Selain aspek hukum, Islam sangat menekankan adab dalam berinfak dan bersedekah. Niat harus diluruskan karena Allah semata.
Islam juga melarang menyakiti hati penerima, baik dalam infak maupun sedekah, dengan ucapan ataupun sikap merendahkan. Memberi dengan wajah masam atau mengungkit-ungkit pemberian dapat menghapus pahala.
Dalam QS Al-Baqarah ayat 264, Allah memperingatkan agar tidak merusak sedekah dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti penerima.
يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٌ فَتَرَكَهُۥ صَلْدًۭا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍۢ مِّمَّا كَسَبُوا ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ
Yā ayyuhalladzīna āmanū lā tubṭilū ṣadaqātikum bil-manni wal-adzā kalladzī yunfiqu mālahu ri’ā’an-nās wa lā yu’minu billāhi wal-yaumil-ākhir. Famatsaluhu kamatsali ṣafwānin ‘alaihi turābun fa-aṣābahu wābilun fatarakahu ṣaldā. Lā yaqdirūna ‘alā syai’im mimmā kasabū. Wallāhu lā yahdil-qaumal-kāfirīn.
Arti:
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian ditimpa hujan lebat sehingga bersihlah batu itu. Mereka tidak memperoleh apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.
Para ulama menganjurkan infak dan sedekah dilakukan secara sembunyi-sembunyi untuk menjaga keikhlasan, kecuali jika dilakukan terang-terangan untuk memberi contoh kebaikan.
Memberikan harta terbaik juga dianjurkan dalam infak dan sedekah, tidak memilih yang buruk untuk diinfakkan atau disedekahkan.
Intinya, Ma, hukum mengeluarkan infak dan sedekah dalam Islam adalah sunah muakkad dengan pahala yang sangat besar. Namun dalam kondisi tertentu, hukumnya bisa berubah menjadi wajib bahkan haram jika tidak sesuai syariat.
Sudahkah Mama memahami hukum dan anjuran infak dan sedekah dalam Islam?