- Memiliki harta tersebut secara sah: Barang yang diberikan bukan milik orang lain, hasil curian, atau barang titipan.
- Baligh dan Berakal: Pemberi harus dalam keadaan sadar dan memiliki kemampuan untuk mengelola hartanya.
- Bukan orang yang sedang di bawah pengampuan: Misalnya bukan orang yang dilarang menggunakan hartanya karena boros atau sedang bangkrut (dalam hukum tertentu).
4 Rukun Sedekah dan Hal-Hal yang Harus Dihindari

- Artikel menjelaskan empat rukun sedekah, yaitu pemberi, penerima, barang yang disedekahkan, serta akad ijab dan qabul sebagai syarat sahnya sedekah.
- Sedekah dianjurkan karena bernilai pahala besar dan bisa membantu orang lain, bahkan bisa menjadi wajib jika ada pihak yang sangat membutuhkan bantuan.
- Ditekankan pentingnya keikhlasan dalam bersedekah serta larangan mengungkit kebaikan, pamer (riya), atau memberi barang haram dan tidak layak pakai.
Sedekah merupakan hal yang dan perlu diajarkan ke anak sejak kecil. Dengan bersedekah, anak-anak belajar untuk berbagai harta. Sedekah juga sangat disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Alasan sedekah menjadi berpahala karena dapat menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Namun, dalam melakukan sedekah ada rukun sedekah yang harus dilakukan.
Apa saja? Berikut Popmama.com rangkum selengkapnya mengenai 4 rukun sedekah dan hal-hal yang harus dihindari.
4 Rukun Sedekah yang Perlu Diketahui
1. Pemberi sedekah (Al-Mutashaddiq)

Orang yang memberikan sedekah harus memenuhi kriteria tertentu agar pemberiannya dianggap sah, yaitu:
2. Penerima sedekah (Al-Mutashaddaq 'Alaih)

Penerima sedekah juga harus memenuhi syarat:
- Benar-benar ada: Orang yang diberi sedekah harus jelas keberadaannya.
- Berhak menerima: Meski sedekah sunnah bisa diberikan kepada siapa saja, namun lebih utama jika diberikan kepada fakir miskin, keluarga dekat, atau orang yang sedang membutuhkan.
3. Barang yang disedekahkan (Al-Mutashaddaq Bihi)

Harta atau benda yang diberikan harus:
- Barang yang halal: Allah SWT tidak menerima sedekah dari sumber yang haram (seperti hasil judi atau riba).
- Memiliki nilai manfaat: Barang tersebut dapat dimanfaatkan oleh penerima.
- Milik sendiri: Pemberi memiliki hak penuh atas barang tersebut.
4. Akad (Sigat Ijab dan Qabul)

Pemberian sedekah memerlukan adanya kesepakatan atau serah terima:
- Ijab: Pernyataan dari pemberi (misal: "Ini ada sedikit rezeki untuk Anda").
- Qabul: Pernyataan atau tindakan menerima dari penerima.
Dalam praktiknya, ijab dan qabul tidak harus diucapkan secara lisan yang kaku. Tindakan menyerahkan barang dan tindakan menerima barang secara sukarela sudah dianggap sah sebagai akad.
Pengertian Sedekah

Istilah sedekah asalnya dari bahasa Arab yaitu shadaqah yang artinya "memberi". Sedekah adalah momen di mana kita membagikan hal-hal baik kepada orang lain yang memang lagi membutuhkan bantuan.
Bentuknya nggak selalu uang, lho! Mama bisa bersedekah dalam bentuk:
- Makanan lezat untuk tetangga atau orang di jalan.
- Pakaian layak pakai yang sudah kekecilan buat si Kecil.
- Barang bermanfaat lainnya yang bisa meringankan beban orang lain.
Hukum Bersedekah

Secara umum, sedekah itu hukumnya Sunnah Muakkadah, alias sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Namun, statusnya bisa berubah jadi wajib kalau ada orang di sekitar kita yang benar-benar dalam kondisi darurat, misalnya kelaparan atau butuh bantuan mendesak.
Sebaliknya, sedekah malah bisa jadi haram kalau barang yang diber itu dilarang oleh Allah SWT atau didapatkan dengan cara yang tidak baik. Jadi, pastikan yang diberikan adalah barang halal!
Hal-Hal yang Harus Dihindari saat Bersedekah

Bersedekah memang baik, tetapi jangan sampai melakukan hal yang bisa menghapus pahalanya. Berikut hal-hal yang dihindari saat bersedekah:
- Hindari mengungkit-ungkit kebaikan yang sudah diberi atau merendahkan kondisi si penerima.
- Munculnya sifat riya artinya pamer atau sengaja memperlihatkan ibadah supaya dipuji orang lain.
- Sedekah barang rusak atau sudah tidak layak pakai itu sangat tidak dianjurkan.
- Ikhlas adalah kunci! Kalau kita memberi tapi masih mengharapkan imbalan duniawi atau merasa terpaksa, maka nilai ibadahnya jadi berkurang.
Itulah tadi 4 rukun sedekah dan hal-hal yang harus dihindari. Semoga membantu!


















