Kronologi Anak SD Dibully Teman Sekolah, Dijerat Tali Rafia

Kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi sorotan publik setelah foto bekas jeratan di leher korban viral di media sosial. Korban yang masih duduk di bangku kelas 5 itu diduga menjadi sasaran kekerasan oleh beberapa teman sekelasnya saat berada di lingkungan sekolah.
Peristiwa yang berawal dari perselisihan sederhana terkait tempat duduk tersebut kemudian berkembang menjadi tindakan yang membahayakan keselamatan korban. Meski kasus akhirnya diselesaikan melalui mediasi dan kondisi korban dilaporkan baik-baik saja, kejadian ini memicu keprihatinan banyak pihak mengenai perundungan di lingkungan pendidikan.
Berikut Popmama.com rangkum kronologi dan fakta-fakta kasus siswi SD yang diduga dijerat tali rafia oleh teman sekelasnya.
1. Berawal dari perselisihan soal kursi saat jam istirahat

Kasus perundungan ini menimpa seorang siswi kelas 5 berinisial AZ di sebuah madrasah ibtidaiyah swasta di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Peristiwa terjadi pada Rabu (13/5/2026) saat jam istirahat sekolah berlangsung.
Menurut hasil penyelidikan, insiden bermula ketika salah satu siswa meminta bertukar kursi dengan korban karena merasa kursi yang digunakan kurang nyaman. Namun, AZ menolak permintaan tersebut. Penolakan itu kemudian memicu konflik yang berujung pada tindakan perundungan oleh beberapa teman sekelasnya.
2. Korban diduga dijerat tali rafia oleh tiga teman sekolah

Setelah terjadi perselisihan, salah satu siswa diduga meminta rekannya mengambil tali plastik rafia yang sebelumnya digunakan sebagai pengikat wadah makanan. Tali tersebut kemudian digunakan untuk menjerat leher korban bersama dua siswa lainnya.
Korban sempat mengalami sesak napas dan mual akibat tindakan tersebut. Sejumlah teman sekelas yang melihat kejadian itu berusaha melerai dan melepaskan jeratan tali dari leher korban. Peristiwa ini kemudian diketahui oleh pihak sekolah dan keluarga korban.
3. Foto bekas jeratan di leher korban viral di media sosial

Kasus ini mulai menjadi perhatian publik setelah foto bekas jeratan yang terlihat di leher korban beredar luas di media sosial. Banyak warganet menyayangkan tindakan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dasar dan menilai kejadian tersebut sangat membahayakan keselamatan anak.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan kondisi korban tidak mengalami luka berat. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan dalam keadaan sehat dan masih dapat menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa. Namun, kasus tersebut tetap mendapat perhatian serius karena melibatkan kekerasan terhadap anak.
4. Polisi, sekolah, dan Kementerian Agama melakukan mediasi

Setelah kasus mencuat, berbagai pihak langsung terlibat dalam proses penyelesaian. Mediasi dilakukan dengan menghadirkan keluarga korban, keluarga siswa yang diduga terlibat, pihak sekolah, kepolisian, komite sekolah, perangkat desa, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak-anak yang terlibat. Meski proses hukum tidak dilanjutkan, pihak sekolah tetap diminta mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
5. Tiga siswa pelaku mendapat sanksi dikeluarkan dari sekolah

Walaupun kasus berakhir melalui jalur mediasi, pihak sekolah memutuskan memberikan sanksi berat kepada tiga siswa yang diduga terlibat dalam aksi perundungan tersebut. Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sekolah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.
Ketiga siswa tersebut masih diperbolehkan mengikuti ujian akhir dan menerima nilai kenaikan kelas. Namun setelah seluruh proses akademik selesai, mereka akan dikeluarkan dari sekolah dan diminta melanjutkan pendidikan di tempat lain. Kasus ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah yang menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi seluruh peserta didik.
Itulah tadi informasi mengenai kronologi anak SD dibully teman sekolah, dijerat tali rafia sampai meninggalkan bekas di leher. Semoga tidak ada kejadian serupa ya.



















