā wa lā ta'āwanū 'alal-iṡmi wal-'udwān.
Artinya: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."
Ayat ini menganjurkan umat Islam untuk saling membantu dalam kebaikan. Setiap kali fasilitas tersebut digunakan dan bermanfaat bagi orang banyak, anak akan mendapat pahala yang terus mengalir selama fasilitas tersebut masih digunakan.
10. Membuat tempat minum untuk umum

Anak bisa membuat atau menyediakan tempat minum air untuk umum, baik untuk manusia maupun hewan, di tempat-tempat strategis. Misalnya, menaruh dispenser atau tempat air minum di depan rumah, di taman, atau di area publik yang sering dilewati orang dengan izin yang sesuai.
Ajak anak untuk bertanggung jawab mengisi dan menjaga kebersihan tempat minum tersebut secara rutin. Anak bisa mengecek setiap hari apakah air masih cukup, tempatnya bersih, dan tidak ada kerusakan yang perlu diperbaiki. Kegiatan rutin ini melatih konsistensi dan tanggung jawab anak.
Setiap kali ada yang minum dari tempat tersebut dan tertolong dari kehausan, anak akan mendapat pahala yang terus mengalir. Mama bisa membantu anak memulai dengan menyediakan satu tempat minum terlebih dahulu, lalu secara bertahap menambah jumlahnya jika anak sudah terbiasa merawatnya.
Itulah, Ma, 10 contoh sedekah jariyah yang bisa dilakukan anak. Mama sudah ajarkan sedekah yang mana ke anak Mama di rumah?


















