Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kisah Raihan, Remaja 15 Tahun yang Jadi Relawan Karhutla

3 min read
Kisah Raihan, Remaja 15 Tahun yang Jadi Relawan Karhutla
Instagram.com/zaskiadyamecca
  • Muhammad Raihan Firdaus berusia 15 tahun menjadi relawan karhutla sambil menjalani sekolah online selama tiga bulan demi membantu meringankan tugas tim pemadaman.

  • Raihan sempat kecewa karena belum memenuhi usia pelatihan pemadaman resmi, tetapi tetap bertekad memperoleh kemampuan agar dapat berkontribusi lebih terarah.

  • Raihan rutin memantau titik api, menghubungi tim sejak pagi, dan berkeliling hingga malam. Zaskia Adya Mecca bersama relawan turut menyalurkan makanan kepada petugas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Artis Zaskia Adya Mecca membagikan kisah inspiratif Muhammad Raihan Firdaus, remaja berusia 15 tahun yang memilih menjadi relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pertemuan mereka terjadi saat Zaskia bersama gabungan tim relawan mendatangi lokasi kebakaran di lahan gambut untuk membantu para petugas yang berjuang memadamkan api.

Raihan merupakan anggota Pramuka yang telah menjalani sekolah online selama tiga bulan terakhir. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, ia memilih meluangkan waktu untuk membantu pemadaman karhutla karena ingin meringankan beban para relawan di lapangan.

Kehadiran Raihan menarik perhatian Zaskia karena semangatnya untuk membantu meski usianya masih sangat muda. Melalui unggahannya, Zaskia membagikan cerita dari ketua tim pemadaman mengenai kegigihan Raihan yang ingin terlibat langsung dalam penanganan kebakaran.

Berikut Popmama.com rangkum terkait kisah inspiratif Muhammad Raihan Firdaus, remaja 15 tahun yang menjadi relawan karhutla.

  1. 1. Memilih menjadi relawan di usia 15 Tahun

    Kisah Raihan, Remaja 15 Tahun yang Jadi Relawan Karhutla
    Instagram.com/zaskiadyamecca

    Muhammad Raihan Firdaus merupakan remaja yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan sesama. Meski masih berusia 15 tahun dan menjalani sekolah online, ia memilih ikut membantu para relawan memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

    “Karena ingin membantu teman-teman untuk memadamkan api,” ujar Raihan saat ditanya Zaskia mengenai alasannya menjadi relawan.

    Raihan mengaku menjadi relawan paling muda di lokasi tersebut. Ketika ditanya mengenai cita-citanya, ia pun menjawab ingin terus menjadi relawan karhutla saat dewasa nanti, seolah menunjukkan bahwa keinginannya untuk membantu bukan sekadar kegiatan sesaat.

  2. 2. Sempat kecewa karena belum cukup umur untuk mengikuti pelatihan

    Kisah Raihan, Remaja 15 Tahun yang Jadi Relawan Karhutla
    Instagram.com/zaskiadyamecca

    Di balik semangatnya, Raihan ternyata sempat merasa kecewa karena usianya belum memenuhi persyaratan untuk mengikuti pelatihan pemadaman secara resmi. Berdasarkan cerita ketua tim pemadaman yang dibagikan Zaskia, Raihan sangat ingin bergabung dengan tim dan mendapatkan pelatihan agar bisa membantu secara lebih terarah.

    “Anak ini sempat menangis dan kecewa karena usianya masih 15 tahun, padahal ingin sekali mengikuti pelatihan pemadaman agar bisa masuk tim secara resmi,” ungkap ketua tim pemadaman dalam keterangan yang dibagikan Zaskia.

    Keinginan tersebut memperlihatkan kesungguhan Raihan untuk berkontribusi dalam penanganan karhutla. Ia tidak hanya ingin berada di lokasi, tetapi juga berharap bisa mendapatkan bekal kemampuan yang sesuai agar dapat membantu dengan lebih baik.

  3. 3. Rajin memantau titik api dan memberi kabar kepada tim

    Kisah Raihan, Remaja 15 Tahun yang Jadi Relawan Karhutla
    Instagram.com/zaskiadyamecca

    Kegigihan Raihan juga terlihat dari kebiasaannya memantau kondisi sekitar lokasi kebakaran. Menurut cerita ketua tim pemadaman, Raihan aktif berkomunikasi dan kerap memberikan informasi mengenai titik api yang baru ditemukan.

    “Setiap pagi sekitar pukul 06.00, dia menghubungi saya lebih dulu untuk menanyakan titik pemadaman hari itu. Tidak jarang, Raihan juga lebih dulu mengabari kami ketika menemukan titik-titik api terbaru di sekitar lokasi,” tutur ketua tim pemadaman dalam caption unggahan Zaskia.

    Raihan bahkan disebut berkeliling untuk memastikan apakah masih ada titik api yang menyala hingga malam hari. Semangatnya menjadi pengingat bahwa upaya penanganan karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama banyak pihak, terutama ketika para petugas harus menghadapi asap tebal serta risiko di lapangan.

    Dalam kunjungannya, Zaskia bersama tim relawan juga memberikan makanan siap saji kepada para petugas yang telah berjuang memadamkan api. Mereka turut menyaksikan beratnya proses pemadaman di lahan gambut yang bahkan telah ditangani hampir seminggu, tetapi masih menyisakan titik api yang belum padam.

    Itulah rangkuman kisah Muhammad Raihan Firdaus, remaja 15 tahun yang menginspirasi lewat perjuangannya menjadi relawan karhutla bersama para petugas di lapangan.

    Semoga semangat Raihan dan seluruh relawan terus terjaga. Semoga juga kebakaran hutan dan lahan segera mereda agar lingkungan kembali aman, udara menjadi lebih bersih, dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa dibayangi ancaman asap.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More