Kasus dugaan pembakaran tiga santri di Pondok Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menjadi perhatian publik setelah ramai di media sosial.
Peristiwa yang terjadi pada Desember 2025 ini dilaporkan telah menewaskan satu santri dan meninggalkan dua korban lainnya dengan luka bakar parah serta trauma mendalam.
Kasus ini mendapat sorotan luas dari publik setelah ramai di media sosial. Artis Denny Sumargo turut menyuarakan keprihatinannya dan mengajak masyarakat untuk mengawal kasus ini.
Ia mempertanyakan mengapa kasus yang sudah dilaporkan sejak beberapa bulan lalu belum menunjukkan perkembangan berarti. "Kawal terus, bagaimana kalau itu adalah anak kita?" ujar Denny Sumargo dalam video unggahannya.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pun diketahui saat ini terus mengawal penanganan kasus, termasuk memastikan pendampingan psikologis bagi korban yang masih dalam masa pemulihan.
Untuk mengetahui kronologi selengkapnya serta bagaimana pengawalan pemerintah dalam menyikapi kasus pembakaran santri di Ponpes Lombok ini, berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.
