Mama Ini Bagikan Cara Efektif Anak ADHD Bisa Belajar, Ada Rahasianya!

- Mama Vicky membagikan pengalaman anaknya dengan ADHD yang belajar sambil bergerak, menegaskan bahwa kesulitan fokus bukan karena malas, melainkan akibat tantangan fungsi eksekutif di otak.
- Pendekatan multisensori seperti kombinasi visual, gerakan, dan aktivitas praktis terbukti membantu anak ADHD memahami instruksi serta menjaga fokus lebih lama saat belajar.
- Anak ADHD lebih mudah belajar jika tugas dipecah menjadi bagian kecil dan dibantu alat visual; metode fleksibel sesuai kebutuhan otak mereka membuat proses belajar lebih efektif.
Seorang mama di Instagram @vicky_nastasha membagikan momen anaknya yang ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) punya cara belajar yang efektif. Mama Vicky menjelaskan kalau anaknya sering sulit duduk diam saat belajar sehingga harus mengerjakan hal lain untuk bisa fokus, apakah memang harus seperti itu?
Mama Vicky menyebut bahwa anak ADHD bukan malas atau bandel, melainkan memiliki tantangan pada kemampuan executive function di otaknya.
Sebagai informasi, ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi cara kerja otak dalam mengatur fokus, tingkat aktivitas, dan pengendalian impuls. Kondisi ini menyebabkan penderitanya sangat kesulitan memusatkan perhatian, bersikap impulsif, atau terlalu aktif. Anak dengan ADHD biasanya harus diterapi dengan cara tertentu agar terkendali dan bisa melakukan aktivitas dengan normal.
Tentunya pengalaman dari Mama Vicky ini menarik banyak perhatian orangtua karena dianggap relate dengan keseharian anak ADHD di rumah maupun sekolah. Meski dikemas dengan bahasa sederhana khas media sosial, sebagian besar informasi tersebut ternyata memiliki dasar ilmiah dan sejalan dengan pemahaman modern mengenai ADHD.
Berikut Popmama.com rangkum beberapa fakta pentingnya.
1. Executive function berperan besar dalam kemampuan belajar anak ADHD

Executive function (fungsi eksekutif) pada anak dengan ADHD merupakan sekumpulan keterampilan mental yang berperan krusial dalam mengelola tugas sehari-hari, menetapkan tujuan, dan menjaga keteraturan diri. Pada anak dan remaja dengan ADHD, keterampilan ini sering kali mengalami keterlambatan sekitar 30% dibandingkan anak-anak seusianya.
Kemampuan fungsi eksekutif mencakup fokus, mengingat instruksi, mengontrol impuls, mengatur emosi, hingga menyelesaikan tugas sampai tuntas. Sayangnya pada anak dengan ADHD karena mengalami keterlambatan sekitar 30% tadi membuat mereka lebih mudah terdistraksi dan sulit mempertahankan perhatian dalam waktu lama.
Inilah yang membuat anak tampak kesulitan mengikuti instruksi sederhana atau menyelesaikan tugas sekolah tanpa pendampingan.
2. Metode pembelajaran multisensori dan bantuan teknologi

Dari video Mama Vicky terlihat sang Anak tengah belajar di atas walking pad. Di depannya ada PC dengan visual perapian. Tangan kiri memegang buku dan membaca, tangan kanan menulis. Sang Anak belajar seperti itu sambil berjalan di atas walking pad.
Terlihat overwhelming bagi yang melihatnya, tetapi bagi anak ADHD pendekatan belajar yang menggabungkan elemen visual, gerakan, dan aktivitas praktis sering kali lebih efektif. Penggunaan jadwal visual atau instruksi dalam bentuk gambar juga sangat membantu anak memahami urutan tugas yang harus diselesaikan secara mandiri.
3. Bergerak justru bisa membantu anak ADHD lebih fokus

Salah satu hal yang cukup menarik dari pembahasan ini adalah fakta bahwa sebagian anak ADHD justru dapat fokus lebih baik saat tubuhnya bergerak. Aktivitas fisik ringan membantu otak mereka tetap aktif dan tidak mudah kehilangan perhatian.
Itulah sebabnya beberapa anak ADHD terlihat lebih mudah belajar sambil memainkan benda kecil, berjalan ringan, atau melakukan aktivitas motorik tertentu. Diam terlalu lama justru bisa membuat mereka cepat gelisah dan kehilangan fokus terhadap tugas yang sedang dikerjakan.
4. Tugas kecil dan bantuan visual dapat mempermudah proses belajar

Anak ADHD umumnya lebih mudah kewalahan ketika menghadapi tugas besar dalam satu waktu. Karena itu, banyak ahli menyarankan agar tugas dipecah menjadi bagian-bagian kecil agar anak lebih mudah memahami dan menyelesaikannya.
Selain itu, penggunaan bantuan visual seperti jadwal gambar, catatan warna, atau timer juga dinilai efektif membantu anak memahami urutan aktivitas. Pendekatan ini membuat proses belajar terasa lebih jelas dan tidak terlalu membebani anak secara mental.
5. Anak ADHD bukan malas atau sengaja sulit diatur

Banyak orangtua masih menganggap anak ADHD malas karena sulit duduk tenang atau cepat kehilangan fokus saat belajar. Perilaku yang sering disalahartikan tersebut sebenarnya merupakan manifestasi dari kondisi neurodevelopmental (gangguan perkembangan saraf) yang mempengaruhi cara otak mereka bekerja.
Itu merupakan bagian dari gejala ADHD yang berkaitan dengan regulasi perhatian dan kontrol impuls. Karena itu, pendekatan yang terlalu keras justru bisa membuat anak semakin stres dan frustasi. Anak ADHD umumnya membutuhkan bantuan untuk memahami ritme belajar yang sesuai dengan kondisi otaknya, bukan sekadar diminta lebih disiplin tanpa dukungan yang tepat.
6. Anak ADHD membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan otaknya

Otak anak ADHD memiliki karakteristik unik yang membuat metode belajar umum atau seragam sering kali tidak efektif bagi mereka. Setiap anak ADHD memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda-beda.
Ini penting bagi orangtua dan guru untuk memahami bahwa pola belajar anak ADHD mungkin tidak selalu sama dengan anak lain seusianya. Alih-alih terus memaksa anak duduk diam dalam waktu lama, pendekatan yang lebih suportif dan fleksibel justru dapat membantu mereka berkembang lebih optimal.
Dengan pendampingan yang tepat, anak ADHD tetap bisa belajar dengan baik dan membangun rasa percaya diri dalam prosesnya.
Itulah tadi informasi mengenai cara efektif anak ADHD belajar setiap hari. Semoga membantu ya!



















